Sabar memang memiliki batas dalam kemampuan manusia, karena manusia punya rasa lelah, sedih, dan tekanan. Namun dalam ajaran Islam, sabar bukan berarti diam tanpa usaha atau memendam semuanya sampai hancur. Sabar adalah kemampuan menahan diri agar tetap berada di jalan yang benar ketika menghadapi ujian.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ada beberapa bentuk sabar:
*Sabar dalam taat kepada Allah
*Sabar meninggalkan maksiat
*Sabar menghadapi musibah
Jadi, sabar bukan berarti tidak boleh menangis, mengeluh kepada Allah, atau mencari bantuan. Bahkan para nabi pun pernah sedih dan mengadu kepada Allah. Nabi Ya‘qub berkata:
“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah.” (QS. Yusuf: 86)
Yang tidak boleh adalah putus asa, menyalahkan Allah, atau melakukan hal yang dilarang karena tidak tahan menghadapi ujian.
Maka boleh saja seseorang merasa “sudah sampai batas”, lalu beristirahat, meminta bantuan, bercerita kepada orang terpercaya, atau memperbanyak doa. Itu bukan berarti gagal sabar. Justru bagian dari ikhtiar menjaga diri.
Doa agar diberi kesabaran:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan teguhkan langkah kami.” (QS. Al-Baqarah: 250)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar