Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Kamis, 11 Juni 2026

KEBAJIKAN (QS. ALBAQARAH :177)

 

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Kebajikan itu bukanlah mengahadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Kaumuslimin jamaah ..

Untuk memahaminya khatib ingin ingin menjelaskan sebab sebab turunnya ayat ini :

Ayat ini berkaitan tentang pengalihan arah kiblat, awalnya kaumuslimin mengarah ke Baitul maqdis lalu nabi berkeinginan, maka allah mengarahkan kiblat ke mekah. Setelah turunnya ayat ini maka orang orang yahudi, mengecoh dengan berkata “apa ini?” mengarah ke barat sekali mengarah ke timur sekali, ini bukan ajaran yang benar ! 

Adapun kaumuslimin, lain lagi komentarnya, sudah saangat gembira karena sudah mengarah ke kabah, seakan akan tidak ada lagi yang lebih penting selain mengarah ke kabah! Kalau kita di sini, mengara ke barat ya?

Maka turunlah ayat ini menegur kedua belah pihak, menegur umat islam,  bahkan kita dapat juga menjelaskan, menegur sebagian kita sekarang juga yang seakan akan beranggapan kalau sudah menghadap ke kiblat dalam arti kalau sudah salat, itu sudah baik atau sudah beres, ...bukan itu yang dimaksud dengan kebajikan, atau bukan seluruh kebajikan. 

Allah menjelaskan, yang baik itu, atau kebajikan yang sempurna itu bukan sekedar menghadapkan wajah ketimur dan ke barat

وَلٰكِنَّ الْبِرَّ

Kebajikan itu adalah:

Sebelum kita lanjutkan ternyata Alquran kalau berbicara tentang kebajikan dia tidak hanya ingin dalam bentuk konsep tetapi dia ingin kita wujudkan dalam perbuatan kita, sehingga dia jawab:

الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ

Kebajikan itu harus dilakukan oleh orang yang beriman kepada Allah. 

Bapak kaumuslimin..

Jadi kita tidak dapat langsung berkata dia sudah baik, harus ada yang membuktikan kebaikan itu dalam bentuk wujud amalan dalam kehidupan.

Berdasarkan ayat ini maka kita dapat mengelompokan kebajikan kepada 3 kelompok:

1. Kebajikan dalam bidang aqidah

Pertama: Kita tidak dapat dinamai telah melaksannakan kebajikan menurut alquran, kecuali kalau kita percaya kepada Allah, itu sebabnya dia katakan man amana billah. Percaya kepada Allah itu maksudnya bagaimana? Kita percaya bahwa ada pencipta alam raya ini, pengaturnya yang maha esa, esa dalam zat sifat dan perbuatannya dan harus esa ketika beribadah kepadanya.

Kedua percaya kepada hari akhir, hidup bukan hari ini saja. Kenapa harus ada hari akhir? Karena di dunia tidak ada barangkali keadilan sempurna, ada orang baik belum dapat ganjaran kebajikan, ada orang jahat lalu justru bersenang-senang. Maka perlu suatu hari dimana ada pembalasan. Kita harus percaya pada hari itu.

Kemudian walmala ikah harus percaya pada malaikat

Kemudian walkitab, harus pecaya bahwa allah menurunkan pesan pesan dan petunjuk2 nya melalui kitab2 Nya (taurat, zabur injil, suhuf ibrahim, dan Alquran)

Yang terakhir wannabiyyin, percaya kepada nabi dan rasulNya, minimal 25 nabi dan rasul.

Jadi kalau kita tidak percaya kita belum bisa di sebut orang baik, ini kebajikan dalam bidang aqidah

2. kita lihat yang kedua dalam bidang Syariah

وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ

memberikan harta berdasarkan kesenangannya, kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat.

Kalau kita rujuk ayat ini, ternyata salat disebut terakhir, jadi ada hal yang penting kalau kita mau memahami apa itu kebajikan, apa itu . وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّه. Memberikan harta, . عَلٰى حُبِّه. Berdasar kesenangannya, siapa yang diberi? kepada kerabatnya, jadi prioritaskan kerabat kita dulu, kita jangan perhatikan dulu orang lain, bangsa lain padahal kita punya keluarga, baru setelah itu orang lain.  anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat.

3. yang terakhir kebajikan dalam bidang Akhlak 

وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا

Sabar, dan dia menepati janji apabila berjanji.

Mudah mudahan kita dapat memahami Alquran tentang kebajikan ini dan mengamalkan dalam kehidupan kita.

Selasa, 09 Juni 2026

Penjelasan Hukum Qisas di Indonesia


Di Indonesia, qisas tidak diterapkan dalam sistem hukum pidana nasional. Indonesia menggunakan hukum pidana yang bersumber dari undang-undang negara, sehingga kasus pembunuhan dan penganiayaan diproses berdasarkan KUHP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jika terjadi pembunuhan, pelaku dapat dikenai hukuman seperti:

1. Penjara dalam jangka waktu tertentu,

2. Penjara seumur hidup,

3. Atau pidana lain sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan jenis tindak pidananya.

Namun, qisas tetap dipelajari dalam ilmu fikih dan hukum Islam sebagai bagian dari syariat Islam. Pembahasannya terdapat dalam kajian fikih jinayah (hukum pidana Islam), meskipun penerapannya sebagai hukum negara tidak berlaku di Indonesia secara umum.

Di Aceh yang memiliki kekhususan dalam pelaksanaan syariat Islam, aturan pidananya diatur dalam Qanun Aceh, tetapi ketentuan qisas untuk pembunuhan juga tidak diterapkan dalam sistem hukum pidana yang berlaku saat ini. Pembunuhan tetap diproses menurut hukum pidana nasional Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026

Apakah Sabar ada Batasnya?

Sabar memang memiliki batas dalam kemampuan manusia, karena manusia punya rasa lelah, sedih, dan tekanan. Namun dalam ajaran Islam, sabar bukan berarti diam tanpa usaha atau memendam semuanya sampai hancur. Sabar adalah kemampuan menahan diri agar tetap berada di jalan yang benar ketika menghadapi ujian.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Ada beberapa bentuk sabar:

*Sabar dalam taat kepada Allah

*Sabar meninggalkan maksiat

*Sabar menghadapi musibah

Jadi, sabar bukan berarti tidak boleh menangis, mengeluh kepada Allah, atau mencari bantuan. Bahkan para nabi pun pernah sedih dan mengadu kepada Allah. Nabi Ya‘qub berkata:

“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah.” (QS. Yusuf: 86)

Yang tidak boleh adalah putus asa, menyalahkan Allah, atau melakukan hal yang dilarang karena tidak tahan menghadapi ujian.

Maka boleh saja seseorang merasa “sudah sampai batas”, lalu beristirahat, meminta bantuan, bercerita kepada orang terpercaya, atau memperbanyak doa. Itu bukan berarti gagal sabar. Justru bagian dari ikhtiar menjaga diri.

Doa agar diberi kesabaran:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan teguhkan langkah kami.” (QS. Al-Baqarah: 250)

Kamis, 21 Mei 2026

Larangan berbicara tanpa ilmu


مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Artinya:

“Barang siapa berkata tentang Al-Qur’an tanpa ilmu, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.”

(HR. Jami' at-Tirmidzi)

Atsar dari Abdullah bin Mas'ud:

مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ: اللَّهُ أَعْلَمُ

Artinya:“Barang siapa mengetahui sesuatu maka hendaklah ia berkata dengannya. Dan barang siapa tidak mengetahui maka hendaklah ia berkata: ‘Allah lebih mengetahui.’”

Disebutkan pula bahwa Imam Malik pernah ditanya puluhan pertanyaan, dan banyak di antaranya beliau jawab:

“Laa adri” (Saya tidak tahu).

Ini menunjukkan bahwa mengatakan “tidak tahu” bukan aib, justru tanda amanah ilmiah dan ketakwaan.

Bahkan Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ۝٣٦

Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya (QS. Al-Isra’: 36)

Jadi, ketika ditanya lalu memang belum tahu jawabannya, sikap yang benar adalah berkata:

“Saya belum tahu.”

“Allahu a‘lam.”

“Saya cari dulu dalilnya.”

Itu lebih baik daripada menjawab tanpa ilmu.

Sabtu, 16 Mei 2026

Masih terkait hutang piutang

Pokok pembahasan: Bagaimana pandangan agama bagi orang yang berhutang ke saya lalu saya sudah sering minta, tapi tidak juga dibayar bayar nya, kemudian saya ikhlas kan lagi?

Dalam Islam, memaafkan dan mengikhlaskan hutang termasuk amalan yang sangat besar pahalanya, apalagi jika orang yang berhutang memang sedang kesulitan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 280:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

“Jika orang yang berhutang itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia lapang. Dan jika kamu menyedekahkan (sebagian atau seluruh hutang itu), maka itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ada juga hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda:

“Dahulu ada seorang pedagang yang memberi pinjaman kepada manusia. Jika ia melihat orang yang kesulitan membayar, ia berkata kepada pelayannya:

‘Maafkan saja dia, mudah-mudahan Allah memaafkan kita.’

Maka Allah pun memaafkannya.”

(HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)

Jadi balasannya sangat besar:

Mendapat pahala sedekah.

Mendapat rahmat dan ampunan Allah.

Menjadi sebab dipermudah urusan di akhirat.

Tetapi ada perbedaan penting:

Jika orang itu benar-benar susah, memaafkannya sangat dianjurkan.

Jika dia sebenarnya mampu tetapi sengaja menunda-nunda pembayaran, maka itu termasuk kezaliman. Nabi ﷺ bersabda:

“Menunda pembayaran hutang bagi orang mampu adalah suatu kezaliman. (HR. Shahih Bukhari)

Walaupun begitu, bila Anda memilih mengikhlaskan karena mengharap ridha Allah, itu termasuk akhlak mulia dan insya Allah menjadi simpanan pahala yang besar di sisi Allah.

HUTANG PIUTANG

 Pena/penyusun: Zainal Masri



QS. Al-Baqarah 282
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ...
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar...”
***
Deskripsi:
Tahukah kita bahwa ayat yang terpanjang dalam Al-Qur'an adalah ayat yang berkaitan dengan hutang piutang?

Sungguh agama kita mengatur tentang hal itu. Jangan berhutang kalau anda duga anda tidak mampu untuk membayar nya.

Saudara, dalam suatu hadits..

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تُكَفَّرُ عَنِّي خَطَايَايَ؟

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «نَعَمْ، إِنْ قُتِلْتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ، مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ»

ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «كَيْفَ قُلْتَ؟»

قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَتُكَفَّرُ عَنِّي خَطَايَايَ؟

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «نَعَمْ، وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ، مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ، إِلَّا الدَّيْنَ، فَإِنَّ جِبْرِيلَ قَالَ لِي ذَلِكَ»..

Ada seorang lelaki pernah bertanya kepada nabi, wahai nabi seandainya saya gugur di jalan Allah, apakah Allah mengampuni dosa dosa saya?

Nabi menjawab ya, tapi sejenak nabi kemudian bertanya, bagaimana pertanyaan mu tadi?

Sang penanya mengulangi, nabi menjawab ya, kalau kamu bersabar, kalau Kamu berjuang demi karena Allah, kecuali hutang

Karena itu nabi menganjurka, bahkan beliau enggan salat. Bagi seseorang yang belum terbayar hutang nya atau tidak ada yang menanggung siapa yang membayar nya.

Nabi juga mengingatkan:

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيدُ إِتْلَافَهَعَنْا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

Siapa yang berhutang dengan niat ingin membayar Allah akan membantunya, dan siapa yang berhutang dengan niat enggan membayarnya, maka apa yang diperoleh nya akan binasa dan membinasakannya

Itu tuntunan agama kita.


Kamis, 14 Mei 2026

Amalan-amalan Yang Bisa Membela kita Dari Azab Kubur

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال
قال رسول الله ﷺ:
يُؤْتَى الرَّجُلُ فِي قَبْرِهِ، فَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ دَفَعَتْهُ تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ، وَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ يَدَيْهِ دَفَعَتْهُ الصَّدَقَةُ، وَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ رِجْلَيْهِ دَفَعَهُ مَشْيُهُ إِلَى الْمَسَاجِدِ.
(رواه الطبراني في الأوسط عن أبي هريرة وحسنه الألباني)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: 

Jika didatangkan azab kepada seseorang saat dia di dalam kuburnya, maka;

-jika azab itu datang ke arah kepalanya, maka bacaan Al-Qurannya akan menolak dan melindunginya.

jika azab itu datang ke arah kedua tangannya,  maka sedekahnya akan menolak dan melindunginya.

Jika azab itu datang ke arah kedua kakinya, maka langkah-langkahnya ke masjid akan menolak dan melindunginya.

3 Amalan yang akan menolong kita dari azab kubur

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال
قال رسول الله ﷺ:
يُؤْتَى الرَّجُلُ فِي قَبْرِهِ، فَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ دَفَعَتْهُ تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ، وَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ يَدَيْهِ دَفَعَتْهُ الصَّدَقَةُ، وَإِذَا أُتِيَ مِنْ قِبَلِ رِجْلَيْهِ دَفَعَهُ مَشْيُهُ إِلَى الْمَسَاجِدِ.
(رواه الطبراني في الأوسط عن أبي هريرة وحسنه الألباني)

Berdasarkan hadits yang kita bacakan tadi, maka dapat kita hidangkan bapak bapak kaumuslimin, ada 3 amalan yang akan menolong kita dari azab kubur. 

Azab kubur bapak bapak adalah sesuatu yang pasti kita lalui, tapi tidak nampak. Kalau diperlihatkan Allah lah azab kubur itu bapak kaumuslimin, barang kali masjid akan selalu berlimpah ruah. Tidak saja hari Jumat dan hari raya, tapi Lima waktu sehari semalam akan penuh. Karena takut akan azab kubur.

Tapi karena tidak nampak, orang ada yang yakin dan ada yang tidak yakin. 

Jamaah Jumat 

Allah SWT berfirman : Aluminum 100

وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Dihadapan kamu telah menunggu alam barzah, itulah kuburan. Kalau sekarang Kita bapak bapak di atas bumi, Kuburan itu di dalam bumi. 

Tapi mungkin, nanti, besok, lusa, Minggu depan tahun depan kita masuk ke sana. 

Khatib yakin bapak bapak dan kita yang hadir ini sudah pernah mendekati kubur bahkan berdiri di pinggir kubur. Adakah hati berkata "ya Allah kapan saya masuk kedalam?"

Kalau ditanya apakah sudah siap atau belum?

Siap tidak siap kita pasti akan masuk ke dalam. 

Kuburan,  sudah lah sempit, gelapnya luar biasa, sendirian disitu! Sampai kapan? Sampai hari kiamat. Andaikan kita disiksa di azab, sampai kapan? Itu sampai hari kiamat. 

Mudah mudahan kita ini terhindar dari azab kubur bapak bapak kaumuslimin. Amin..

Tapi perlu kita renungkan bapak bapak kaumuslimin bahwa itu rumah masa depan, 

Rumah yang kita tempati hari ini boleh jadi bentuk dan nilainya nya bervariasi bapak bapak kaumuslimin, ada yang mahal ada yang sederhana, mati kita kita tinggalkan! Kita pindah ke rumah masa depan. 

Harapan kita hendaknya rumah masa depan kita lebih indah, lebih mewah ketimbang rumah kita yang sekarang.

Sudah lah lapang, mewah bercahaya lagi!

Itu tergantung perjuangan kita sekarang, 

Agar lapang, agar ramai agar bercahaya kuburan kita, 3 hal jangan sampai kita abaikan:

Iman yang kuat Aqidah yang kokoh, kemudian ilmu agama yang mantap, kemudian terakhir amal ibadah yang banyak. 

Kalau yang tiga ini sudah oke, bapak kaumuslimin, maka kuburan kita menjadi raudatammirriyadil Jannah, menjadi taman dari taman-taman surga.

Tapi sungguh pun demikian bapak kaumuslimin, dalam hadits lain disampaikan oleh rasul:

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِي قَبْرِهِ

Seseorang kata nabi akan di datangi oleh malaikat dan akan di azab dalam kubur, seseorang itu mungkin dia penguasa, mungkin dia pejabat, konglomerat, org biasa macam macam.

1. Ketika malaikat datang dari arah kepala ingin melaksanakan tugas nya mengazab, tapi tidak bisa ia laksanakan. Walaupun sudah ada order dari Allah tapi tidak bisa ia lakukan.

Kenapa karena orang itu dibela oleh amalnya, yaitu Tilawatil Qur'an. Oleh karenanya mari kita luang kan waktu sedikit setiap hari untuk membaca Alquran, bahkan bukan hanya membaca tapi kita usahakan menghafalnya walaupun sedikit, kita usahakan memahami terjemahan dan isinya.

Rahasianya apa?

Andaikan nanti mata kita tidak lagi bisa berfungsi, hafalan masih bisa kita baca 

2. Apabila malaikat datang dari tengah depan belakang kiri dan kanan, mereka tidak dapat melaksanakan tugas karena dibela oleh nilai sadaqah kita. Jadi sadaqah kita, wakaf kita, infak dan zakat kita itulah yang akan membela kita nanti di akhirat bapak kaumuslimin. 

Makanya didalam ayat dikatakan: QS. Almunafiqun 10

فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ۝١

Kata Allah infakkan lah hartamu sebelum mati selagi hidup, walaupun sedikit. 2000, 5000, 10000, 50000, bahkan 100. Apalagi sampai jutaan. Itu membela kita di alam kubur.

Kalau tidak kita akan menyesal dan menangis nanti kepada Allah,, ya Allah andai kan aku diberi hidup walaupun sesaat, aku akan berinfaq, berwakaf dan aku beramal saleh 

Tapi apa boleh buat sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna.

3. Apabila malaikat datang dari arah kaki, wah ngeri bapak kaumuslimin.

Ia dibela oleh amalnya karena sering melangkah ke masjid, berangkat dari rumah walaupun dengan motor dengan mobil dengan berjalan kaki, itu membela kita di dalam kubur bapak kaumuslimin.

At-Taubah ayat 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah. Maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Kajian Fiqih

 


1. Waktu salat Duha sampai jam berapa?

Waktu salat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik sekitar satu tombak (kurang lebih 15–20 menit setelah terbit matahari) sampai sebelum masuk waktu Zuhur.

Batas akhirnya adalah sebelum matahari tepat di atas kepala atau sekitar 10–15 menit sebelum azan Zuhur.

Di Padang hari ini, jika Zuhur sekitar pukul 12-an lebih, maka batas aman salat Dhuha biasanya sekitar pukul 11.45–11.50 WIB.

Waktu yang paling utama untuk Dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas, sekitar pukul 08.00–10.00 pagi.

Hadits Nabi ﷺ:

“Salat orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak unta mulai kepanasan.”

(HR. Muslim)

2. Apakah ada ayat khusus yang harus dibaca dalam salat duha?

Tidak ada ayat atau surat tertentu yang wajib dibaca Rasulullah ﷺ dalam salat Dhuha. Namun, ada beberapa riwayat dan anjuran ulama tentang surat yang sering dibaca.

Yang paling masyhur:

Rakaat pertama: Surat Surah Ash-Shams

Rakaat kedua: Surat Surah Ad-Duha

Ada juga riwayat lain:

Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun

Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas

Namun para ulama menjelaskan bahwa riwayat-riwayat tersebut tidak sampai menunjukkan kewajiban. Jadi, salat Dhuha sah membaca surat apa saja yang mudah dihafal.

Kamis, 07 Mei 2026

Tareqad


Menuntut Ilmu dan Tarekat

Tidak semua orang yang menuntut ilmu otomatis masuk tarekat. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, sedangkan tarekat adalah jalan pembinaan ruhani tertentu yang biasanya dibimbing oleh seorang guru/mursyid untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir, adab, dan latihan spiritual.

Secara umum:

Menuntut ilmu fokus pada memahami ajaran Islam: akidah, fikih, tafsir, hadis, akhlak, dan sebagainya.

Tarekat lebih khusus pada pembinaan hati dan amalan ruhani secara teratur dalam suatu metode tertentu.

Namun, keduanya bisa saling berkaitan. Banyak ulama mengatakan:

Syariat tanpa hakikat bisa kering, dan hakikat tanpa syariat bisa menyimpang.

Artinya, ilmu agama tetap menjadi dasar utama. Orang yang belajar agama dengan sungguh-sungguh, memperbaiki akhlak, menjaga ibadah, dan membersihkan hati sebenarnya sudah menempuh jalan menuju kedekatan kepada Allah, walaupun belum tentu bergabung dalam tarekat tertentu.

Ada juga ulama yang memaknai “tarekat” secara umum sebagai:

Jalan menuju Allah melalui ketaatan dan penyucian jiwa.

Dalam makna ini, orang yang menuntut ilmu dengan niat ikhlas dan mengamalkan ilmunya bisa disebut sedang menempuh “jalan” menuju Allah, tetapi belum tentu menjadi anggota tarekat tertentu seperti Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, atau lainnya.

Dalil tentang pentingnya menuntut ilmu:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

(HR. Muslim)

Jadi, inti utamanya:

Menuntut ilmu = kewajiban dan fondasi.

Masuk tarekat = pilihan metode pembinaan ruhani tertentu.

Orang berilmu belum tentu pengikut tarekat.

Tetapi tarekat yang benar harus dibangun di atas ilmu dan syariat.




Rabu, 06 Mei 2026

Penyuluh Agama Sampaikan Materi tentang Hidayah dalam Islam kepada Jamaah Musalla Almuhklisin

Malampah _Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, penyuluh agama Kecamatan Tigo Nagari, Zainal Masri, kembali melaksanakan diskusi ringan ringan dengan jamaah Musalla Almuhklisin Pasar Malampah. Dengan metode dialog interaktif dan saling memberikan pendapat antar jamaah, Pada kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan materi tentang hidayah dalam Islam serta cara meraih petunjuk Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Zainal  menjelaskan bahwa hidayah merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga. Hidayah dapat diraih melalui ilmu, keimanan, menjaga ibadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta bergaul dengan lingkungan yang baik.

Jamaah juga diingatkan agar tidak mudah merasa paling baik, karena hati kita manusia berada dalam kekuasaan Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa memohon keteguhan iman dan petunjuk kepada Allah, sebagaimana doa yang selalu dibaca dalam Surah Al-Fatihah, “Ihdinash shirathal mustaqim” yang berarti “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Selain itu, disampaikannya pula bahwa salat menjadi salah satu jalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh hidayah. Jamaah diajak untuk menjaga salat lima waktu dan memperbaiki akhlak dimanapun berada.

Kegiatan berjalan dengan baik, jamaah antusias mengikuti. Penyuluh berharap jamaah bertambah pengetahuannya, meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, taat kita beribadah.

Ngopi pagi ini


Coretan-coretan kopi dengan jamaah pagi ini :

1. Wudu dan Salat mengugurkan dosa (Rujukan di hadits dalam Fadillah amal) Cukup jelas!

2. Hidayah

Apakah orang yang tidak salat tidak mendapat hidayah??

Jawaban:

Salat adalah salah satu pintu terbesar datangnya hidayah. Orang yang meninggalkan salat berarti ia sedang menjauh dari salah satu sebab utama mendapatkan petunjuk Allah. Namun, bukan berarti seseorang yang belum salat pasti tidak akan mendapat hidayah sama sekali. Banyak orang justru mendapat hidayah lalu kemudian mulai menjaga salatnya.

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Dan tentang doa meminta hidayah, setiap Muslim membacanya dalam salat:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

(QS. Al-Fatihah: 6)

Ini menunjukkan bahwa salat sangat berkaitan dengan hidayah.

Tetapi hidayah tetap milik Allah. Ada orang yang dahulu lalai salat, lalu Allah bukakan hatinya untuk bertobat dan menjadi rajin beribadah. Karena itu, sikap yang baik adalah:

*jangan meremehkan meninggalkan salat,

*jangan putus asa dari rahmat Allah,

*Terus menasihati dengan lembut dan mendoakan kebaikan.

Dalam banyak hadits, meninggalkan salat diperingatkan dengan sangat keras, sehingga seorang Muslim hendaknya berusaha menjaga salat lima waktu sebaik mungkin.

3. Apakah berdosa orang yang sudah diberi kemampuan untuk berkurban tapi tidak melaksanakan qurban?

Jawaban:

Mayoritas ulama memandang kurban pada hari raya Idul adha bagi yang mampu hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jadi, orang yang mampu tetapi tidak berkurban memang kehilangan pahala dan keutamaan besar, namun menurut pendapat mayoritas ulama tidak sampai berdosa.

Namun, sebagian ulama seperti mazhab Hanafi berpendapat bahwa kurban bagi orang yang mampu hukumnya wajib, sehingga meninggalkannya tanpa alasan dianggap berdosa.

Dalil yang sering dijadikan peringatan adalah hadits:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barang siapa memiliki kelapangan (mampu) tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”

(HR. Ibnu Majah)

Hadits ini dipahami oleh sebagian ulama sebagai penekanan kuat agar orang mampu tidak meninggalkan kurban.

Keutamaan kurban juga sangat besar karena termasuk syiar Islam dan bentuk ketakwaan kepada Allah:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

(QS. Al-Hajj: 37)

Intinya: apakah berdosa atau tidak, Ulama terdapat perbedaan pendapat ulama.

Menurut mayoritas ulama: tidak berdosa, tetapi sangat rugi jika mampu namun meninggalkan kurban.

Menurut sebagian ulama: bisa berdosa jika sengaja meninggalkannya padahal mampu.

Karena itu, bila Allah memberi kelapangan rezeki, sangat dianjurkan untuk berkurban sebagai bentuk syukur dan ibadah.

Selasa, 05 Mei 2026

“Ujian Sakit: Menguji Kasih Sayang dan Kesabaran Keluarga”

Ujian keluarga ketika sakit adalah salah satu bentuk cobaan yang sangat nyata dalam kehidupan. Dalam Islam, sakit tidak hanya dilihat sebagai penderitaan fisik, tapi juga sebagai sarana pendidikan iman—baik bagi yang sakit maupun keluarganya.

1. Ujian kesabaran dan keikhlasan

Saat ada anggota keluarga sakit, semua diuji: yang sakit diuji kesabarannya, yang merawat diuji keikhlasan dan ketelatenannya. Tidak semua orang kuat menghadapi kondisi ini dalam waktu lama.

2. Ujian perhatian dan kasih sayang

Sakit sering membuka hakikat hubungan keluarga. Ada yang semakin dekat, ada juga yang justru menjauh. Di sinilah terlihat sejauh mana kasih sayang itu benar-benar hidup dalam keluarga. Ada keluarga yang boleh jadi sayang ketika sehat, begitu sakit menimpa sayang dan perhatian nya berkurang bahkan hilang. Atau sebaliknya.

3. Ujian ekonomi dan tanggung jawab

Biaya pengobatan, waktu yang tersita, dan tenaga yang terkuras bisa menjadi beban tersendiri. Ini menguji tanggung jawab dan kerja sama dalam keluarga.

4. Penghapus dosa dan pengangkat derajat

Sakit bisa menjadi sebab dihapusnya dosa. Nabi ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, bahkan sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus sebagian dosanya karenanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

5. Pengingat untuk kembali kepada Allah

Seringkali saat sehat, manusia lalai. Namun ketika sakit datang, hati menjadi lebih lembut, doa lebih sungguh-sungguh, dan ketergantungan kepada Allah semakin terasa. Allah yang memberikan kesehatan.

Sikap yang dianjurkan:

1. Bersabar dan tetap berhusnuzan kepada Allah

2. Saling menguatkan dalam keluarga

3. Memperbanyak doa dan dzikir

4. Berikhtiar dengan pengobatan yang halal

5. Tidak mengeluh berlebihan kepada manusia

Inti Sari:

Sakit memang melemahkan tubuh, tapi bisa menguatkan jiwa. Jika dihadapi dengan iman, ujian ini bukan sekadar penderitaan—melainkan jalan menuju kebaikan yang lebih besar.

Senin, 04 Mei 2026

Diskusi bersama Jamaah Musalla Almuhklisin tentang arah Closed dan tempat bersuci WC dalam pembangunan masjid

 


1. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat

Posisi duduk di WC sebaiknya tidak menghadap atau membelakangi Ka'bah.

Ini berlaku terutama jika tempatnya terbuka.

2. Jika di dalam bangunan (tertutup)

Para ulama berbeda pendapat:

1. Sebagian membolehkan, karena ada penghalang (dinding).

2. Sebagian tetap memakruhkan, sebagai bentuk kehati-hatian.

Pendapat yang lebih aman: Tetap dihindari menghadap dan membelakangi kiblat, meskipun di dalam ruangan.

Praktik terbaik saat membangun WC masjid

Agar sesuai adab Islam:

1. Posisi kloset miring dari arah kiblat (tidak lurus depan/belakang)

2. Idealnya sekitar 90 derajat (menyamping) dari arah kiblat.

3. Perhatikan arah kiblat setempat (di Indonesia umumnya ke barat laut).

Dalil:

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu:

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

“Apabila kalian datang ke tempat buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Kiblat yang dimaksud adalah arah Ka'bah.

🕌 Hadits 2

Dari Abu Ayyub juga, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا

Terjemahan:

“Janganlah kalian menghadap kiblat ketika buang air besar maupun kecil, dan jangan pula membelakanginya.”

Berikut beberapa ulama dan mazhab yang berpendapat membolehkan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat jika di dalam bangunan (tertutup):

🕌 1. Mazhab Mazhab Syafi'i

Pendapat mu‘tamad: boleh dalam bangunan, haram jika di tempat terbuka.

Dalilnya: hadits dari Abdullah bin Umar bahwa beliau melihat Nabi ﷺ buang hajat di rumah menghadap arah tertentu (tidak persis seperti larangan di tempat terbuka).

Dikuatkan oleh ulama seperti Imam An-Nawawi.

🕌 2. Mazhab Mazhab Hanafi

Membolehkan jika ada penghalang (dinding, bangunan).

Jika di tempat terbuka: tetap tidak boleh.

🕌 3. Mazhab Mazhab Hanbali (sebagian riwayat)

Ada riwayat yang membolehkan dalam bangunan.

Namun, tetap dianjurkan untuk menghindari demi kehati-hatian.

Sabtu, 25 April 2026

Diskusi Jamaah Musalla Almuhklisin bertajuk Wisata religi

 



Resume Pesan pesan yang terkandung dalam QS. Alfatihah-Diskusi ringan ringan dengan jamaah Musalla Almuhklisin


1. Makna dan pesan yang terkandung dalam surat Alfatihah 

Al-Fatihah bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan inti dari ajaran Islam yang mencakup tauhid, ibadah, dan doa. Ia menjelaskan bahwa ayat “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, sementara “Ar-Rahmanir Rahim” menunjukkan kasih sayang Allah yang luas kepada seluruh makhluk-Nya.

Lebih lanjut, dapat dijelaskan bahwa ayat “Iyyaka na’budu wa iyyaka نستعين” menjadi penegasan bahwa hanya kepada Allah tempat manusia beribadah dan memohon pertolongan. Ayat ini juga mengajarkan keikhlasan dalam beramal serta ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.

2 Apakah Alfatihah itu nama, surat, atau judul 

Setelah didiskusikan dari berbagai pendapat jamaah, dapat dijelaskan bahwa:

Al-Fatihah itu pada dasarnya adalah nama dari salah satu surat (surah) dalam Al-Qur’an.

Penjelasannya:

Sebagai surat: Al-Fatihah adalah surah pertama dalam Al-Qur’an, terdiri dari 7 ayat, dan wajib dibaca dalam setiap rakaat salat.

Sebagai nama/judul: Kata “Al-Fatihah” berarti “Pembukaan”, sehingga ini adalah nama atau judul yang diberikan untuk surah tersebut karena letaknya di awal Al-Qur’an dan menjadi pembuka bacaan.

Kesimpulan:

Al-Fatihah itu adalah sebuah surat, dan “Al-Fatihah” adalah nama/judul dari surat 

Rabu, 22 April 2026

Meraih Hidup Bahagia Dunia Akhirat

QS. Al-Baqarah 200

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ خَلَاقٍ

di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.

Al-Baqarah 201

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Ada 3 bentuk orang yang kekal dalam neraka:

1. Kafiriun, orang kafir, atheis, tidak bertuhan. Masuk neraka selama lamanya, ndak keluar lagi dia. 

2. Musyrikun, orang musryik, Tuhan Allah diyakini juga tapi Tuhan lain jg ada, ada Tuhan serapnya, ada trinitas nya, ada Tuhan bapanya ada Tuhan anaknya, ada Tuhan roh kudusnya ada brahmananya, ada Tuhan wisnunya, ada Tuhan siwanya, Dsb. Lebih dari satu adalah musyrik. 

Ini juga khaalidiina, kekal di dalam neraka.

3. Munafikun.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik tersebut tempat nya adalah kerak2 neraka.

Bapak2 kaumuslimin, kita tau asfal adalah bahasa arab. Ternyata hari ini aspal sudah jadi bahasa indonesia. 

Aspal artinya yang paling dibawah, yang diinjak, bahan jalan kalau bagi kita. Aspal itu dalam bahasa arab yang paling rendah derajatnya nanti dalam kerak2 neraka. 

Itulah Orang munafik.

Tapi bagaimana dg orang mukmin?

Dia syahadatain, Rukun iman nya hafal, rukun islam islam nya hafal, baca Alquran nya dia pandai, cuman dia tidak beribadah kepada Allah, Katakan lah meninggal kan salat, tidak mau puasa, dia melanggar perintah Allah tapi dia Islam. Kalau dikatakan tidak islam dia marah, tersinggung dia. Ini namanya muslim Fasik.

Bagaimana muslim fasik, nanti di hari kemudian mizan ditimbang dosa dan pahala dulu, ternyata lebih banyak dosa, masuk neraka dulu terakhir nantik masuk sorga.

Sesuai dg berapa banyak dosa dibakar terlebih dahulu.

Jadi tiket masuk sorga itu adalah syahadatain, asalkan mengucap 2 kalimat syahadat kemudian diyakini, masuk sorga. 

Cuma proses masuknya ini ada yang cepat ada yang lama, spt para nabi, para siddiqin, suhada, itu cepat proses nya.

Tapi muslim yang fasik, lama prosesnya.

Kenapa ini penting kita ketahui, karena itu pembeda kita dg kaum yang lainnya, seperti kaum sekuler. 

Sebab bagi kita dunia ini hanya sebentar, Dunia itu bahasa Arab, artinya qaraba, dekat,  Dimana dunia itu dekat, sebentar.

Jadi kita hidup di dunia ini tidak lama..

Dan selama lama hidup umur di dunia hanya 2000 th, dan jatah cuma 1 orang, yaitu nabi adam as, bapak2 sudah tau itu. Nabi nuh 950 th. Nabi Muhammad 63 th.

Sekarang rata2 usia harapan hidup kita kata mentri kesehatan dalam republika itu 60 tahun. 

Jadi kalo ada yang bertanya, kenapa usia pensiun sekarang ditambah oleh pemerintah,? Karena angka kesehatan di indonesia sudah mulai naik. Sudah mulai bagus.

Guru 60 th, dosen 65, guru besar 70 th.

Apa maksud nya ?

Usia kesehatan ini menentukan juga dalam produktivitas nya.

Tapi bagaimana dg dunia ini, Sebentar saja.

Lalu apa yang harus kita perbuat?

Sebagai uraian penutup khatib ingin sampaikan, perkuatlah iman dan  perbanyak amal saleh, hanya itulah yang akan menjadi bekal bagi kita untuk menghadap Allah SWT.

Kamis, 09 April 2026

Sikap Remeh yang Berbuah Kerugian Besar”

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا:

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْعُلَمَاءِ حُرِمَ الْعِلْمَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأُمَرَاءِ حُرِمَ الدُّنْيَا،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْجِيرَانِ حُرِمَ الْمَنَافِعَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الشَّفَاعَةَ،

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الْمَوَدَّةَ

***

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan). Dan jangan pula perempuan-perempuan (merendahkan) perempuan lain, boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik dari mereka. Janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Nasehat yang masyhur di kalangan ulama 

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا

1. Manistakhafa bil ulama, hasiraddiina. Barang siapa yang meremehkan ulama, dia akan rugi dari segi agama. Dari segi ilmu.

Kalau agama rugi sengsara lah kita dunia akhirat. Orang tidak akan bahagia tanpa agama. Tau dan mengerti nya kita tentang agama itu termasuk jasa dan perjuangan nya guru guru kita dan para ulama kita terdahulu. 

Al ulama wawarasatul Ambiya.

Oleh karenanya kita tidak boleh memandang enteng, remeh para ulama. Rugi besar dunia akhirat.

2. Wamanis takhaffa bil Umara, hasiratddunya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

Barang siapa yang meremehkan pemerintah mulai dari tingkat yang paling bawah, Wali nagari, camat, bupati sampai ke yang paling atas dsb, kita rugi dari segi dunia. 

Contoh sederhana bapak kaumuslimin kalau Wali nagari kita remehkan, kita tidak akan mendapatkan KTP, orang tidak mungkin naik pesawat tanpa KTP, orang tidak mungkin naik haji tanpa ktp, itu contoh kecil bapak kaumuslimin belum lagi fasilitas dan hal2 yg lain. Oleh karena itu hal ini jangan sampai terjadi pada diri dan keluarga kita.

3. Wamanis takhaffa bil jiiran, khasiran manafi a. 

Barang siapa meremehkan "Jiran" Jiran tetangga.

Tetangga baik dirumah kita, baik dikantor baik dipasar. Orang2 yg ada di sekitar kita, sama agama atau tidak, apalagi kita orang beriman. Nah, kalau kita tinggal di perkampungan yang rapat penduduk nya, ukuran nya 70 kiri kanan muka belakang rumah, semuanya Jiran kita, ada yang dekat ada yang jauh. Hubungan kita harus utuh harus kasih sayang dengan mereka. 

Malah indikasi orang beriman, baik hubungan silaturrahmi nya dengan jiran.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hormati Jiran. 

Jadi inilah pentingnya menjaga hubungan baik dengan jiran, akan terasa nikmatnya duduk bersama itu kalau baik dengan jiran.

"Duduak surang basampik sampik duduak Basamo balapang lapang", salah satu indikasi nya baik dengan jiran. 

Apapun kondisi kita bapak bapak kaumuslimin, apalagi dalam musibah, siapa yang mula-mula membantu kita, tidak lain kecuali tetangga.

Kalau kita renung2kan banyak manfaat tetangga itu bapak kaumuslimin, masalah pesta Jiran yg menolong, masalah musibah Jiran menolong, masalah Kematian Jiran menolong. 

Pergi kita keluar kota siapa yang akan mengetahui kondisi rumah kita, bahkan menjaganya kalau bukan tetangga.

Oleh karenanya siapa yang meremehkan tetangga rugi dari segi manfaat.

4. Wamanis takhaffa bil aqaa rib, 

Barang siapa yang meremehkan karib kerabatnya, dekat dia dengan keluarganya, rugi kita dari segi kasih sayang. Mamak saja dilecehkan bapak kaumuslimin, siapa yang mengurus pernikahan kemenakan kalau tidak mamak.. bisa saja seseorang tidak jadi pesta karena tidak baik hubungannya dengan si mamak, mamak rumahnya, pambayannya, mertuanya. ini memang kelihatannya bagi sebagian orang sepele tapi besar pengaruh nya. 

Oleh karena itu agar kasih sayang terjalin, maka jalin silaturahmi dengan karib kerabat, Apakah adik kita, kakak kita, mamak kita kemenakan, menantu kita mertua kita dsb

5. Wamanis takhaffa bil aqaaribi hurimal mawadah. Barang siapa yang memandang enteng keluarganya, kalau oleh suami, istri. Kalau oleh istri, suami! rugi kita dari segi kasih sayang.

Bapak bapak mungkin telah melihat berapa banyak orang yang bercerai, mungkin puluhan ratusan bahkan ribuan orang bercerai, Ada yang bercerai nikah lagi, bercerai, nikah lagi lalu bercerai lagi. Kenapa itu bisa terjadi? Karena meremehkan istri bapak bapak, atau istri meremehkan suami akhirnya menderita!

Ada yang lebih parah, suami itu kawin cerai kawin cerai, sampai 9 istrinya, anak 27, tapi semua cerai sebab nya si suami melukai perasaan istri. 

Akhirnya bapak2 sudah 9 istrinya cerai, tinggal lah dia hidup sendirian. Ada anaknya yang sayang kepadanya, lalu dia ajak; mama bagaimana kalau mama berbaik sama bapak, kasihan kita bapa hidup sendirian..

Oo, Ndak bisa do nak, Sakik nan dulu sampai kini masih taraso di dado ko a...

Jadi inilah mudah mudahan yang 5 ini tidak ada pada diri kita bapak kaumuslimin. Kalaupun ada mari kita buang jauh-jauh  agar kita tidak rugi dunia akhirat.


Naskah populer: Semangat Belajar Al-Qur’an di Usia Senja


Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, semangat untuk belajar Al-Qur’an tetap dapat tumbuh meskipun seseorang sudah memasuki usia lanjut.

Di beberapa majelis taklim dan kelompok jamaah masjid dan mushalla, penulis dapat melihat dan menjelaskan. Para lansia dengan penuh kesungguhan duduk bersama membuka mushaf Al-Qur’an, berusaha mengeja huruf demi huruf Al-Qur'an Walaupun usia tidak lagi muda dan daya ingat tidak sekuat dahulu, semangat mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap menyala.

Bagi sebagian jamaah yang sudah memasuki usia lanjut belajar Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga menjadi sarana menenangkan hati dan memperkuat keimanan. Dalam suasana pengajian yang hangat dan penuh kebersamaan, mereka saling memberi semangat dan dukungan. Kesalahan dalam membaca tidak menjadi penghalang, justru menjadi bagian dari proses belajar yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Peran penyuluh agama dan guru mengaji sangat penting dalam membimbing para lansia tersebut. Dengan metode pembelajaran yang sederhana, sabar, dan penuh perhatian, para lansia dapat belajar secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Pendekatan yang lembut dan penuh motivasi membuat mereka merasa dihargai dan semakin percaya diri untuk terus belajar.

Semangat belajar Al-Qur’an di kalangan lansia menjadi teladan bagi generasi muda. Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap berusaha memperbaiki bacaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an.

Melalui kegiatan pembinaan Al-Qur’an bagi lansia, diharapkan semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an sepanjang hayat. Karena pada akhirnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi kehidupan seorang Muslim hingga akhir hayatnya.

Sabtu, 04 April 2026

CORETAN PENA HARIAN

 


Umumnya begitu, orang mungkin melihat kita senang, santai. Orang melihat kita bekerja dan mendapatkan uang, tetapi mereka tidak tahu perjuangan di baliknya: bangun pagi dengan mata berat, makan sering terlambat, kurang tidur, berusaha menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Kamis, 26 Maret 2026

Menjadi Bagian dari Al-Fā’izūn (Orang-Orang yang Beruntung)

Siapa yang dimaksud dengan Alfaizin?

Ada paling tidak Beberapa ayat yang memberikan gambaran tentang Alfaizin Atau alfaizuun

1. At-taubah ayat 20

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢٠

Orang-orang yang beriman dan berhijrah (meninggal kan keburukan untuk melakukan suatu kebaikan) serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah. Dan Mereka itulah Alfaizun.

Dari ayat ini, bapak bapak kita tau, siapa sekarang Alfaizun?

Yaitu yang beriman, yang berjuang, mengorbankan harta jiwanya untuk kebaikan.

2.  QS. An-Nur Ayat 52 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Siapa yang taat kepada Allah dan rasulnya dan kagum kepada Nya, mereka itulah Alfaizun.

Jadi taat kepada Allah dan kagum, sekarang bisa kagum Ndak kita? Kalau tidak mengenal?

Jadi mari kita pelajari, pelajari Asmaul Husna pelajari ayat ayat Allah dan pelari sifat2 Allah.

Jadi semoga kita termasuk Alfaizun artinya semoga kita lebih kenal Tuhan dengan mengenal Ayat, nama dan sifat-sifat nya.

Jangan kita kenal Allah itu bahwa siksaNya pedih, jangan kita hanya kenal Tuhan bahwa dia maha pengampun. Ada yang lain.

3. Alhasir 18-19

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkan nya untuk hari esok (akhirat).

Ini yang penting diperhatikan bapak bapak kaumuslimin, hari esok, jangan hanya pikirkan dapat hari ini habis hari ini, punya duit jangan habiskan poya poya hari ini saja, masih ada hari esok..esok, esoknya mati masih ada esok nya lagi, siapkan untuk itu.

Lebih lanjut baru Dia katakan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Jangan lah Kamu seperti orang yang melupakan Allah, sehingga lupa nya kepada Allah menjadi kannya lupa diri, orang....

Lalu Allah katakan:

لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Tidaklah sama penghuni neraka dengan penghuni sorga, penghuni sorga itulah Alfaizun.

Jadi inilah yang bisa khatib hidangkan tentang arti alfaizin dalam makna yang sederhana, bahwa di lebaran hari ini mari kita bersyukur dengan meningkatkan ketaatan kita dan selalu ingat Allah dan jangan melupakan Nya.

Rabu, 18 Maret 2026

Berbisik-bisik berdua dihadapan orang Ketiga

 Disusun Oleh: Zainal Masri

 Allah SWT berfirman:

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا تَناجَيْتُمْ فَلا تَتَناجَوْا بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوانِ وَ مَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَ تَناجَوْا بِالْبِرِّ وَ التَّقْوى‏ وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 

(QS. Al-Mujadalah : 9)

~Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu berbisik rahasia , janganlah berbisik rahasia dengan dosa dan permusuhan dan mendurhaka Rasul, tetapi berbisik rahasialah dengan kebaji kan dan taqwa ; Dan taqwalah kepada Allah , Yang kamu sekalian akan dikumpulkan~ (QS. Al-Mujadalah : 9)

Hadits:

Nabi Berpesan, 

إِذَاكُنْتُمْ ثَلَاثَة فَلَا يَتنََاجَى اثْنَانِ دُونَ الآخَرَحَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُخْزِنُهُ

Janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa menyertakan yang lain sehingga kalian berkumpul dengan orang banyak. Karena yang demikian bisa menyebabkan orang yang tidak terlibat menjadi sedih.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Apa yang telah kita baca dari firman Allah dan hadits di atas, menunjukkan betapa benar dan bijaksana Allah dan rasul SAW, ketika memberi tuntunan yang menyatakan jangan lah hendaknya 2 orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yg ketiga dalam riwayat lain ditambahkan kecuali dalam kerumunan orang

Mengapa demikian? Karena berbisik-bisik berduaan dihadapan orang ketiga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Bisa pihak ketiga menduga bahwa ia sedang dilecehkan, bisa juga bahwa ada sesuatu yang direncanakan untuknya.

 Oleh karena itu jangan lah sabda nabi, dua orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yang ketiga. 

Kita Manusia ini, dinamai الْاِنْسَان Karena dia berfungsi menjaga hubungan harmonis dan memberikan kegembiraan kepada manusia yang lain apalagi temannya.

Berbisik bisik berdua dihadapan orang ke 3 berdampak buruk dan dapat menjengkelkan kalau bukan menyedihkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah.

Serupa dengan berbisik adalah,  bercakap dengan suara keras tetapi dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh orang yang ketiga karena dampaknya sama, sama-sama dapat disalah pahami sama-sama dapat diduga melecehkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Agama berpesan kalau kita tidak dapat memberi, jangan mengambil hak orang.

Kalau kita tidak dapat memuji jangan melecehkan. Itulah yang dikehendaki dalam hidup bermasyarakat.

Fa'tabiru ya Ulil absart la'alakum turhamuun..


Resep hidup bahagia

 1. Kita baca qs. Annahl 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا...
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, taat dia.
وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Dan dia seorang mukmin
?Apa diujung ayatnya dikatakan
فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ
Sungguh benar-benar kami akan beri kepada mereka hidup yang baik طَيِّبَةًۚ yang bahagia. Itu didunia. Di akhirat bagaimana?
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Sungguh benar-benar pula kami beri balasan mereka dengan balasan terbaik dengan amal mereka.

Dalam ayat ini ada 2 syarat hidup tayyibah, hidup bahagia
Tayyibah maknanya baik, Hasanah juga baik, Khair juga baik.
Banyak kata-kata yang sinonim maksudnya sama, senang, bahagia,  baik.
Dalam ayat ini 2 syarat nya:

1. Beriman, asal beriman dia akan tenang dalam hidup dimana pun dia berada

2. Syarat nya amal saleh.

Walaupun dia beriman tetapi tidak mau beramal, atau beramal saja tapi ikut ikutan, tidak berdasarkan iman karena Allah.itu juga tidak membuat dia hidup bahagia.

2. Yang kedua QS.attalaq :2-3

وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ‏
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ​ ؕ
وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah Allah jadikan baginya jalan keluar dari kesulitan.
Jadi jika Kita ada kesulitan dalam hidup baik dari segi ekonomi, baik pendidikan, baik keluarga. Atau masalah2 lain yang kesulitan kita menghadapi nya. Insyaallah, Allah Akan jadikan مَخۡرَجًا jalan keluar. Syarat nya يَّـتَّـقِ اللّٰهَ, bertaqwa kepada Allah.
Mengadu kepada manusia kadang 2 gagal, ntak tolong kepada kawan kadang Ndak berhasil. Mintaklah kepada Allah insyaallah jalan keluar dari kesulitan ada2 saja itu.
Kadang2 kita sulit anak k wisuda, Wak k barangkek bisuak k bukik, keuangan Sadang sulit, panik rasonyo kadang 2 Ado jalan keluar nya itu, Ndak awak Pai k rumah kawan, kawan dtng kerumah awak, apo lai tau nyo info anak k wisuda. Yang butuh pertolongan. Allah akan berikan pertolongan dan jalan keluar namanya Mahkraja.
Yang kedua, Allah akan berikan Rezky kepada nya yang tidak diduga-duga.
Kadang-kadang yg diduga tidak berhasil yang Ndak diduga malah datang.

3. Rezky nya halal Lan tayyibah.

Rezki yang diperoleh halal lagi baik.
Dalam ayat dahulukan halal baru tayyib
Halal terbagi 2
Pertama zatnya, kedua sifat nya.
Contoh babi yg haram itu zatnya narkoba jg haram khamar haram itu zatnya.
Yang kedua sifat nya yang haram, caranya yang haram. Contoh kita makan dirumah mkn, Ndak kita bayar, keluar saja, orang rumah mknpun tidak memperhatikan itu, makan itu halal, tapi karena tidak dibayar jadi haram dia, sama dg mencuri itu.
Kemudian penggunaan nya, cara mendapatkan Kanya halal zatnya halal tapi penggunaan nya haram maka jadi haram.

Contoh uang halal tapi digunakan untuk main judi, beli narkoba, ya haram, najis.

Jadi orang yang akan bahagia Rezky nya halal Lan tayyibah

Bekerja sebagai ibadah

QS. Annahl 90

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Kerja dalam istilah Alquran disebut dengan amal.

Kerja atau amal adalah penggunaan daya. Manusia, memiliki banyak daya. Dia memiliki daya fikir, daya fisik daya qalbu daya hidup.

Bila kita menggunakannya, maka kita dinamakan bekerja. 

Daya fikir menghasilkan ilmu di daya, daya qalbu menghasilkan iman dan akhlak, daya fisik bila dilatih menghasilkan keterampilan dan daya hidup menghasilkan semangat untuk berjuang menghadapi tantangan.

Lalu amal, atau kerja yang akan menghasilkan nilai ibadah itu amal seperti apa??

Tentu amal yang Soleh. Yakni amal yang bermanfaat. Jadi Semakin lama manfaat suatu pekerjaan dan semakin luas jangkauannya maka semakin berkualitas amal itu.

Apa tuntunan agama tentang kerja/beramal ini?

1. Agar kita memulai perkejaan dengan bismillah dan mengakhiri dengan membaca hamdalah. Ini serupa dengan tujuan seorang ilmuan Amerika yang menulis tentang 7 kunci sukses, untuk meraih harapan, salah satu diantaranya mulailah dengan akhir yang anda tuju. kita memulai dengan menyebut nama Allah karena ada akhir yang kita tuju adalah Allah. 

Saudara...

Rasulullah Saw mengingatkan seseorang yang tidak terkalahkan oleh nafsu nya akan memiliki waktu 2 beramal yang beraneka ragam ada waktu yang digunakannya untuk menuntut ilmu pengetahuan, ada waktu yang digunakannya untuk berdialog dengan Allah, ada waktu yang digunakannya untuk melakukan introspeksi dan ada waktu yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya dalam kehidupan dunia ini.

Jadi kita dituntut untuk bekerja atau beramal Soleh, tentu saja Semakin banyak dan berkualitas amal kita semakin baik pula keimanan dan keislaman kita, kita dituntut untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini dan kita dituntut untuk mengisi waktu kita sebaik mungkin dengan amal sampai sampai Alquran menggaris bawahi 

فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙ

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),

Bapak ibuk..

2.dilakukan dengan ikhlas.

Jadi Marilah kita melakukan pekerjaan yang bermanfaat dengan ikhlas, semakin banyak manfaatnya semakin Baik amal itu. Perlu kita ingat, disamping melakukan amal yang berat, Jangan remehkan amal ringan atau kecilnya, sebab KETULUSAN dapat menjadikan nya besar di sisi Allah.

Jadi sebagai apapun profesi kita, jangan lupa kita bekerja kapan perlu jadikan pekerjaan kita bernilai sebagai sadaqah jahiriah pak ibuk.

Apak ibuk caliak c lah k prof. Google Beko dih!

Tigo amal yang Ndak putuih: satu,..... sadaqah jahiriah,  kolah no 1.

Apo makna e sadaqah jahiriah tu a makna e dek pak ibuk? 

Kalau jariah Bahaso kp Wak ko apo tu, nyiak?

....

A itu, Mauruih urang ko a, a tu sadaqah jahiriah tu. Itu Bahaso awak e, mauruih Jo melayani masyarakat ko a latiah Kito tu, Yo jariah pak ibuk dek e?

Jariah tu kan payah susah Wak dek e.

Pak dosen ambo menafsirkan sadaqah jahiriah itu termasuk mengurus organisasi keumatan.

Awak kok Ndak picayo Wak Jo sadaqah jahiriah ko Ndak Inyo gai Wak Pai maagiah kultum mari ko do nyiak wali, tapi ambo yakin Jo sadaqah jahiriah ko, ambo Ndak punyo pitih banyak do, kapandaian manyampaian ko teh nyo.

Jadi awak yang prioritas masuk sarugo bisuak pak ibuk, lh mati Wak amalan masuk juo le..

Cubolah pak ibuk pelajari makna sadaqah jahiriah tu..

. mengurus umat

. membangun masjid 

. Mengalirkan air yang tersumbat 

Dll..

Jalan dibuek urang, tasumbek a ia pak gali lancar aia, tu masuk sadaqah jahiriah.

3. Beramal sesuai tuntunan agama yakni Alquran dan hadits.