Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Senin, 04 Mei 2026

Diskusi bersama Jamaah Musalla Almuhklisin tentang arah Closed dan tempat bersuci WC dalam pembangunan masjid

 


1. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat

Posisi duduk di WC sebaiknya tidak menghadap atau membelakangi Ka'bah.

Ini berlaku terutama jika tempatnya terbuka.

2. Jika di dalam bangunan (tertutup)

Para ulama berbeda pendapat:

1. Sebagian membolehkan, karena ada penghalang (dinding).

2. Sebagian tetap memakruhkan, sebagai bentuk kehati-hatian.

Pendapat yang lebih aman: Tetap dihindari menghadap dan membelakangi kiblat, meskipun di dalam ruangan.

Praktik terbaik saat membangun WC masjid

Agar sesuai adab Islam:

1. Posisi kloset miring dari arah kiblat (tidak lurus depan/belakang)

2. Idealnya sekitar 90 derajat (menyamping) dari arah kiblat.

3. Perhatikan arah kiblat setempat (di Indonesia umumnya ke barat laut).

Dalil:

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu:

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

“Apabila kalian datang ke tempat buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Kiblat yang dimaksud adalah arah Ka'bah.

🕌 Hadits 2

Dari Abu Ayyub juga, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا

Terjemahan:

“Janganlah kalian menghadap kiblat ketika buang air besar maupun kecil, dan jangan pula membelakanginya.”

Berikut beberapa ulama dan mazhab yang berpendapat membolehkan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat jika di dalam bangunan (tertutup):

🕌 1. Mazhab Mazhab Syafi'i

Pendapat mu‘tamad: boleh dalam bangunan, haram jika di tempat terbuka.

Dalilnya: hadits dari Abdullah bin Umar bahwa beliau melihat Nabi ﷺ buang hajat di rumah menghadap arah tertentu (tidak persis seperti larangan di tempat terbuka).

Dikuatkan oleh ulama seperti Imam An-Nawawi.

🕌 2. Mazhab Mazhab Hanafi

Membolehkan jika ada penghalang (dinding, bangunan).

Jika di tempat terbuka: tetap tidak boleh.

🕌 3. Mazhab Mazhab Hanbali (sebagian riwayat)

Ada riwayat yang membolehkan dalam bangunan.

Namun, tetap dianjurkan untuk menghindari demi kehati-hatian.

📚 Dalil yang menjadi dasar kebolehan

Hadits dari Abdullah bin Umar:

رَقِيتُ يَوْمًا عَلَى بَيْتِ حَفْصَةَ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقْضِي حَاجَتَهُ مُسْتَدْبِرَ الْقِبْلَةِ مُسْتَقْبِلَ الشَّامِ

Artinya:

“Suatu hari aku naik ke rumah Hafshah, lalu aku melihat Nabi ﷺ buang hajat dengan membelakangi kiblat dan menghadap Syam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

👉 Kiblat adalah arah Ka'bah.

Sabtu, 25 April 2026

Diskusi Jamaah Musalla Almuhklisin bertajuk Wisata religi

 



Resume Pesan pesan yang terkandung dalam QS. Alfatihah-Diskusi ringan ringan dengan jamaah Musalla Almuhklisin


1. Makna dan pesan yang terkandung dalam surat Alfatihah 

Al-Fatihah bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan inti dari ajaran Islam yang mencakup tauhid, ibadah, dan doa. Ia menjelaskan bahwa ayat “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” mengajarkan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, sementara “Ar-Rahmanir Rahim” menunjukkan kasih sayang Allah yang luas kepada seluruh makhluk-Nya.

Lebih lanjut, dapat dijelaskan bahwa ayat “Iyyaka na’budu wa iyyaka نستعين” menjadi penegasan bahwa hanya kepada Allah tempat manusia beribadah dan memohon pertolongan. Ayat ini juga mengajarkan keikhlasan dalam beramal serta ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.

2 Apakah Alfatihah itu nama, surat, atau judul 

Setelah didiskusikan dari berbagai pendapat jamaah, dapat dijelaskan bahwa:

Al-Fatihah itu pada dasarnya adalah nama dari salah satu surat (surah) dalam Al-Qur’an.

Penjelasannya:

Sebagai surat: Al-Fatihah adalah surah pertama dalam Al-Qur’an, terdiri dari 7 ayat, dan wajib dibaca dalam setiap rakaat salat.

Sebagai nama/judul: Kata “Al-Fatihah” berarti “Pembukaan”, sehingga ini adalah nama atau judul yang diberikan untuk surah tersebut karena letaknya di awal Al-Qur’an dan menjadi pembuka bacaan.

Kesimpulan:

Al-Fatihah itu adalah sebuah surat, dan “Al-Fatihah” adalah nama/judul dari surat 

Rabu, 22 April 2026

Meraih Hidup Bahagia Dunia Akhirat

QS. Al-Baqarah 200

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ خَلَاقٍ

di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.

Al-Baqarah 201

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Ada 3 bentuk orang yang kekal dalam neraka:

1. Kafiriun, orang kafir, atheis, tidak bertuhan. Masuk neraka selama lamanya, ndak keluar lagi dia. 

2. Musyrikun, orang musryik, Tuhan Allah diyakini juga tapi Tuhan lain jg ada, ada Tuhan serapnya, ada trinitas nya, ada Tuhan bapanya ada Tuhan anaknya, ada Tuhan roh kudusnya ada brahmananya, ada Tuhan wisnunya, ada Tuhan siwanya, Dsb. Lebih dari satu adalah musyrik. 

Ini juga khaalidiina, kekal di dalam neraka.

3. Munafikun.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik tersebut tempat nya adalah kerak2 neraka.

Bapak2 kaumuslimin, kita tau asfal adalah bahasa arab. Ternyata hari ini aspal sudah jadi bahasa indonesia. 

Aspal artinya yang paling dibawah, yang diinjak, bahan jalan kalau bagi kita. Aspal itu dalam bahasa arab yang paling rendah derajatnya nanti dalam kerak2 neraka. 

Itulah Orang munafik.

Tapi bagaimana dg orang mukmin?

Dia syahadatain, Rukun iman nya hafal, rukun islam islam nya hafal, baca Alquran nya dia pandai, cuman dia tidak beribadah kepada Allah, Katakan lah meninggal kan salat, tidak mau puasa, dia melanggar perintah Allah tapi dia Islam. Kalau dikatakan tidak islam dia marah, tersinggung dia. Ini namanya muslim Fasik.

Bagaimana muslim fasik, nanti di hari kemudian mizan ditimbang dosa dan pahala dulu, ternyata lebih banyak dosa, masuk neraka dulu terakhir nantik masuk sorga.

Sesuai dg berapa banyak dosa dibakar terlebih dahulu.

Jadi tiket masuk sorga itu adalah syahadatain, asalkan mengucap 2 kalimat syahadat kemudian diyakini, masuk sorga. 

Cuma proses masuknya ini ada yang cepat ada yang lama, spt para nabi, para siddiqin, suhada, itu cepat proses nya.

Tapi muslim yang fasik, lama prosesnya.

Kenapa ini penting kita ketahui, karena itu pembeda kita dg kaum yang lainnya, seperti kaum sekuler. 

Sebab bagi kita dunia ini hanya sebentar, Dunia itu bahasa Arab, artinya qaraba, dekat,  Dimana dunia itu dekat, sebentar.

Jadi kita hidup di dunia ini tidak lama..

Dan selama lama hidup umur di dunia hanya 2000 th, dan jatah cuma 1 orang, yaitu nabi adam as, bapak2 sudah tau itu. Nabi nuh 950 th. Nabi Muhammad 63 th.

Sekarang rata2 usia harapan hidup kita kata mentri kesehatan dalam republika itu 60 tahun. 

Jadi kalo ada yang bertanya, kenapa usia pensiun sekarang ditambah oleh pemerintah,? Karena angka kesehatan di indonesia sudah mulai naik. Sudah mulai bagus.

Guru 60 th, dosen 65, guru besar 70 th.

Apa maksud nya ?

Usia kesehatan ini menentukan juga dalam produktivitas nya.

Tapi bagaimana dg dunia ini, Sebentar saja.

Lalu apa yang harus kita perbuat?

Sebagai uraian penutup khatib ingin sampaikan, perkuatlah iman dan  perbanyak amal saleh, hanya itulah yang akan menjadi bekal bagi kita untuk menghadap Allah SWT.

Kamis, 09 April 2026

Sikap Remeh yang Berbuah Kerugian Besar”

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا:

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْعُلَمَاءِ حُرِمَ الْعِلْمَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأُمَرَاءِ حُرِمَ الدُّنْيَا،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْجِيرَانِ حُرِمَ الْمَنَافِعَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الشَّفَاعَةَ،

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الْمَوَدَّةَ

***

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan). Dan jangan pula perempuan-perempuan (merendahkan) perempuan lain, boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik dari mereka. Janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Nasehat yang masyhur di kalangan ulama 

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا

1. Manistakhafa bil ulama, hasiraddiina. Barang siapa yang meremehkan ulama, dia akan rugi dari segi agama. Dari segi ilmu.

Kalau agama rugi sengsara lah kita dunia akhirat. Orang tidak akan bahagia tanpa agama. Tau dan mengerti nya kita tentang agama itu termasuk jasa dan perjuangan nya guru guru kita dan para ulama kita terdahulu. 

Al ulama wawarasatul Ambiya.

Oleh karenanya kita tidak boleh memandang enteng, remeh para ulama. Rugi besar dunia akhirat.

2. Wamanis takhaffa bil Umara, hasiratddunya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

Barang siapa yang meremehkan pemerintah mulai dari tingkat yang paling bawah, Wali nagari, camat, bupati sampai ke yang paling atas dsb, kita rugi dari segi dunia. 

Contoh sederhana bapak kaumuslimin kalau Wali nagari kita remehkan, kita tidak akan mendapatkan KTP, orang tidak mungkin naik pesawat tanpa KTP, orang tidak mungkin naik haji tanpa ktp, itu contoh kecil bapak kaumuslimin belum lagi fasilitas dan hal2 yg lain. Oleh karena itu hal ini jangan sampai terjadi pada diri dan keluarga kita.

3. Wamanis takhaffa bil jiiran, khasiran manafi a. 

Barang siapa meremehkan "Jiran" Jiran tetangga.

Tetangga baik dirumah kita, baik dikantor baik dipasar. Orang2 yg ada di sekitar kita, sama agama atau tidak, apalagi kita orang beriman. Nah, kalau kita tinggal di perkampungan yang rapat penduduk nya, ukuran nya 70 kiri kanan muka belakang rumah, semuanya Jiran kita, ada yang dekat ada yang jauh. Hubungan kita harus utuh harus kasih sayang dengan mereka. 

Malah indikasi orang beriman, baik hubungan silaturrahmi nya dengan jiran.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hormati Jiran. 

Jadi inilah pentingnya menjaga hubungan baik dengan jiran, akan terasa nikmatnya duduk bersama itu kalau baik dengan jiran.

"Duduak surang basampik sampik duduak Basamo balapang lapang", salah satu indikasi nya baik dengan jiran. 

Apapun kondisi kita bapak bapak kaumuslimin, apalagi dalam musibah, siapa yang mula-mula membantu kita, tidak lain kecuali tetangga.

Kalau kita renung2kan banyak manfaat tetangga itu bapak kaumuslimin, masalah pesta Jiran yg menolong, masalah musibah Jiran menolong, masalah Kematian Jiran menolong. 

Pergi kita keluar kota siapa yang akan mengetahui kondisi rumah kita, bahkan menjaganya kalau bukan tetangga.

Oleh karenanya siapa yang meremehkan tetangga rugi dari segi manfaat.

4. Wamanis takhaffa bil aqaa rib, 

Barang siapa yang meremehkan karib kerabatnya, dekat dia dengan keluarganya, rugi dari segi kasih sayang. Mamak saja dilecehkan bapak kaumuslimin, siapa yang mengurus pernikahan kemenakan kalau tidak mamak.. bisa saja seseorang tidak jadi pesta karena tidak baik hubungannya dengan si mamak, ini memang kelihatannya bagi sebagian orang sepele tapi besar pengaruh nya. 

Oleh karena itu agar kasih sayang terjalin, maka jalin silaturahmi dengan karib kerabat, Apakah adik kita, kakak kita, mamak kita kemenakan dsb

5. Wamanis takhaffa bil aqaaribi hurimal mawadah. Barang siapa yang memandang enteng keluarganya, kalau oleh suami, istri. Kalau oleh istri, suami! rugi dia dari segi kasih sayang.

Bapak bapak mungkin telah melihat berapa banyak laki2 yang bercerai, nikah lagi, bercerai, nikah lagi lalu bercerai lagi. Kenapa itu bisa terjadi? Karena meremehkan istri bapak bapak, atau istri meremehkan suami akhirnya menderita!

Jadi inilah mudah mudahan yang 5 ini tidak ada pada diri kita bapak kaumuslimin. Kalaupun ada mari kita buang jauh-jauh  agar kita tidak rugi dunia akhirat.


Naskah populer: Semangat Belajar Al-Qur’an di Usia Senja


Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, semangat untuk belajar Al-Qur’an tetap dapat tumbuh meskipun seseorang sudah memasuki usia lanjut.

Di beberapa majelis taklim dan kelompok jamaah masjid dan mushalla, penulis dapat melihat dan menjelaskan. Para lansia dengan penuh kesungguhan duduk bersama membuka mushaf Al-Qur’an, berusaha mengeja huruf demi huruf Al-Qur'an Walaupun usia tidak lagi muda dan daya ingat tidak sekuat dahulu, semangat mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap menyala.

Bagi sebagian jamaah yang sudah memasuki usia lanjut belajar Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga menjadi sarana menenangkan hati dan memperkuat keimanan. Dalam suasana pengajian yang hangat dan penuh kebersamaan, mereka saling memberi semangat dan dukungan. Kesalahan dalam membaca tidak menjadi penghalang, justru menjadi bagian dari proses belajar yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Peran penyuluh agama dan guru mengaji sangat penting dalam membimbing para lansia tersebut. Dengan metode pembelajaran yang sederhana, sabar, dan penuh perhatian, para lansia dapat belajar secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Pendekatan yang lembut dan penuh motivasi membuat mereka merasa dihargai dan semakin percaya diri untuk terus belajar.

Semangat belajar Al-Qur’an di kalangan lansia menjadi teladan bagi generasi muda. Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap berusaha memperbaiki bacaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an.

Melalui kegiatan pembinaan Al-Qur’an bagi lansia, diharapkan semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an sepanjang hayat. Karena pada akhirnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi kehidupan seorang Muslim hingga akhir hayatnya.

Sabtu, 04 April 2026

CORETAN PENA HARIAN

 


Umumnya begitu, orang mungkin melihat kita senang, santai. Orang melihat kita bekerja dan mendapatkan uang, tetapi mereka tidak tahu perjuangan di baliknya: bangun pagi dengan mata berat, makan sering terlambat, kurang tidur, berusaha menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Kamis, 26 Maret 2026

Menjadi Bagian dari Al-Fā’izūn (Orang-Orang yang Beruntung)

Siapa yang dimaksud dengan Alfaizin?

Ada paling tidak Beberapa ayat yang memberikan gambaran tentang Alfaizin Atau alfaizuun

1. At-taubah ayat 20

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢٠

Orang-orang yang beriman dan berhijrah (meninggal kan keburukan untuk melakukan suatu kebaikan) serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah. Dan Mereka itulah Alfaizun.

Dari ayat ini, bapak bapak kita tau, siapa sekarang Alfaizun?

Yaitu yang beriman, yang berjuang, mengorbankan harta jiwanya untuk kebaikan.

2.  QS. An-Nur Ayat 52 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Siapa yang taat kepada Allah dan rasulnya dan kagum kepada Nya, mereka itulah Alfaizun.

Jadi taat kepada Allah dan kagum, sekarang bisa kagum Ndak kita? Kalau tidak mengenal?

Jadi mari kita pelajari, pelajari Asmaul Husna pelajari ayat ayat Allah dan pelari sifat2 Allah.

Jadi semoga kita termasuk Alfaizun artinya semoga kita lebih kenal Tuhan dengan mengenal Ayat, nama dan sifat-sifat nya.

Jangan kita kenal Allah itu bahwa siksaNya pedih, jangan kita hanya kenal Tuhan bahwa dia maha pengampun. Ada yang lain.

3. Alhasir 18-19

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkan nya untuk hari esok (akhirat).

Ini yang penting diperhatikan bapak bapak kaumuslimin, hari esok, jangan hanya pikirkan dapat hari ini habis hari ini, punya duit jangan habiskan poya poya hari ini saja, masih ada hari esok..esok, esoknya mati masih ada esok nya lagi, siapkan untuk itu.

Lebih lanjut baru Dia katakan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Jangan lah Kamu seperti orang yang melupakan Allah, sehingga lupa nya kepada Allah menjadi kannya lupa diri, orang....

Lalu Allah katakan:

لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Tidaklah sama penghuni neraka dengan penghuni sorga, penghuni sorga itulah Alfaizun.

Jadi inilah yang bisa khatib hidangkan tentang arti alfaizin dalam makna yang sederhana, bahwa di lebaran hari ini mari kita bersyukur dengan meningkatkan ketaatan kita dan selalu ingat Allah dan jangan melupakan Nya.

Rabu, 18 Maret 2026

Berbisik-bisik berdua dihadapan orang Ketiga

 Disusun Oleh: Zainal Masri

 Allah SWT berfirman:

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا تَناجَيْتُمْ فَلا تَتَناجَوْا بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوانِ وَ مَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَ تَناجَوْا بِالْبِرِّ وَ التَّقْوى‏ وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 

(QS. Al-Mujadalah : 9)

~Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu berbisik rahasia , janganlah berbisik rahasia dengan dosa dan permusuhan dan mendurhaka Rasul, tetapi berbisik rahasialah dengan kebaji kan dan taqwa ; Dan taqwalah kepada Allah , Yang kamu sekalian akan dikumpulkan~ (QS. Al-Mujadalah : 9)

Hadits:

Nabi Berpesan, 

إِذَاكُنْتُمْ ثَلَاثَة فَلَا يَتنََاجَى اثْنَانِ دُونَ الآخَرَحَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُخْزِنُهُ

Janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa menyertakan yang lain sehingga kalian berkumpul dengan orang banyak. Karena yang demikian bisa menyebabkan orang yang tidak terlibat menjadi sedih.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Apa yang telah kita baca dari firman Allah dan hadits di atas, menunjukkan betapa benar dan bijaksana Allah dan rasul SAW, ketika memberi tuntunan yang menyatakan jangan lah hendaknya 2 orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yg ketiga dalam riwayat lain ditambahkan kecuali dalam kerumunan orang

Mengapa demikian? Karena berbisik-bisik berduaan dihadapan orang ketiga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Bisa pihak ketiga menduga bahwa ia sedang dilecehkan, bisa juga bahwa ada sesuatu yang direncanakan untuknya.

 Oleh karena itu jangan lah sabda nabi, dua orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yang ketiga. 

Kita Manusia ini, dinamai الْاِنْسَان Karena dia berfungsi menjaga hubungan harmonis dan memberikan kegembiraan kepada manusia yang lain apalagi temannya.

Berbisik bisik berdua dihadapan orang ke 3 berdampak buruk dan dapat menjengkelkan kalau bukan menyedihkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah.

Serupa dengan berbisik adalah,  bercakap dengan suara keras tetapi dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh orang yang ketiga karena dampaknya sama, sama-sama dapat disalah pahami sama-sama dapat diduga melecehkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Agama berpesan kalau kita tidak dapat memberi, jangan mengambil hak orang.

Kalau kita tidak dapat memuji jangan melecehkan. Itulah yang dikehendaki dalam hidup bermasyarakat.

Fa'tabiru ya Ulil absart la'alakum turhamuun..


Resep hidup bahagia

 1. Kita baca qs. Annahl 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا...
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, taat dia.
وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Dan dia seorang mukmin
?Apa diujung ayatnya dikatakan
فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ
Sungguh benar-benar kami akan beri kepada mereka hidup yang baik طَيِّبَةًۚ yang bahagia. Itu didunia. Di akhirat bagaimana?
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Sungguh benar-benar pula kami beri balasan mereka dengan balasan terbaik dengan amal mereka.

Dalam ayat ini ada 2 syarat hidup tayyibah, hidup bahagia
Tayyibah maknanya baik, Hasanah juga baik, Khair juga baik.
Banyak kata-kata yang sinonim maksudnya sama, senang, bahagia,  baik.
Dalam ayat ini 2 syarat nya:

1. Beriman, asal beriman dia akan tenang dalam hidup dimana pun dia berada

2. Syarat nya amal saleh.

Walaupun dia beriman tetapi tidak mau beramal, atau beramal saja tapi ikut ikutan, tidak berdasarkan iman karena Allah.itu juga tidak membuat dia hidup bahagia.

2. Yang kedua QS.attalaq :2-3

وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ‏
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ​ ؕ
وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah Allah jadikan baginya jalan keluar dari kesulitan.
Jadi jika Kita ada kesulitan dalam hidup baik dari segi ekonomi, baik pendidikan, baik keluarga. Atau masalah2 lain yang kesulitan kita menghadapi nya. Insyaallah, Allah Akan jadikan مَخۡرَجًا jalan keluar. Syarat nya يَّـتَّـقِ اللّٰهَ, bertaqwa kepada Allah.
Mengadu kepada manusia kadang 2 gagal, ntak tolong kepada kawan kadang Ndak berhasil. Mintaklah kepada Allah insyaallah jalan keluar dari kesulitan ada2 saja itu.
Kadang2 kita sulit anak k wisuda, Wak k barangkek bisuak k bukik, keuangan Sadang sulit, panik rasonyo kadang 2 Ado jalan keluar nya itu, Ndak awak Pai k rumah kawan, kawan dtng kerumah awak, apo lai tau nyo info anak k wisuda. Yang butuh pertolongan. Allah akan berikan pertolongan dan jalan keluar namanya Mahkraja.
Yang kedua, Allah akan berikan Rezky kepada nya yang tidak diduga-duga.
Kadang-kadang yg diduga tidak berhasil yang Ndak diduga malah datang.

3. Rezky nya halal Lan tayyibah.

Rezki yang diperoleh halal lagi baik.
Dalam ayat dahulukan halal baru tayyib
Halal terbagi 2
Pertama zatnya, kedua sifat nya.
Contoh babi yg haram itu zatnya narkoba jg haram khamar haram itu zatnya.
Yang kedua sifat nya yang haram, caranya yang haram. Contoh kita makan dirumah mkn, Ndak kita bayar, keluar saja, orang rumah mknpun tidak memperhatikan itu, makan itu halal, tapi karena tidak dibayar jadi haram dia, sama dg mencuri itu.
Kemudian penggunaan nya, cara mendapatkan Kanya halal zatnya halal tapi penggunaan nya haram maka jadi haram.

Contoh uang halal tapi digunakan untuk main judi, beli narkoba, ya haram, najis.

Jadi orang yang akan bahagia Rezky nya halal Lan tayyibah

Bekerja sebagai ibadah

QS. Annahl 90

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Kerja dalam istilah Alquran disebut dengan amal.

Kerja atau amal adalah penggunaan daya. Manusia, memiliki banyak daya. Dia memiliki daya fikir, daya fisik daya qalbu daya hidup.

Bila kita menggunakannya, maka kita dinamakan bekerja. 

Daya fikir menghasilkan ilmu di daya, daya qalbu menghasilkan iman dan akhlak, daya fisik bila dilatih menghasilkan keterampilan dan daya hidup menghasilkan semangat untuk berjuang menghadapi tantangan.

Lalu amal, atau kerja yang akan menghasilkan nilai ibadah itu amal seperti apa??

Tentu amal yang Soleh. Yakni amal yang bermanfaat. Jadi Semakin lama manfaat suatu pekerjaan dan semakin luas jangkauannya maka semakin berkualitas amal itu.

Apa tuntunan agama tentang kerja/beramal ini?

1. Agar kita memulai perkejaan dengan bismillah dan mengakhiri dengan membaca hamdalah. Ini serupa dengan tujuan seorang ilmuan Amerika yang menulis tentang 7 kunci sukses, untuk meraih harapan, salah satu diantaranya mulailah dengan akhir yang anda tuju. kita memulai dengan menyebut nama Allah karena ada akhir yang kita tuju adalah Allah. 

Saudara...

Rasulullah Saw mengingatkan seseorang yang tidak terkalahkan oleh nafsu nya akan memiliki waktu 2 beramal yang beraneka ragam ada waktu yang digunakannya untuk menuntut ilmu pengetahuan, ada waktu yang digunakannya untuk berdialog dengan Allah, ada waktu yang digunakannya untuk melakukan introspeksi dan ada waktu yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya dalam kehidupan dunia ini.

Jadi kita dituntut untuk bekerja atau beramal Soleh, tentu saja Semakin banyak dan berkualitas amal kita semakin baik pula keimanan dan keislaman kita, kita dituntut untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini dan kita dituntut untuk mengisi waktu kita sebaik mungkin dengan amal sampai sampai Alquran menggaris bawahi 

فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙ

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),

Bapak ibuk..

2.dilakukan dengan ikhlas.

Jadi Marilah kita melakukan pekerjaan yang bermanfaat dengan ikhlas, semakin banyak manfaatnya semakin Baik amal itu. Perlu kita ingat, disamping melakukan amal yang berat, Jangan remehkan amal ringan atau kecilnya, sebab KETULUSAN dapat menjadikan nya besar di sisi Allah.

Jadi sebagai apapun profesi kita, jangan lupa kita bekerja kapan perlu jadikan pekerjaan kita bernilai sebagai sadaqah jahiriah pak ibuk.

Apak ibuk caliak c lah k prof. Google Beko dih!

Tigo amal yang Ndak putuih: satu,..... sadaqah jahiriah,  kolah no 1.

Apo makna e sadaqah jahiriah tu a makna e dek pak ibuk? 

Kalau jariah Bahaso kp Wak ko apo tu, nyiak?

....

A itu, Mauruih urang ko a, a tu sadaqah jahiriah tu. Itu Bahaso awak e, mauruih Jo melayani masyarakat ko a latiah Kito tu, Yo jariah pak ibuk dek e?

Jariah tu kan payah susah Wak dek e.

Pak dosen ambo menafsirkan sadaqah jahiriah itu termasuk mengurus organisasi keumatan.

Awak kok Ndak picayo Wak Jo sadaqah jahiriah ko Ndak Inyo gai Wak Pai maagiah kultum mari ko do nyiak wali, tapi ambo yakin Jo sadaqah jahiriah ko, ambo Ndak punyo pitih banyak do, kapandaian manyampaian ko teh nyo.

Jadi awak yang prioritas masuk sarugo bisuak pak ibuk, lh mati Wak amalan masuk juo le..

Cubolah pak ibuk pelajari makna sadaqah jahiriah tu..

. mengurus umat

. membangun masjid 

. Mengalirkan air yang tersumbat 

Dll..

Jalan dibuek urang, tasumbek a ia pak gali lancar aia, tu masuk sadaqah jahiriah.

3. Beramal sesuai tuntunan agama yakni Alquran dan hadits.

Minggu, 01 Maret 2026

BAHAYA SYIRIK DI ERA DIGITAL

 

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Syirik merupakan dosa terbesar dalam ajaran Islam karena berkaitan langsung dengan kemurnian tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT dalam segala bentuk ibadah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT dengan tegas memperingatkan bahaya syirik sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qur'an Surah Luqman ayat 13 bahwa syirik adalah kezaliman yang besar. Bahkan dalam Surah An-Nisa ayat 48 dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik jika pelakunya tidak bertaubat.

Membahas materi syirik menjadi sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami BAHKAN anak anak ustad sendiri, batasan-batasan antara tauhid dan perbuatan yang dapat mengarah kepada syirik, baik dalam bentuk keyakinan, ucapan, maupun perbuatan. Sebagian praktik budaya, tradisi, atau kebiasaan tertentu terkadang mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah Islam tanpa disadari.

B. Rumusan Masalah

1.   Apa pengertian syirik dan macam-macamnya?

2.   Apa bahaya syirik terhadap diri sendiri?

3.   Apa dampak syirik terhadap keluarga dan masyarakat?

4.   Bagaimana bentuk dan bahaya syirik di media sosial?

C. Tujuan Penulisan

1.   Menjelaskan pengertian dan macam macam syirik.

2.   Mengetahui bahaya syirik bagi individu, keluarga, dan masyarakat.

3.   Memahami bentuk syirik di media sosial dan cara menghindarinya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Syirik

Secara bahasa, syirik berarti menyekutukan.

Secara istilah, syirik adalah perbuatan menyamakan sesuatu dengan Allah dalam hal yang menjadi kekhususan-Nya. Dalam islam, syirik adalah dosa terbesar yang harus dijauhi oleh setiap Muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa dosa syirik tidak akan diampuni jika tidak bertaubat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 48:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”.

B. Macam-Macam Syirik

1.   Syirik Akbar (Syirik Besar) jali, jelas

Yaitu menyekutukan Allah secara nyata, kalau ini aman, nyata2 menyembah berhala, nyata nyata meyakini Tuhan lebih dari satu, nyata2 meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal yang ghaib, atau mempercayai adanya kekuatan lain yang setara dengan Allah.

2.   Syirik Asghar (Syirik Kecil), smar2 atau khafi

Yaitu perbuatan yang dapat mengarah pada syirik besar. Contoh:

·       riya’ (beramal dengan tujuan ingin ditunjuk ttunjukan kepada orang), bisa ingin dilihat orang bisa juga ingin diperdengarkan kepada orang.

Contoh: orang tau bacaan quran dia bagus, tapi kalau dibulan ramadhan tengah malam, tadarusnya dibuat di masjid, micnya kuat, sampai orang tak dapat tidur. Lagunya panjang...

Kalau dia betul bertadarus, kenapa harus begitu? Kan dia bisa baca sendiri tidak menganggu urusan orang. Ini bagian daripada ria..dia tunjuk tunjukan kehebatannya.

 

Begitu juga dengan sub’ah, diperdengarkan, jadi sub ah itu maksudnya bukan orang mengaji lalu didengar orang, bukan!

Yang sub’ah itu amalannya sembunyi, tidak ada orang tau, sudah tu cerita sama orang, eh,ngantuak ang nampak e mah beberapa hari ko, manga?

Adalah, apa? Salat malam!

 

Salat malam 2 rakaat, main chip 4 jam!

Laporan salat malam!

 

Apa penyebab riya?

1. sombong

2. ujub

Setiap sombong, pasti ujub

Tapi tidak setiap orang ujub pasti sombong. Sebab orang ujub 2 rukunnya:

Dirinya, lalu ada yang dibanggakannya.

 

Orang sombong 3 rukunnya:

Dirinya, ada yang dibanggakannya, ada sasarannya.

Contoh: bisa saja orang berkata, ini pendapatku, orang lain saya tidak tidak tau, pokoknya ini pendapatku saya yakin, bisa timbul ujub, tapi dia tidak sombong.

Tapi, ketika ditanya: itu pendapatmu, bagaimana pendapat orang lain, aa itu tolol itu.bodoh itu tak ada ilmu itu. Itu sombong, ada sasaran kebanggaanya.

 

Jadi orang riya, menyekutukan allah dengan yang lain.

Sedangkan orang sombong menyekutukan allah dengan dirinya.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarrah."

Sahabat bertanya: ya rasulullah, apakah rang senang pakaian cantik, sandal yang bagus itu kesombongan, tidak kata rasulullah. Innallaha jamiilun..

Yang sombong itu menolak kebenaran dan menghinakan manusia...

Jadi tak apa nak, kalaupun ananda banyak uang, tapi tidak bawa sandal sepatu bagus ndak masalah, Cuma kita sekarang banyak takut bawa sandal bagus2 ke masjid..sebab masjid kita sudah tidak aman. Jangankan sandal, kotak infak aja ngak aman tu..a

 

Begitu juga riya, nyumbang pembangunan masjid pake nama hamba allah, padahal sekampung org sudah kenal dia..

·       bersumpah atas nama selain Allah

·       memakai jimat sebagai penentu keberuntungan.

Jimat bisa mengantar seseorang kepada syirik besar atau syirik kecil. Dia syirik kecil kalau seseorang hanya sekedar pakai tapi dia yakin semua dari Allah, tetapi lama kelamaan bisa saja dia meyakini bahwa jimat itulah yang menyelamatkan nya. Makanya di dapat mengantar kepada syirik besar. Awalnya Cuma makai aja, ketika di tanya: ang baa pakai jimat? Aa ini Cuma makai aja ini, ndak pakai pun biasa aja, semuanya dari allah. tapi sampai kapan itu akan bertahan? Begitu tidak pakai jimat, mulai ketakutan dia, bahkan ketika terjadi kecelakaan., a inilah, gara2 tak pakai jimat kan?...awal, syirik kecil, tapi ini yang mengantar ke syirik besar.

*Anggapan sial

 

3 cara untuk mengenal antara syirik besar dan syirik kecil  

1. disebut oleh nas

QS. Al-Kahfi ayat 110.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدً

Barang siapa nanti di akhirat berharap bertemu dengan allah rabbul alamiin hendaklah ia mengerjakan amal saleh.

Apa amalan saleh? وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ

Dengan syarat tidak memperserikatkan allah dalam peribadatannya itu.

Ini slaha salah satu dalil dari syirik kecil, ini kadang beramal karena orang lain.

 2. rasulullah bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ

Qaal wamaa syirkul ashgar ya rasulullah?

Qaal: arriya.

Langsung rasul menyebut arriya itu adalah syirik kecil.

3. pemahaman para sahabat.

Diantaranya disebutkan:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

الرُّقَ adalah mantra/ jampe2

وَالتَّمَائِمَ jimat2

وَالتِّوَلَةَ jampe juga, tapi jampe pengasih, ilmu peletlah jaman kini ndak. Orang saking mau pakai ilmu pelet pake ayat quran.doa nabi yusuf, nabi yusuf tidak pakai doa dia sudah ganteng dan dikagumi oleh perempuan cantik . kita sudah pake peletpunn nenek nenek buat kita lemas.

Jadi وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ adalah bagian dari kesyirikan

 

C. Bahaya Syirik terhadap Diri Sendiri

*  Menghapus Amal Kebaikan

Amal ibadah seseorang dapat gugur jika ia melakukan syirik.

*  Mendapat Dosa Terbesar

Syirik adalah dosa yang paling besar di sisi Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

*  Menghilangkan Ketenangan Jiwa

Orang yang melakukan syirik cenderung hidup dalam ketakutan dan ketergantungan kepada selain Allah.

*  Menghalangi Masuk Surga

Jika seseorang meninggal dalam keadaan syirik dan tidak bertaubat, maka ia terancam tidak masuk surga.

D. Bahaya Syirik terhadap Keluarga

*  Rusaknya Pendidikan Aqidah Anak

Anak-anak akan meniru keyakinan orang tuanya.

Al-Baqarah ayat 133, ketika Nabi Ya‘qub ‘alaihis salam bertanya kepada anak-anaknya menjelang wafatnya:

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي ۖ قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya:

"Adakah kamu hadir ketika Ya‘qub kedatangan tanda-tanda maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepada-Nya

*  Hilangnya Keberkahan dalam Rumah Tangga

Rumah tangga yang dibangun tanpa tauhid yang kuat akan mudah dilanda konflik.

*  Munculnya Praktik-Praktik Khurafat

Seperti mempercayai ramalan, dukun, atau ritual tertentu yang menyimpang dari ajaran Islam.

E. Bahaya Syirik terhadap Masyarakat

*  Munculnya Kesesatan Massal

Jika syirik menyebar, masyarakat akan jauh dari nilai-nilai tauhid.

*  Tumbuhnya Praktik Penipuan Berkedok Agama

Banyak orang memanfaatkan kepercayaan syirik untuk mencari keuntungan.

*  Menghambat Kemajuan Umat

Kepercayaan kepada hal-hal mistis dapat membuat masyarakat tidak rasional dan tidak produktif.

F. Bahaya Syirik di Media Sosial

Di era digital, syirik dapat muncul dalam berbagai bentuk di media sosial, seperti:

*  Promosi Dukun Online dan Paranormal

Banyak akun yang menawarkan jasa pengasihan, pelet, atau pesugihan.

Padahal nabi bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ، أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ

Bukan termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur (merasa sial karena tanda-tanda tertentu) atau meminta ditathayyurkan, atau berdukun (kahin) atau meminta didukunkan.”

*  Konten Ramalan Zodiak, ramalan bintang 

Mempercayai ramalan sebagai penentu nasib termasuk bentuk kesyirikan.

*  Jimat Digital atau Ritual Virtual

Ada yang menjual benda-benda bertuah secara online.

*  Riya’ di Media Sosial

Memamerkan ibadah agar mendapat pujian termasuk syirik kecil.

a.   Bahaya syirik di media sosial antara lain:

b.   Penyebarannya sangat cepat.

c.    Mudah memengaruhi generasi muda.

d.   Sulit dikontrol karena bersifat global.

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam yang harus dijauhi. Bahayanya tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Di era media sosial, bentuk syirik semakin beragam dan tersebar luas sehingga umat Islam harus lebih waspada.

B. Saran

Semangat belajar

Memperkuat aqidah dan pemahaman tauhid.

Selektif dalam menggunakan media sosial.

Menghindari konten yang mengandung unsur kesyirikan.

Saling mengingatkan dalam kebaikan