Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Rabu, 30 April 2025

Etika Remaja Islam di Era digital






















Etika remaja Islam di era digital merupakan tentang bagaimana remaja Muslim memanfaatkan teknologi dan berinteraksi di dunia digital dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan prinsip etika Islam. Berikut adalah beberapa poin tentang etika remaja Islam di era digital:

1. Menjaga Integritas Identitas Muslim: Remaja Islam di era digital harus tetap menjaga integritas identitas Muslim mereka. Mereka harus menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti berbicara kasar, menyebarkan fitnah, atau menyebarkan konten yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

2. Berbicara dengan Hikmah: Remaja Islam harus berbicara dengan bijaksana dalam interaksi mereka di media sosial atau platform online lainnya. Hindari argumen dan konflik yang tidak perlu, dan selalu utarakan pendapat dengan sopan dan santun.

3. Berbagi Informasi yang Bermakna: Ketika menggunakan media sosial atau platform digital lainnya, remaja Islam harus berusaha untuk berbagi informasi yang bermanfaat dan bermakna. Dukung konten yang edukatif, inspiratif, atau positif yang dapat mempengaruhi orang lain dengan cara yang baik.

4. Berhati-hati dengan Privasi: Remaja Islam harus menjaga privasi mereka di dunia digital. Hindari berbagi informasi pribadi yang sensitif atau rahasia di tempat-tempat publik atau dengan orang yang tidak dikenal

5. Menjauhi Konten yang Merusak: Remaja Islam harus menghindari konten yang merusak moral atau spiritual mereka. Ini mencakup konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau materi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

6. Mengontrol Penggunaan Gadget: Remaja Islam harus mengontrol waktu dan pola penggunaan gadget mereka. Terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial atau permainan online dapat mengganggu keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

7. Memperkuat Iman dan Ibadah: Remaja Islam di era digital harus mengutamakan ibadah dan memperkuat iman mereka. 

8. Gunakan teknologi untuk mendukung praktik keagamaan seperti mendengarkan kuliah agama, membaca Al-Quran digital, atau mengikuti grup doa online.

9. Menjadi Teladan Positif: Remaja Islam di era digital memiliki kesempatan untuk menjadi teladan positif bagi orang lain. Dengan mengikuti etika Islam dalam interaksi online, mereka dapat menginspirasi orang lain untuk bertindak dengan cara yang baik juga.

10. Berlindung dari Fitnah dan Perpecahan: Remaja Islam harus berusaha untuk tidak terlibat dalam fitnah dan perpecahan yang sering terjadi di dunia maya. Jangan menyebarkan berita palsu atau ikut serta dalam kelompok-kelompok online yang bermusuhan.

10 Berdayakan dengan Ilmu dan Kebaikan: Remaja Islam di era digital harus berusaha untuk menggunakan teknologi dan keterampilan digital mereka untuk berdaya dan berkontribusi pada kebaikan bagi masyarakat, seperti menyebarkan informasi positif, dan membantu orang lain secara online.

Rabu, 23 April 2025

Cara Mendidik Anak Sukses, Orang Tua Jangan Katakan 4 Kalimat Ini

Orang tua memiliki peran sentral dalam mendidik anak. Jika ingin anak sukses di masa depan, maka pastikan kebutuhan jasmani dan emosional anak terpenuhi.

Bahkan, orang tua tak boleh sembarangan mengucapkan kata-kata ke anak. Para ahli menemukan fakta mencengangkan bahwa ucapan orang tua terhadap anak dapat memengaruhi pola pikir dan tumbuh kembang yang sangat krusial sebagai bekal kehidupan di masa depan.


Lingkungan positif untuk mendukung kecerdasan anak dalam pelajaran dan emosional terbentuk bila orang tua memahami pentingnya kalimat-kalimat yang tidak seharusnya diucapkan ke anaknya.

Hal ini dapat dipelajari dalam sebuah penelitian yang tertuang dalam buku berjudul "Raising an Entrepreneur: How to Help Your Children Achieve Their Dream, Margot Machol Bisnow," dikutip dari CNBC Make It. 


Dalam buku itu, dijelaskan setidaknya ada 4 kalimat yang tidak boleh dikatakan kepada anak, sebagai berikut:


1. "Ayah-ibu akan kasih uang kalau nilai kamu bagus."

Memberi uang saat anak mendapat nilai bagus atau merampungkan tugas sekolah lainnya ternyata tidak dianjurkan untuk dilakukan. Saat orang tua hanya fokus pada prestasi dan nilai memuaskan di sekolah, potensi anak akan redup sebelum bisa berkembang.


Nilai dan prestasi di sekolah memang penting. Namun, jangan lupa bahwa orang tua juga perlu mendukung perkembangan berbagai aspek lain dalam kehidupan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan positif.


2. "Tidak boleh main sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat."

Tidak sedikit orang tua yang tidak memahami keinginan dan cita-cita anak-anak mereka. Beberapa anak mungkin sebenarnya berkeinginan untuk pintar dalam akademis. Namun, tidak sedikit orang tua yang justru memaksakan kehendaknya sendiri.


Seharusnya, orang tua mendukung keinginan anak-anaknya. Sebab, aktivitas bermain dapat membantu anak untuk belajar bersosialisasi, membuat aturan, dan kesepakatan. Dengan demikian, anak dapat memiliki kesempatan untuk belajar sehingga mampu membuat keputusan.


3. "Ayah/ibu tidak percaya kamu, jadi ayah/ibu mengecek PR kamu dan memperbaiki kalau ada yang salah."

Setiap orang tua harus menekankan pentingnya tanggung jawab sejak usia dini. Mereka ingin anak-anak bertanggung jawab, menghadapi masalahnya sendiri, belajar dari kesalahan, dan lebih percaya diri seiring bertambahnya usia.

Pemilik Mutual Mobile, John Arrow, mengaku bahwa saat dia duduk di kelas lima, ia dan teman-temannya menulis surat kabar sekolah yang langsung habis terjual. Namun, mereka gagal melakukan pengecekan fakta.

Kepala sekolahnya pun menjadi sangat marah dan teman-temannya mendapat masalah dengan orang tua mereka. Namun, orang tua John tertawa dan menyuruhnya untuk memperbaiki kesalahannya.


"Mengetahui orang tua saya akan mendukung saya, bahkan ketika pihak sekolah menentang saya, membuat saya bekerja lebih keras untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka sudah membuatkan keputusan yang benar karena mempercayai saya," kata John.

4. "Ayah/ibu memberi tambahan uang saku supaya kamu bisa membeli apapun yang kamu mau."

Dampak negatif memanjakan anak bersumber dari kebiasaan orangtua yang memberikan semua keinginan anak. Kebiasaan ini secara tidak langsung membuat anak tidak bisa belajar tentang konsep dan sikap tanggung jawab.

Anak yang terbiasa dimanja dengan uang akan menjadi malas, tidak termotivasi, dan mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Pada akhirnya, mereka akan tumbuh besar tanpa kematangan emosional dan mengalami kesulitan mengatasi masalah ketika mereka dewasa.

Hal terpenting dalam mendukung anak adalah memberikan pengertian kepada anak mengenai kegunaan uang saku dan memberikan fasilitas bagi anak untuk menabung.

Nah, itu dia 4 kalimat yang jangan dikatakan kepada anak jika mau mereka tumbuh sukses di masa depan. Semangat ayah dan bunda!

Kamis, 17 April 2025

Menjaga Kualitas Taqwa-masjid pd gantiang

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

Wahai orang-orang yang beriman, mantapkan ketakwaan kamu kepada Allah, dan carilah sebanyak banyaknya ibadah, berjuanglah di jalan-Nya agar kamu menjadi orang yang beruntung.

Setiap kita hari ini berharap, bercita cita, berjuang, bekerja, mengabdikan diri, bagaimana agar prestasi dan derajat takwa ini dapat kita raih. 

Kenapa itu yang menjadi motivasi bagi kit?

Sebab Allah dalam Alquran menyebutkan:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

Kamu menjadi terhormat dan mulia ketika kamu bertaqwa.

Disebutkan lagi: Al anfal 29

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا

Orang yang beriman itu jika ketakwaannya benar dia mampu menjadi orang yang furqan, orang yang tegas, lugas dan mantap dalam menentukan sikap hidupnya.

Bahkan bukan hanya itu, Qs. Aliimbran: 133

وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ

Berlomba mendapat kan sorga yang disediakan untuk orang bertakwa.

Alhamdulillah, betapa banyak ayat, hadits dan pendapat ulama betapa takwa itu terhormat, mulia dan mendapatkan nya membawa kemuliaan.

Lalu bagaimana cara kita menjaga dan meningkatkan agar taqwa kita bernilai?

Khatib kutip pendapat Ali bin abi talib, Ada 4 cara menjaga kualitas takwa kita supaya bernilai:

1. Al-Khaufu min Al-Jalil, menjaga hati, agar hati ini merasa takut kepada yang maha kuasa.

*Takut kalau perintah Nya tidak sempurna kita lakukan. Harusnya salat 5 waktu kita buat 4. ...

Sedang kan perintah atasan saja tidak maksimal kita laksanakan, bapak-bapak kaumuslimin pasti kita kena marah. Apalagi perintah Allah.

Perintah orang saja, "Dilarang merokok!", merokok juga kita disitu. Apa kata orang?

"Paja ndak kurang aja", kecek urang. Ndak bataratik. Walaupun banyak juo diantara kita ini ndak taratik, dimasjid lah dituliskan oleh pengurus "jaga kebersihan", nyo buang juo sampah sumbarang lai. Itu contoh misalnya.

Itu takut nomor 1

* kemudian takut pula kalau larangan Allah sampai terlakukan.

Stiap kita pasti pernah melakukan larangan Allah ini, cuma masalah nya besar atau kecil. 

Disapo e wak dek urang, malengah wak! Itu melanggar larangan Allah. Allah katakan, jangan lah kamu melengah ketika disapa orang.

Basobok jo urang, Karuik kaniang, itu kanai melanggar perintah nabi.

Jadi kita yakin setiap kita pasti pernah melanggar larangan Allah, cuma ado yang skalanyo kecil sedang dan besar

* Takut pada kuasanya Allah. Tidak ada yang maha kuasa di dunia ini kecuali Allah.

Makonyo ndak terburu buru bana awak ibadah salat tu apak2 kaumuslimin, kalau ndak samparono beko payah pulo wak di nyo. 

Itu

2. Amalu bi At-Tanzil, beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT

3. Ar-Ridha bi Al-Qalil, merasa cukup dan ridho dengan pemberian Allah, meskipun hanya sedikit. 

Jadi Orang yang bertakwa harus bersyukur atas nikmat pemberian Alloh walaupun hanya sedikit.

4. Beristi'dad, persiapkan diri sebelum kematian.

Hidup kita di dunia ini sebentar, kita tau Dunia itu bahasa arab,  asal katanya  dana, dunya nun. Artinya dekat, sebentar saja.  Kan iya bapak-bapak kaumuslimin, sebentar2 sudah habis pula usia kita, sebentar2 sudah terjadi pula pemilu. 

Oleh karena nya persiapkan bekal menuju akhirat, dan bekal terbaik adalah Taqwa.


Selasa, 01 April 2025

AGAMA DAN PACARAN

Dalam Islam, pacaran (hubungan percintaan antara pria dan wanita sebelum pernikahan) tidak dianjurkan karena mendekati zina dan dapat membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Alih-alih, Islam lebih mengutamakan pendekatan yang disebut ta'aruf, yaitu proses saling mengenal untuk menentukan calon pasangan hidup, dengan tetap menjaga batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. 

Berikut adalah beberapa poin penting terkait agama dan pacaran:

Pacaran dan Zina:

Islam melarang hubungan pacaran karena dapat mendekati perbuatan zina, yaitu hubungan seksual di luar pernikahan. 

Ta'aruf:

Dalam Islam, pendekatan antara pria dan wanita untuk mengenal calon pasangan hidup lebih dianjurkan dan disebut ta'aruf. Ta'aruf adalah proses saling mengenal dengan tetap menjaga etika dan batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. 

Larangan Berduaan:

Islam juga melarang pria dan wanita yang bukan mahram berduaan, karena dapat menimbulkan fitnah. 

Dampak Negatif Pacaran:

Pacaran dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan prestasi akademik, kehamilan di luar nikah, dan dampak psikologis lainnya. 

Pernikahan sebagai Solusi:

Islam mendorong pernikahan sebagai bentuk ikatan yang halal dan teratur antara pria dan wanita. 

Pacaran Beda Agama:

Pacaran beda agama dibolehkan selama menjaga moral dan etika. Namun, jika berlanjut hingga pernikahan, perlu dipertimbangkan kemungkinan masalah hukum dan sosial, seperti terkait nasab anak dan warisan. 

Kesimpulan: Dalam Islam, pacaran tidak dianjurkan dan lebih diutamakan pendekatan yang disebut ta'aruf, dengan tetap menjaga batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. Pernikahan adalah solusi yang halal dan teratur untuk membentuk keluarga.