Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Senin, 05 Oktober 2026

IBADAH DAN PENGABDIAN

Oleh: Zainal Masri 

Masjid At-taubah, Jumat, 9 Oktober 2026

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah.

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Berdasarkan ayat ini bapak bapak kaumuslimin, kita dapat mengambil suatu itibar atau pelajaran, bahwa Kita hidup di dunia ini bukan hanya sekadar untuk hidup, tetapi untuk mengabdi kepada Allah.

Ibadah bukan hanya tentang panjangnya sujud, banyaknya zikir, atau lamanya kita berada di masjid.

Akan tetapi Ibadah adalah ketika hidup kita diarahkan kepada Allah.

Bekerja dengan jujur adalah ibadah.

Mencari nafkah untuk keluarga adalah ibadah.

Mendidik anak dengan sabar adalah ibadah.

Menolong sesama adalah ibadah.

Menahan amarah dan memaafkan adalah ibadah.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Apa saja yang sudah saya dapatkan dari kehidupan?”

Tetapi tanyalah diri kita:

“Apa saja yang sudah saya persembahkan kepada Allah melalui kehidupan ini?”

Sebab pada endingnya, rumah akan kita tinggalkan, harta akan kita tinggalkan, jabatan akan kita tinggalkan.

Yang kita bawa hanyalah amal dan pengabdian kita kepada Allah.

Maka selama napas masih berhembus,

selama kesempatan masih terbuka,

mari jadikan hidup sebagai ibadah,

jadikan pekerjaan sebagai pengabdian,

jadikan harta sebagai jalan kebaikan,

dan jadikan setiap langkah sebagai jalan menuju ridha Allah.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ikhlas dalam ibadah, hamba yang tulus dalam pengabdian, dan bermanfaat bagi sesama.

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah..

Jadi kalau ada uraian Penutup yang ingin khatib sampaikan: mari kita mulai hari ini beribadah:

“ karena Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa. Kita pun akan pergi menghadap Allah nanti tanpa membawa apa-apa. Di antara datang dan pergi itulah Allah memberi kita kesempatan untuk mengabdi. Maka jangan biarkan umur kita berlalu tanpa makna , dan  jangan biarkan hidup berlalu tanpa ibadah.”

Fa'tabiru ya Ulil Abshar laalakum turhamuun

Kamis, 01 Oktober 2026

HARI PERTANGGUNGJAWABAN MANUSIA DI HADAPAN ALLAH SWT

Pena: Zainal Masri 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَنَا وَرَزَقَنَا وَإِلَيْهِ مَرْجِعُنَا وَمَآبُنَا.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Fuji syukur kepada Allah SWT, salawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad Saw 

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah

Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi bagi Allah." (QS. Al-Haqqah: 18)

Kaumuslimin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Alangkah cepatnya sedetik dibanding dengan semenit, semenit dibandingkan dengan sejam, sejam dengan sehari, sehari dengan sebulan sebulan dengan setahun, pada endingnya alangkah cepatnya perjalanan waktu hari yang kita lalui dibanding dengan kehadiran usia kita. Mau kemanakah kita ini?

Ada yang berkata kita ini berjalan dan berjalan pada akhirnya kita punah kita, kita tidak ada lagi. Ini barangkali opini yang banyak berkembang di dunia barat yang boleh jadi sudah masuk sebagian ke negeri kita. 

Bagi kita orang yang beragama, tidak demikian, kita sedang berjalan menuju Tuhan, innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un...

Suatu hari nanti kita semua akan meninggalkan dunia ini. Jabatan akan kita tinggalkan. Harta akan kita tinggalkan. Rumah, kendaraan, pekerjaan, keluarga dan segala yang kita banggakan akan kita tinggalkan.

Yang kita bawa hanyalah amal shaleh.

Pada hari itulah manusia tidak lagi mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki orang lain bapak bapak kaumuslimin, tetapi mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya sendiri waktu di dunia.

Allah berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya."(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada amal yang benar-benar hilang dan sia2 di hadapan Allah

Kebaikan yang mungkin kita anggap kecil, Allah mengetahuinya.

Senyuman kepada saudara kita, Allah mengetahuinya.

Membantu orang yang kesusahan, Allah mengetahuinya.

Memberi nafkah kepada keluarga, Allah mengetahuinya.

Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak, Allah mengetahuinya.

Bahkan kebaikan yang tidak diketahui manusia sekalipun, tidak pernah tersembunyi dari Allah.

Sebaliknya, dosa yang kita sembunyikan dari manusia juga tidak tersembunyi dari Allah.

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ.

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan."(HR. Tirmidzi)

Mari kita Perhatikan, jamaah..

Kita akan ditanya tentang umur.

Berapa tahun yang telah kita jalani?

Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk ibadah?

Berapa banyak waktu yang habis untuk perkara yang tidak bermanfaat?

Kita akan ditanya tentang ilmu.

Apa yang kita ketahui?

Apakah ilmu itu kita amalkan?

Kita akan ditanya tentang harta.

Dari mana kita mendapatkannya?

Apakah halal atau haram?

Untuk apa kita membelanjakannya?

Dan kita akan ditanya tentang tubuh kita.

Untuk apa mata kita gunakan?

Untuk apa telinga kita gunakan?

Untuk apa tangan dan kaki kita gunakan?

Untuk apa kesehatan yang Allah berikan kepada kita?

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Karena itu, sebelum datang hari pertanggung jawaban, marilah kita melakukan muhasabah diri.

Jika selama ini kita masih banyak dosa, mari bertaubat.

Jika masih ada hak orang lain yang kita ambil, mari kita kembalikan.

Jika masih ada orang yang kita sakiti, mari kita minta maaf.

Jika masih kurang berbakti kepada orang tua, mari kita perbaiki.

Jika masih lalai terhadap keluarga, mari kita perhatikan.

Jika masih jauh dari Al-Qur'an, mari kita kembali mendekat.

Jangan menunggu usia tua untuk berubah.

Jangan menunggu sakit untuk beribadah.

Jangan menunggu kematian mendekat untuk bertaubat.

Sebab kita tidak pernah tahu kapan Allah memanggil kita.

Rabu, 30 September 2026

BRUS DI MAS TIGO NAGARI OLEH PEMATERI: USTAD RIKI JUSMAN, Lc



 Resume: Zainal Masri 

1. Kenali diri 

        Dengan pertanyaan " Siapa saya?

2. Bijak menggunakan HP, 

3. Saring sebelum shareing

4. Pergaulan remaja. 

Islam mengajarkan batasan pergaulan laki laki dan PR.

Batasan yang tidak boleh dilihat :

1. Batasan fisik, contoh aurat.

PR : semua anggota tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

LK2 : Antara pusar dan lutut.

Trend hari ini yang perlu disikapi, menyukai laki-laki sesama laki-laki, atau PR sama PR. 

2. Dilarang mendekati jalan Zina (QS. Alisra 32)

3. Menjaga hati dan pandangan. Caranya: Ketika terjatuh dalam dosa cepat ingat Allah dan cepat melakukan kebaikan.

Ctt: kita boleh menyukai orang lain, mencintai orang lain, tapi harus sesuai dengan tuntunan agama.

DOA ACARA HUT KE 81 KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2026


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا ، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Allahumma ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim. Dengan taburan nikmat,  naungan,  serta kasih sayang yang senantiasa mengiringi setiap detik perjalanan hidup kami.

Pada hari ini  kami berkumpul bersama sambil menengadahkan tangan menengadahkan tangan memanjatkan doa kehadiratMu Pada acara HUT Ke 81 Kabupaten Pasaman tiada daya dan upaya kecuali kekuatan dan pertolongan yang telah engkau berikan kepada kami.

Engkau berkati Acara kami ini ya Allah

Anugerahkanlah  kepada daerah kami tanah yang subur, masyarakat yang beragam, serta potensi alam dan sumber daya yang menjadi amanah bagi kami untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.

Ya Allah, 

Jadikanlah daerah kami daerah yang aman, tenteram, maju, sejahtera, dan penuh keberkahan. Jauhkanlah kami dari perpecahan, permusuhan, bencana, kemiskinan, dan berbagai keburukan.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami, pemimpin pemimpin yang takut kepada Mu dan sayang kepada kami, berikanlah mereka kekuatan, kesehatan, kecerdasan, kejujuran, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.

Bimbinglah mereka agar senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, menegakkan keadilan, menjaga integritas, serta menghadirkan kebijakan dan pembangunan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rezeki bagi masyarakat kami. Majukanlah pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan, usaha masyarakat, serta seluruh sektor pembangunan. Berikanlah kesempatan kepada generasi muda kami untuk belajar, berkarya, dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi bangsa dan daerahnya.

Ya Allah, jadikanlah peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ini sebagai momentum untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Selasa, 22 September 2026

Doa Pembukaan Acara RAWIYA Sekabupaten Pasaman

Yaallah..

Pada hari ini kami berkumpul bersama Ya Allah,  di pasar Malampah nagari Malampah kecamatan tigo nagari,pada acara tabligh Akbar RAWIYA sekabupaten Pasaman. Tiada daya dan upaya kecuali kekuatan dan kemauan yang telah engkau curahkan kepada kami. Engkau berkati acara kami ini ya Allah, curahkan keberkahan disisi Mu, jadikan lah pertemuan kami ini sebagai sarana ubudiah dan bibit penanaman nilai nilai regius kepada umat, serta menjadi Rahmat bagi kejayaan bangsa ini..

Ya Allah ya Ghaffar, engkau zat yang maha pengampun. ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dosa pemimpin pemimpin kami, serta dosa seluruh kaumuslimin dan muslimat 

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, keluarga kami dan anak-anak kami. Jadikanlah rumah tangga kami dipenuhi ketenteraman, kasih sayang dan rahmat.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, amal yang saleh, hati yang khusyuk dan akhir kehidupan yang baik.

Ya Allah, jagalah negeri kami dan seluruh keluarga kami. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman dan tenteram. Berilah kami kemampuan untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Rabbana aatina...

Annisa 17

 17

Allah menerima taubat itu bagi orang-orang yang melakukan kejahatan, bijahalah, jahil itu apa?

Bodoh, blm tentu bodoh, ada orang bodoh tidak jahil. Picik, gerak yang dilakukan tanpa tujuan yang benar itu kejahilan, aktivitas yang dilakukan dan menjatuhkan seseorang dari kebenaran itu jajal, zaman jahiliah, jahiliah modern 

Orang orang yang diterima Allah taubat nya, melakukan kesalahan dosa akibat dia tidak sadar, akibat picik, akibat tidak benar, lalu dia bertaubat minnkarib, dia bertaubat dari arah yang dekat. Apa maksud nya dari arah yang dekat??

Yakni sebelum rohnya berada di kerongkongan. Kalau sudah berada di kerongkongan tidak diterima lagi. Dan kedatangan maut itu tidak bisa kita duga kapan?

Boleh jadi sedang kita duduk...

Di YouTube kita liat sedang pidato meninggal 

18

Bukan nya taubat itu yang dikerjakan oleh orang yang melakukan aneka kejahatan sampai ketika kematian datang menghampiri mereka baru mereka berkata "saya sekarang mau bertaubat"



Senin, 21 September 2026

Annisa 15

 Perempuan2 yang mendatangi alfakhisyah, kata alfakhisyah dalam arti yang keji menurut akal, menurut adat, dan menurut agama.

Bisa jadi ada sesuatu yang tidak baik menurut adat tapi agama membolehkan. Bisa jadi ada sesuatu yang dibolehkan menurut agama tapi dalam adat suatu masyarakat bahwa itu kurang baik.

Jadi Fahkisyah keji

Apa yang keji itu? Disini ulama beda pendapat:

Salah satu penafsirannya adalah zina.

Ada yang mengatakan hubungan antar perempuan. Kalau zina itu hubungan lelaki dengan perempuan.

Alfakhisyah bisa berarti tempat yang keji.

Jadi perempuan2 yang mendatangi tempat-tempat yang keji, tempat tempat yang buruk.

Tidak harus zina! Jadi Ada tempat2 buruk, tidak wajar didatangi oleh seorang perempuan! Bagaimana sanksi atau hukumannya itu??

Sebelum kamu sanksi kepada nya, hendak lh ada 4 orang lelaki yang menjadi saksi yang menyaksikan perbuatan nya itu.

Kalau zina, kita harus ada 4 orang saksi yang menyaksikan bahwa dia mmg berzina, bukan hanya sekedar berduaan di dalam kamar.

Itu sebabnya, sanksi ini sangat berat untuk terlaksana!

Karena disamping agama melarang orang pergi ke tempat yang keji, juga yang pergi ke tempat yang kejipun untuk menjadi saksi,,hati hati!

Kenapa kamu pergi, kan begitu?

Nanti kita akan lihat bahwa kalau hanya 3 orang yang menjadi saksi, tidak diterima kesaksiannya, bahkan bisa jadi yang 3 orang itu yang terkena saksi.

Karena itu dinilai oleh agama kurang syarat, kalau dikita boleh jadi pencemaran nama baik.

Kita ambil penafsiran pertama, bahwa mendatangi tempat-tempat yang keji, tentu itu lebih ringan dari berzina 

Kemudian kalau 4 orang saksi itu telah memberikan kesaksian dan diterima kesaksiannya, maka perempuan2 yang mendatangi tempat-tempat yang keji itu famsiku hunna, tahan mereka dirumah 


Nah, ini ujian bagi kita:

Ada anak kita yang suka keluar dan pergi kesana, tahan jangan biarkan dia keluar!

Kenapa? Karena kalau kamu biarkan Dia keluar dia bisa kesana lagi 

Sampai kapan??

Ini banyak penafsiran sebenarnya, kita ambil 1, tahan doa sampai mati, jangan biarkan dia keluar rumah! Atau,  sampai dia kawin, kalau dia sudah kawin sudah ada suaminya.

Timbul pertanyaan?

Itu perempuan wajar nggak ditahan dirumah??

Kalau dia bersalah??

Jadi, kalau ada suami suami ada ayah yang melarang anaknya keluar, itu sebenarnya sama saja dengan menghukum dia

Dia mau pergi keluar ketempat teman nya yang baik2, dia mau pergi belajar ke sekolah, dia mau bekerja ketempat pekerjaannya yang terhormat, tidak boleh dilarang. Kalau dilarang itu namanya dijatuhi sanksi,, karena larangan keluar rumah menurut ayat ini adalah pergi ketempat yang keji..atau ketempat yang berpotensi dia melakukan kekejian. 

Sebaliknya orang tua, siapa pun yang mengizinkan pr pr yang berada dlm wewenang nya untuk pergi dan mengizinkan ketempat yang keji itu, maka yang bersangkutan ikut memikul dosa

Ayat 4:


Kita tidak ingin mendalami masalah ini, kita pindah ke arah lain: