Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Selasa, 22 September 2026

Annisa 17

 17

Allah menerima taubat itu bagi orang-orang yang melakukan kejahatan, bijahalah, jahil itu apa?

Bodoh, blm tentu bodoh, ada orang bodoh tidak jahil. Picik, gerak yang dilakukan tanpa tujuan yang benar itu kejahilan, aktivitas yang dilakukan dan menjatuhkan seseorang dari kebenaran itu jajal, zaman jahiliah, jahiliah modern 

Orang orang yang diterima Allah taubat nya, melakukan kesalahan dosa akibat dia tidak sadar, akibat picik, akibat tidak benar, lalu dia bertaubat minnkarib, dia bertaubat dari arah yang dekat. Apa maksud nya dari arah yang dekat??

Yakni sebelum rohnya berada di kerongkongan. Kalau sudah berada di kerongkongan tidak diterima lagi. Dan kedatangan maut itu tidak bisa kita duga kapan?

Boleh jadi sedang kita duduk...

Di YouTube kita liat sedang pidato meninggal 

18

Bukan nya taubat itu yang dikerjakan oleh orang yang melakukan aneka kejahatan sampai ketika kematian datang menghampiri mereka baru mereka berkata "saya sekarang mau bertaubat"



Senin, 21 September 2026

Annisa 15

 Perempuan2 yang mendatangi alfakhisyah, kata alfakhisyah dalam arti yang keji menurut akal, menurut adat, dan menurut agama.

Bisa jadi ada sesuatu yang tidak baik menurut adat tapi agama membolehkan. Bisa jadi ada sesuatu yang dibolehkan menurut agama tapi dalam adat suatu masyarakat bahwa itu kurang baik.

Jadi Fahkisyah keji

Apa yang keji itu? Disini ulama beda pendapat:

Salah satu penafsirannya adalah zina.

Ada yang mengatakan hubungan antar perempuan. Kalau zina itu hubungan lelaki dengan perempuan.

Alfakhisyah bisa berarti tempat yang keji.

Jadi perempuan2 yang mendatangi tempat-tempat yang keji, tempat tempat yang buruk.

Tidak harus zina! Jadi Ada tempat2 buruk, tidak wajar didatangi oleh seorang perempuan! Bagaimana sanksi atau hukumannya itu??

Sebelum kamu sanksi kepada nya, hendak lh ada 4 orang lelaki yang menjadi saksi yang menyaksikan perbuatan nya itu.

Kalau zina, kita harus ada 4 orang saksi yang menyaksikan bahwa dia mmg berzina, bukan hanya sekedar berduaan di dalam kamar.

Itu sebabnya, sanksi ini sangat berat untuk terlaksana!

Karena disamping agama melarang orang pergi ke tempat yang keji, juga yang pergi ke tempat yang kejipun untuk menjadi saksi,,hati hati!

Kenapa kamu pergi, kan begitu?

Nanti kita akan lihat bahwa kalau hanya 3 orang yang menjadi saksi, tidak diterima kesaksiannya, bahkan bisa jadi yang 3 orang itu yang terkena saksi.

Karena itu dinilai oleh agama kurang syarat, kalau dikita boleh jadi pencemaran nama baik.

Kita ambil penafsiran pertama, bahwa mendatangi tempat-tempat yang keji, tentu itu lebih ringan dari berzina 

Kemudian kalau 4 orang saksi itu telah memberikan kesaksian dan diterima kesaksiannya, maka perempuan2 yang mendatangi tempat-tempat yang keji itu famsiku hunna, tahan mereka dirumah 


Nah, ini ujian bagi kita:

Ada anak kita yang suka keluar dan pergi kesana, tahan jangan biarkan dia keluar!

Kenapa? Karena kalau kamu biarkan Dia keluar dia bisa kesana lagi 

Sampai kapan??

Ini banyak penafsiran sebenarnya, kita ambil 1, tahan doa sampai mati, jangan biarkan dia keluar rumah! Atau,  sampai dia kawin, kalau dia sudah kawin sudah ada suaminya.

Timbul pertanyaan?

Itu perempuan wajar nggak ditahan dirumah??

Kalau dia bersalah??

Jadi, kalau ada suami suami ada ayah yang melarang anaknya keluar, itu sebenarnya sama saja dengan menghukum dia

Dia mau pergi keluar ketempat teman nya yang baik2, dia mau pergi belajar ke sekolah, dia mau bekerja ketempat pekerjaannya yang terhormat, tidak boleh dilarang. Kalau dilarang itu namanya dijatuhi sanksi,, karena larangan keluar rumah menurut ayat ini adalah pergi ketempat yang keji..atau ketempat yang berpotensi dia melakukan kekejian. 

Sebaliknya orang tua, siapa pun yang mengizinkan pr pr yang berada dlm wewenang nya untuk pergi dan mengizinkan ketempat yang keji itu, maka yang bersangkutan ikut memikul dosa

Ayat 4:


Kita tidak ingin mendalami masalah ini, kita pindah ke arah lain:


Keteladanan Rasulullah

Sekarang hidup sudah perlu dipertanyakan. Menurunnya Akhlakul Karimah ditengah tengah2 asyarakat kita. Pergaulan bebas terjadi dimana mana, judi, mabuk2kan, KDRT 


Oleh karena itu ada 3 inti dari ayat tadi yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:

1. Ucapan 

2. Perbuatan dan salat

Kamis, 10 September 2026

MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM UCAPAN, PERBUATAN, DAN AKHLAK

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam kebaikan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”(QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam seluruh kehidupan.

Ada tiga hal utama yang dapat kita teladani:

Pertama, ucapan beliau.

Rasulullah ﷺ selalu berkata benar, baik, lembut, dan tidak menyakiti hati orang lain. Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau kalau tidak bisa berkata yang baik, lebih baik' diam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka kalau kita mencintai beliau, marilah kita menjaga lisan. Jangan mudah mencela, menggunjing, memfitnah, atau menyakiti orang lain dengan perkataan.

Orang bijak berkata:

Kedua, perbuatan beliau.

Rasulullah ﷺ rajin beribadah, suka menolong, bersedekah, menjaga silaturahmi, menyayangi keluarga, dan peduli kepada orang yang membutuhkan.

Kita tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Membantu tetangga, mengunjungi orang sakit, memberi makan orang yang membutuhkan, bahkan tersenyum kepada saudara kita juga merupakan kebaikan.

Ketiga, akhlak beliau.

Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat mulia. Jadi kalau kita mengaku umat beliau, cinta Rasul contohi akhlak mulia nabi.

Jadi, anak jadilah anak yang berakhlak, sekolah yang rajin, jangan melawan pada orang tua, jangan jatuhkan air mata orang tua, hargai guru..

Ridallaah..

Jadi pemuda juga demikian, jadilah pemuda yang berakhlak seperti nabi Muhammad.. jangan suka berjudi, sekarang judi sudah canggih, judol namanya, mudaratnya jauh lebih besar dari manfaatnya..

Almaidah 90

Jadi pemuda jadilah pemuda yang berakhlak... jangan terlibat dengan narkoba.

Jadi suami, jadilah suami yang berakhlak...

Kaumuslimin, kenapa karena istri bukan objek derita kaumuslimin, tapi istri adalah amanah Allah yang harus dijaga dicinta bukan dikhianati.

Inilah pentingnya pembiasaan akhlak, dan untuk memulai nya tentu dimulai dari diri kita sendiri..

Ada seorang bercita cita ingin mengubah dunia, Tapi dia gagal. Maka dia Turunkan target nya ingin mengubah bangsa nya menjadi lebih positif, dia gagal lagi, dia Turunkan! Sukunya, gagal juga, dia Turunkan lagi, pada akhir usia nya, ingin mengubah keluarga nya, ketika sampai di pembaringan maut, dia berucap "seandainya dulu saya memulai dengan mengubah diri saya, boleh jadi setelah berubah saya bisa mengubah keluarga saya, suku bangsa bahkan dunia.

Jadi kalau ada kata penutup yang saya ingin ucapan, mari kita mulai mengubah diri kita, mari kita mulai mengubah keluarga kita, tidak usah jauh-jauh dulu. 

Mari kita berusaha menyebarkan kedamaian, kalau bukan kedamaian aktif, minimal kedamaian pasif.

Apa yang saya maksud kedamaian pasif?

Kalau anda tidak bisa memberi, jangan halangi orang lain memberi, kalau anda tidak bisa memuji, jangan mencela, kalau anda tidak bisa membantu jangan jerumuskan orang. Itu saja dulu..

Insyaallah, pada masa-masa yang akan datang kita lebih banyak yang ikut, lebih banyak beraktivitas, sehingga tercipta bangsa yang bersatu,  yang damai, yang rukun, yang cinta, yang bersama dalam kebhinekaan, dsb.

Rabu, 09 September 2026

RUMAH TANGGA YANG SALAT DAN MEMBACA ALQURAN

Disebutkan dalam suatu riwayat:

نَوِّرُوا مَنَازِلَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ

“Terangilah rumah-rumah kalian dengan salat dan membaca Al-Qur’an.”

Ini merupakan anjuran agar rumah tangga dihidupkan dengan ibadah, salat, zikir, dan tilawah Al-Qur’an, sehingga rumah menjadi tempat yang penuh ketenangan dan keberkahan.

Rumah yang selalu diisi dengan salat dan tilawah Al-Qur’an bukan sekadar terang secara fisik, tetapi terang dengan iman dan petunjuk Allah. Karena itu, mari kita biasakan keluarga menyediakan waktu untuk membaca Al-Qur’an bersama, walaupun hanya beberapa ayat setiap hari.

“Jangan biarkan rumah kita hanya terang dengan lampu, tetapi gelap dari Al-Qur’an. Terangilah rumah dengan salat dan tilawah Al-Qur’an.”

Senin, 07 September 2026

BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK

Kehidupan manusia mengalami perubahan. Kita yang dahulu kecil, sekarang menjadi dewasa. Dahulu belum memiliki tanggung jawab, sekarang memiliki keluarga dan amanah. Waktu terus berjalan dan usia terus berkurang.

Namun pertanyaannya: apakah perubahan usia kita juga diikuti dengan perubahan kualitas iman dan amal kita?

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri."

Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya ikhtiar untuk berubah.

Kalau dahulu kita mudah marah, mari belajar menjadi lebih sabar.

Kalau dahulu kita jarang membaca Al-Qur'an, mari mulai membiasakannya.

Kalau dahulu kita sering menyakiti orang lain dengan perkataan, mari belajar menjaga lisan.

Kalau dahulu kita sering menunda salat, mari memperbaikinya.

Kalau dahulu hubungan dengan orang tua, saudara, atau tetangga renggang, mari kita mulai menyambung silaturahmi.

Jamaah rahimakumullah,

Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara istiqamah.

Satu ayat Al-Qur'an yang dibaca setiap hari.

Satu kebaikan yang dilakukan setiap hari.

Satu kesalahan yang kita tinggalkan.

Satu orang yang kita maafkan.

Satu hubungan yang kita perbaiki.

Itulah langkah-langkah perubahan.

Jangan berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan rajin beribadah.”

Jangan berkata, “Nanti kalau sudah kaya saya akan bersedekah.”

Jangan berkata, “Nanti kalau sudah punya waktu saya akan bersilaturahmi.”

Sebab kita tidak pernah tahu apakah kita masih memiliki kesempatan untuk mengatakan “nanti.”

Jamaah yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling terus-menerus, meskipun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka marilah kita berubah sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah.

Dari kurang baik menjadi lebih baik.

Dari lalai menjadi lebih ingat kepada Allah.

Dari jauh menjadi dekat.

Dari bermusuhan menjadi bersaudara.

Dari banyak mengeluh menjadi banyak bersyukur.

Semoga perubahan yang kita lakukan menjadi jalan menuju keridaan Allah SWT.

Uraian Penutup 

Ada seorang bercita cita ingin mengubah dunia, Tapi dia gagal. Maka dia Turunkan target nya ingin mengubah bangsa nya menjadi lebih positif, dia gagal lagi, dia Turunkan! Sukunya, gagal juga, dia Turunkan lagi, pada akhir usia nya, ingin mengubah keluarga nya, ketika sampai di pembaringan maut, dia berucap "seandainya dulu saya memulai dengan mengubah diri saya, boleh jadi setelah berubah saya bisa mengubah keluarga saya, suku bangsa bahkan dunia.

Jadi kalau ada kata penutup yang saya ingin ucapan, mari kita mulai mengubah diri kita, mari kita mulai mengubah keluarga kita, tidak usah jauh-jauh dulu. 

Mari kita berusaha menyebarkan kedamaian, kalau bukan kedamaian aktif, minimal kedamaian pasif.

Apa yang saya maksud kedamaian pasif?

Kalau anda tidak bisa memberi, jangan halangi orang lain memberi, kalau anda tidak bisa memuji, jangan mencela, kalau anda tidak bisa membantu jangan jerumuskan orang. Itu saja dulu..

Insyaallah, pada masa-masa yang akan datang kita lebih banyak yang ikut, lebih banyak beraktivitas, sehingga tercipta bangsa yang bersatu,  yang damai, yang rukun, yang cinta, yang bersama dalam kebhinekaan, dsb.
















Rujukan: Prof. Quraish Shihab 

Kamis, 13 Agustus 2026

CINTA TANAH AIR

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain (hari kebangkitan).” (Taaha: 55)

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa istilah Tanah Air” adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk menyebut seluruh bumi Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan. Istilah ini berbeda dengan sementara bangsa yang menggunakan istilah motherland atau fatherland untuk menunjuk wilayah mereka masing-masing.

Dalam bahasa arab kita kenal istilah Wathan, yang artinya tempat bermukim seseorang di mana kesetiaan dan pembelaannya tertuju ke tempat itu, baik dia lahir di sana maupun tidak.

Demikianlah sekelumit tentang arti tanah air. Kita selaku orang yang beriman, maka agama sebagai pedoman dan panduan hidup kita mengatakan kita manusia berasal dari tanah, begitu firman Nya dalam surat Tahaa 55

Jadi tanah adalah asal kejadian kita.

Sedangkan air adalah sumber kehidupan, orang tidak mungkin bisa hidup tanpa ada air, begitu dalam surat alambiya 30 

Jika demikian, kita memiliki keterikatan dengan tanah dan air. Dari sini wilayah tempat kita bermukim menuntut kita membela dan membangunnya, apalagi tanah dan segala isinya tidak kikir terhadap kita, tidak juga bosan mempersembahkan buat kita segala yang kita minta darinya.

Tanah air biasa juga kita kenal dengan tanah tumpah darah. Tentu Istilah ini bisa jadi inspirasi oleh kesadaran bahwa kita lahir bersamaan dengan tumpahnya darah pada saat dan setelah ibu melahirkan. Darah yang keluar setelah kelahiran kita dinamai nifas, sedangkan kata nifas terambil dari kata nafs yakni hadirnya seorang bayi yang berjiwa.

Jadi Tempat kita lahir dinamai “tumpah darah” artinya tempat kelahiran kita sekaligus menyiratkan bahwa kita bersedia membela tanah tersebut sampai titik darah yang penghabisan. Itulah tanah air kita. Itulah ibu pertiwi sekaligus di wilayah itulah darah kelahiran kita pernah tumpah melalui ibu kita.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Cinta tanah air merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah. Kita lahir, hidup, mencari rezeki, beribadah, dan membangun keluarga di negeri ini. Karena itu, seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaannya kepada tanah air melalui perbuatan yang baik.


Apa tanda seorang mukmin yang cinta tanah air?

Pertama, menjaga keamanan dan kedamaian. Menjaga keamanan adalah bagian dari rasa syukur dan cinta kepada tanah air. Bentuknya dapat dilakukan dengan menaati aturan, tidak membuat kerusuhan, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.

Kedua, menjaga persatuan. Perbedaan suku, bahasa, adat, dan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Bahwa manusia diciptakan oleh Allah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.

Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan suku, bangsa, dan kelompok bukan alasan untuk kita bermusuhan, tetapi menjadi sarana untuk lita‘ārafū—saling mengenal dan menghargai.

Ketiga, menjaga lingkungan.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.”

“Orang yang beriman tidak hanya rajin beribadah kepada Allah, tetapi juga menjaga ciptaan-Nya. Menjaga kebersihan, melestarikan alam, dan tidak membuat kerusakan adalah bagian dari amal saleh. Karena itu, mencintai tanah air dapat kita wujudkan dengan menjaga lingkungan tempat kita hidup.”

Keempat, mengisi kemerdekaan dengan iman, ilmu, dan amal saleh. QS. Almujadalah 11

Mari kita isi kemerdekaan ini dengan tiga kekuatan: iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, dan amal saleh yang nyata. Dengan iman kita memiliki arah, dengan ilmu kita memiliki kemampuan, dan dengan amal saleh kita memberikan manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan tanah air.”