Pena: Zainal Masri-PAI Tigo Nagari-Masjid At-taubah-Jumat, 9 Oktober 2026
Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah.
Ada sebuah ungkapan, bapak bapak kaumuslimin dari Buya Hamka yang populer bagi kita umat Islam di Indonesia, yang mungkin semua jamaah sudah tau, beliau beliau seorang ulama, sastrawan dan pemikir Islam Indonesia.
Beliau mengatakan:
“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”
Ungkapan ini bahasa nya sederhana tapi tajam, dan maknanya dalam, bahwa manusia hendaknya tidak hanya sekadar hidup dan bekerja, melainkan memiliki tujuan, memiliki nilai yang berkualitas, dan bermanfaat bagi sesama.
Bapak bapak kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah
Kalau kita merujuk kepada ayat-ayat suci Al-Qur'an, Allah telah memberikan kita akal, Allah memberikan kita hati, dan Allah telah memberikan kita iman agar kehidupan kita ini memiliki arah dan tujuan.
Bapak bapak kaumuslimin jamaah Jumat rahimakumullah
Lalu apa tujuan kita hidup?
Tujuan kita hidup, Tak lain dan tak bukan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ibadah tentu saja bukan sekedar panjangnya sujud, bukan hanya sekedar banyaknya zikir, atau lamanya kita berada di dalam masjid.
Akan tetapi Ibadah adalah ketika hidup kita diarahkan kepada apa yang diridhoi oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, apa pun pekerjaan kita, hendaknya kita jadikan sebagai jalan ibadah. Menjadi guru, pedagang, petani, menjadi pegawai, menjadi orang tua, atau siapa pun kita—jadikan semuanya bermanfaat bagi orang lain dan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.
Jadi guru, Jadilah guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi mendidik dengan hati dan menjadikan ilmu sebagai amal jariyah.
Jadi pedagang, Jadilah pedagang yang tidak sekadar mencari untung, tetapi menjaga kejujuran dan menjadikan rezeki halal sebagai jalan ibadah.
Jadi, Jadilah petani yang bukan hanya sekadar pandai menanam dan memanen, tetapi menyadari bahwa setiap benih yang tumbuh adalah tanda kebesaran Allah dan hasil panennya menjadi sumber kehidupan bagi sesama.
Jadi orang tua, Jadilah orang tua yang tidak sekadar mampu membesarkan anak2, tetapi menanamkan iman, akhlak, dan kebaikan sebagai bekal kehidupan mereka.
Jadi pemimpin, Jadilah pemimpin yang tidak sekadar memegang jabatan, tetapi menjadikan kekuasaan sebagai amanah untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat
Jadi pegawai, Jadilah pegawai yang tidak sekadar menjalankan tugas saja, tetapi bekerja dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kita kepada umat.
Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah
Sebab pada endingnya bapak bapak kaumuslimin, yang kita bawa menghadap Allah bukan banyaknya harta, yang kita bawa menghadap Allah bukan tingginya jabatan, atau panjangnya usia, tetapi amal yang kita kerjakan dan manfaat yang kita tinggalkan.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
Semoga Allah menjadikan umur kita bukan sekadar panjang, tetapi penuh berkah; bukan sekadar hidup, tetapi hidup yang berarti.
Fa'tabiru ya Ulil Abshar laalakum turhamuun
