مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ
“Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain (hari kebangkitan).” (Taaha: 55)
Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa istilah Tanah Air” adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk menyebut seluruh bumi Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan. Istilah ini berbeda dengan sementara bangsa yang menggunakan istilah motherland atau fatherland untuk menunjuk wilayah mereka masing-masing.
Dalam bahasa arab kita kenal istilah Wathan, yang artinya tempat bermukim seseorang di mana kesetiaan dan pembelaannya tertuju ke tempat itu, baik dia lahir di sana maupun tidak.
Demikianlah sekelumit tentang arti tanah air. Kita selaku orang yang beriman, maka agama sebagai pedoman dan panduan hidup kita mengatakan kita manusia berasal dari tanah, begitu firman Nya dalam surat Tahaa 55
Jadi tanah adalah asal kejadian kita.
Sedangkan air adalah sumber kehidupan, orang tidak mungkin bisa hidup tanpa ada air, begitu dalam surat alambiya 30
Jika demikian, kita memiliki keterikatan dengan tanah dan air. Dari sini wilayah tempat kita bermukim menuntut kita membela dan membangunnya, apalagi tanah dan segala isinya tidak kikir terhadap kita, tidak juga bosan mempersembahkan buat kita segala yang kita minta darinya.
Tanah air biasa juga kita kenal dengan tanah tumpah darah. Tentu Istilah ini bisa jadi inspirasi oleh kesadaran bahwa kita lahir bersamaan dengan tumpahnya darah pada saat dan setelah ibu melahirkan. Darah yang keluar setelah kelahiran kita dinamai nifas, sedangkan kata nifas terambil dari kata nafs yakni hadirnya seorang bayi yang berjiwa.
Jadi Tempat kita lahir dinamai “tumpah darah” artinya tempat kelahiran kita sekaligus menyiratkan bahwa kita bersedia membela tanah tersebut sampai titik darah yang penghabisan. Itulah tanah air kita. Itulah ibu pertiwi sekaligus di wilayah itulah darah kelahiran kita pernah tumpah melalui ibu kita.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Cinta tanah air merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah. Kita lahir, hidup, mencari rezeki, beribadah, dan membangun keluarga di negeri ini. Karena itu, seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaannya kepada tanah air melalui perbuatan yang baik.
Apa tanda seorang mukmin yang cinta tanah air?
Pertama, menjaga keamanan dan kedamaian. Menjaga keamanan adalah bagian dari rasa syukur dan cinta kepada tanah air. Bentuknya dapat dilakukan dengan menaati aturan, tidak membuat kerusuhan, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
Kedua, menjaga persatuan. Perbedaan suku, bahasa, adat, dan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Bahwa manusia diciptakan oleh Allah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.
Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan suku, bangsa, dan kelompok bukan alasan untuk kita bermusuhan, tetapi menjadi sarana untuk lita‘ārafū—saling mengenal dan menghargai.
Ketiga, menjaga lingkungan.
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.”
“Orang yang beriman tidak hanya rajin beribadah kepada Allah, tetapi juga menjaga ciptaan-Nya. Menjaga kebersihan, melestarikan alam, dan tidak membuat kerusakan adalah bagian dari amal saleh. Karena itu, mencintai tanah air dapat kita wujudkan dengan menjaga lingkungan tempat kita hidup.”
Keempat, mengisi kemerdekaan dengan iman, ilmu, dan amal saleh. QS. Almujadalah 11
Mari kita isi kemerdekaan ini dengan tiga kekuatan: iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, dan amal saleh yang nyata. Dengan iman kita memiliki arah, dengan ilmu kita memiliki kemampuan, dan dengan amal saleh kita memberikan manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan tanah air.”

