Tujuan Materi :
Siswa mampu memahami apa itu syirik dan jenis-jenisnya
Siswa mampu Mengetahui bentuk-bentuk syirik
Siswa mampu menjauhi perbuatan syirik
Sesungguhnya wajib atas setiap muslim dalam kehidupannya untuk khawatir terjerumus dalam setiap dosa yang menyebabkan kemurkaan dan kemarahan Allah Jalla wa ‘ala. Dan perkara yang paling besar bagi seorang hamba yang seseorang tersebut wajib khawatir darinya dan bersemangat untuk menjauhinya, serta bersungguh-sungguh untuk menjauhinya adalah syirik (menyekutukan) Allah Jalla wa ‘ala.
Benar, syirik kepada Allah Jalla wa ‘ala adalah dosa yang paling besar dan yang paling membahayakan. Syirik kepada Allah adalah kezaliman yang paling besar, dosa yang paling besar, dan merupakan dosa yang tidak diampuni (jika tidak bertaubat sebelum mati). Syirik kepada Allah merusak rububiyah, mencacati uluhiyah, merupakan buruk sangka kepada Rabb-nya seluruh makhluk Jalla wa ‘ala. Syirik kepada Allah Jalla wa ‘ala menyamakan selain Allah dengan Allah, menyamakan sesuatu yang kurang dan miskin dengan Dzat yang Maha Kaya dan Maha Agung Jalla wa ‘ala. Sesungguhnya kekhawatiran kita terhadap dosa syirik kepada Allah Jalla wa ‘ala harus lebih besar dari kekhawatiran kita dari seluruh perkara yang lain. Terdapat nash dan dalil-dalil dari Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya -semoga sholawat dan salam atasnya. Jika seorang hamba memikirkan dalil-dalil tersebut serta merenungkannya, niscaya akan mendatangkan ke dalam hatinya perasaan khawatir dari syirik dan menjadi peringatan darinya serta menjaga dari terjerumus ke dalamnya.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfriman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik terhadapnya dan akan mengampuni dosa selain itu bagi hamba yang Allah kehendaki. (Al-Qur’an Surat Annisa ayat 48)
Dalam ayat tersebut terdapat penjelasan bahwa barangsiapa yang berjumpa dengan Allah Tabaraka wa Ta’ala dalam keadaan berbuat syirik, maka sesunggunya ia tidak akan mendapatkan ampunan Allah. Bahkan tempat kembalinya ke neraka Jahanam, ia kekal di dalamnya. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak pula diringankan azabnya.
Orang musyrik berseru pada hari kiamat dan menginginkan untuk dikembalikan ke dunia untuk kesempatan kedua, namun tidak dikabulkan. Ia berkeinginan ketika dapat dikembalikan ke dunia, bersungguh-sungguh untuk beramal shalih berlainan dengan yang telah ia kerjakan dulu. Ia meminta untuk dibinasakan sehingga mereka mati, namun ia tidak mendapatkan jawaban dari permintaan tersebut. Ia meminta untuk diringankan (azab) walau hanya satu hari, namun ia tidak mendapatkan jawaban dari permintaan tersebut. Akan tetapi ia kekal dalam neraka Jahanam kekal di dalamnya selamanya. Bahkan sesungguhnya termasuk ayat yang paling agung dan paling keras untuk penduduk neraka adalah firman Allah Ta’ala dalam surat ‘Am (An Naba). Allah Jalla wa ‘ala berfirman :
فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
“Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab” (Al-Qur’an Surrat An Naba’ ayat: 30).
Sesungguhnya diantara yang mendatangkan kekhawatiran dari syirik dalam hati orang mukmin adalah kita merenungkan keadaan orang-orang shalih dan keadaan para nabi -yang kedudukannya dekat dengan Allah- tentang kekhawatiran mereka dari dosa yang besar ini. Cukuplah kita renungkan dakwah imam yang lurus Ibrahim Al Khalil ‘alaihis salam yang Allah jadikan ia sebagai kekasih. Ia menghancurkan patung-patung yang disembah dengan tangannya. Ia juga menyerukan untuk mentauhidkan Allah. Sehingga berdiri tegaklah perkara ini (tauhid) dalam kedudukan yang besar. Nabi Ibrahim berkata dalam do’a nya : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ibrahim : 35 – 36). Renungkanlah bahwa seorang imam yang lurus semoga sholawat dan salam atasnya, ia berdoa kepada Allah Jalla wa ‘ala untuk menjauhkannya dan keturunannya dari menyembah patung-patung. Yaitu agar menjadikan dirinya benar-benar jauh dari menyembah patung. Sehingga tidak mendekatinya dan tidak pula terjatuh dalam sesuatu yang menjadi perantara terjadinya penyembahan kepada patung. Ibrahim at Taimi Rahimahullahu Ta’ala ketika membaca ayat ini, ia berkata : “Siapa yang merasa aman dari musibah yang besar ini (syirik) setelah Ibrahim?” Maksudnya jika ibrahim Al Khalil ‘alaihis salam saja merasa takut dari syirik dan berdoa kepada Allah Ta’ala dengan doa yang sangat agung ini, maka bagaimana orang lain dapat merasa aman darinya.
Diantara dalil-dalil dalam bab ini, yaitu sebuah hadits yang terdapat di Musnad Ahmad dan yang lainnya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada para sahabat radhiallahu ‘anhum :”Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil” Kemudian para sahabat bertanya tentang syirik kecil tersebut, maka Rasulullah menjawab : “Riya'”.
Ulama berkata, jika Nabi ‘alaihisshalatu wasalaam mengkhawatirkan para sahabatnya dari syirik kecil, padahal mereka adalah orang-orang yang bersemangat dalam ketaatan dan tauhid. Maka bagaimana keadaan orang yang dibawah mereka dan orang yang tidak sampai derajatnya sepersepuluh dari mereka dalam masalah tauhid dan ibadah? Bahkan terdapat di Adabul Mufrod dengan sanad yang hasan dengan adanya penguat, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya kesyirikan yang ada pada diri kalian lebih samar daripada semut”. Sebagian sahabat berkata: “Bukankah yang dimaksud kesyirikan itu seseorang menjadikan tandingan bagi Allah padahal Ia adalah Maha Mencipta”. Nabi ‘alaihisshalatu wasallam bersabda :” Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya sesungguhnya kesyirikan yang ada pada diri kalian lebih samar daripada semut” Kemudian Nabi ‘alaihisshalatu wasallam bersabda : ”Apakah kalian mau aku tunjukkan sesuatu jika kalian ucapkan, maka Allah akan menghilangkan dari kalian kesyirikan yang sedikit dan banyak?” mereka mengatakan : “tentu wahai rasulullah”. Rasulullah bersabda: “ucapkanlah oleh kalian “Allahumma innaa na’uudzubika annusyrikabika wa nahnu na’lamu wanastaghfiruka lima laa a’lamu” (Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada Engkau sedangkan kami mengetahuinya dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui). Selayaknya do’a ini kita hapal dan kita perhatikan.
Dan diantara yang mendatangkan takut terhadap kesyirikan adalah sebagaimana yang terdapat dalam hadits-hadits yang sangat banyak dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari kabar yang ia sampaikan, bahwa diantara umatnya terdapat orang yang kembali menyembah berhala. Dan terdapat beberapa hadits yang menjelaskan hal ini :
Diantaranya adalah hadits yang terdapat dalam sunan Abu Dawud dan selainnya dari Nabi shalawaatullah wasalaamuhu, bahwa Nabi bersabda :
لا تقوم السّاعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين، وحتى تعبد قبائل من أمتي الأوثان
“Kiamat tidak akan ditegakkan sampai kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai kabilah-kabilah dari umatku menyembah berhala-berhala“.
Nabi ‘alaihi ashalatu wasalam juga bersabda,
لتتَّبعن سَنن من كان قبلكم شبرا شبرا ذراعا ذراعا حتى لو دخلوا جحر ضبّ لدخلتموه
“Kalian akan mengikuti umat-umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga walaupun seandainya mereka masuk ke lubang biawak, maka kalian pun akan mengikuti mereka”.
Seluruh hal tersebut Rasulullah sampaikan sebagai nasihat dan peringatan untuk umatnya dari dosa yang besar dan membinasakan ini. Semoga Allah melindungi kita seluruhnya dari dosa tersebut.
Dan diantara yang mendatangkan rasa khawatir terjerumus ke dalam kesyirikan adalah mengetahui bahwa orang musyrik tidak ada jarak antara dirinya dan api neraka kecuali kematian. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi ‘alaihish sholatu wasalaam dalam Shahih Al Bukhari :
من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار
“Barangsiapa mati dalam keadaan ia berdoa/beribadah kepada selain Allah, maka ia masuk ke dalam neraka”
Para ulama rahimahumullah berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa neraka dekat dengan orang musyrik, yaitu tidak ada jarak antara orang musyrik dan neraka kecuali hanya kematian”.
Berikut ini beberapa hal sepele yang ternyata termasuk ke dalam perbuatan syirik di zaman modern.
1. Percaya zodiak
Ramalan mengenai zodiak biasanya muncul hampir tiap pekan hingga bulan. Umumnya berisikan ramalan mengenai percintaan, karier dan keuangan seseorang berdasakan tanggal lahirnya. Tak heran bila akhirnya orang tertarik untuk membaca.
Tak hanya zodiak, perilaku syirik lainnya adalah percaya dengan hal berbau ramalan, horoskop, shio, dan undian. Dalam Islam sudah jelas hal ini dilarang dan sebaiknya dihindari.
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, makai a berarti telah kufur pada Al-Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (Ahmad).
Pada salah satu hadis, Rasulullah menjelaskan bahwasanya mereka yang mendatangi peramal dan percaya terhadap apa yang dikatakan peramal tersebut, maka salatnya tidak diterima selama 40 hari.
“Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal, kemudian percaya apa yang dikatakan, maka salatnya tidak diterima selama 40 hari.” (Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
2. Bersumpah selain atas nama Allah
Dalam Islam bersumpah harus menggunakan nama Allah, bukan selain-Nya. Rasulullah pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian, barang siapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam.” (Al-Bukhari).
Bersumpah atas nama selain Allah termasuk dalam perilaku syirik. Raslullah bersabda:
“Barang siapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan.” (Abu Daud dan At-Tirmidzi).
3. Penayangan film-film horor yang merusak keimanan
Fenomena kesyirikan di layar televisi yang menayangkan sejumlah acara film horor yang berbau mistis. Berbagai film horor itu kebanyakan mengisahkan tentang para hantu yang menakut-nakuti dan meneror manusia, bahkan hantu-hantu itu sampai ingin membunuh. Ini merupakan pembodohan sekaligus menebar kesesatan ke tengah-tengah masyarakat. Padahal setiap orang mati tidak mungkin bangkit kembali, mereka disibukkan dengan urusan besar mereka di alam kubur.
4. Mendatangi tempat-tempat/kuburan yang dikeramatkan untuk meminta pertolongan
Mendatangi tempat-tempat atau kuburan yang dikeramatkan yang banyak dilakukan oleh sebagian orang sekarang ini termasuk tradisi yang diwarisi dari leluhur. Sebelum Islam masuk di Nusantara, masyarakatnya sangat menghormati dan mengagung-agungkan tempat-tempat yang dianggap keramat, termasuk kuburan orang-orang yang dianggap sakti pada zamannya.
Di tempat-tempat keramat atau dikubur-kubur yang dikeramatkan tersebut banyak orang datang membawa berbagai sesajen seperti bunga kemudian mereka meminta pertolongan/menyampaikan hajatnya.
Banyak orang beranggapan bahwa tempat-tempat keramat yang ditunggui oleh jin setan, lelembut dan roh-roh halus atau kuburan orang sakti dapat memberikan pertolongan dan memberikan perlindungan dari berbagai keburukan.
5. Tradisi meyakini hari dan bulan tertentu sebagai hari/bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan dan hajat lainnya
Pada sebagian kalangan masyarakat meyakini bahwa ada hari dan bulan tertentu yang sial dan nahas, sehingga hari dan bulan tersebut harus dihindari untuk melangsungkan berbagai kegiatan terutama keperluan melangsungkan hajat pernikahan.
Mereka pantang memilih hari dan bulan yang diyakini sebagai hari dan bulan yang sial, karena apabila pernikahan dilakukan pada hari dan bulan sial tersebut kelak akan berakibat fatal terhadap rumah tangga tersebut, kemungkinan terjadinya perceraian sangat besar. Begitu juga apabila memulai suatu pekerjaan seperti membangun rumah, perniagaan dan lain-lainnya akan tidak mendapatkan keberuntungan.
Melakukan perjalanan jauh pada hari-hari yang dianggap sial dan nahas juga dihindari. Hari-hari yang dianggap sial dan nahas antara lain hari kelahiran, hari selasa dan hari rabu. Sedangkan bulan yang dianggap bulan yang tidak baik untuk pernikahan antara lain bulan Syawal, Muharram dan Safar menurut penanggalan tahun Hijriyah.
Hari-hari dan bulan-bulan yang sial dan nahas itu yang diyakini oleh kebanyakan orang-orang dari masyarakat suku jawa didasarkan kepada ramalan buku primbon peninggalan nenek moyang yang terus dilestarikan.
6. Percaya adanya pertolongan selain dari Allah, seperti Khodam dan sejenisnya.
Hal ini merupakan sebuah kesyirikan, sebab dalam Tauhid, seorang hanya meminta tolong kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Padahal, kekuatan dan penguasaan alam semesta hanyalah milik Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebaik-baik pelindung adalah Allah dan sebaik-baik penolong adalah Allah Subhanahu wa ta’ala.
7. Beribadah dan beramal sholeh dengan mengharapkan pujian dan like di Media Sosial.
Hal ini termasuk salah satu syirik kecil yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alahi wa sallam. Mungkin Saja kita tidak menyembah patung dan tidak datang ke Dukun, namun kita melakukan amal sholeh dan ibadah bukan Karena Allah dan terjatuh dalam perbuatan Riya’.