Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam kebaikan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”(QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam seluruh kehidupan.
Ada tiga hal utama yang dapat kita teladani:
Pertama, ucapan beliau.
Rasulullah ﷺ selalu berkata benar, baik, lembut, dan tidak menyakiti hati orang lain. Beliau bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau kalau tidak bisa berkata yang baik, lebih baik' diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka kalau kita mencintai beliau, marilah kita menjaga lisan. Jangan mudah mencela, menggunjing, memfitnah, atau menyakiti orang lain dengan perkataan.
Orang bijak berkata:
Kedua, perbuatan beliau.
Rasulullah ﷺ rajin beribadah, suka menolong, bersedekah, menjaga silaturahmi, menyayangi keluarga, dan peduli kepada orang yang membutuhkan.
Kita tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Membantu tetangga, mengunjungi orang sakit, memberi makan orang yang membutuhkan, bahkan tersenyum kepada saudara kita juga merupakan kebaikan.
Ketiga, akhlak beliau.
Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat mulia. Jadi kalau kita mengaku umat beliau, cinta Rasul contohi akhlak mulia nabi.
Jadi, anak jadilah anak yang berakhlak, sekolah yang rajin, jangan melawan pada orang tua, jangan jatuhkan air mata orang tua, hargai guru..
Ridallaah..
Jadi pemuda juga demikian, jadilah pemuda yang berakhlak seperti nabi Muhammad.. jangan suka berjudi, sekarang judi sudah canggih, judol namanya, mudaratnya jauh lebih besar dari manfaatnya..
Almaidah 90
Jadi pemuda jadilah pemuda yang berakhlak... jangan terlibat dengan narkoba.
Jadi suami, jadilah suami yang berakhlak...
Kaumuslimin, kenapa karena istri bukan objek derita kaumuslimin, tapi istri adalah amanah Allah yang harus dijaga dicinta bukan dikhianati.
Inilah pentingnya pembiasaan akhlak, dan untuk memulai nya tentu dimulai dari diri kita sendiri..
Ada seorang bercita cita ingin mengubah dunia, Tapi dia gagal. Maka dia Turunkan target nya ingin mengubah bangsa nya menjadi lebih positif, dia gagal lagi, dia Turunkan! Sukunya, gagal juga, dia Turunkan lagi, pada akhir usia nya, ingin mengubah keluarga nya, ketika sampai di pembaringan maut, dia berucap "seandainya dulu saya memulai dengan mengubah diri saya, boleh jadi setelah berubah saya bisa mengubah keluarga saya, suku bangsa bahkan dunia.
Jadi kalau ada kata penutup yang saya ingin ucapan, mari kita mulai mengubah diri kita, mari kita mulai mengubah keluarga kita, tidak usah jauh-jauh dulu.
Mari kita berusaha menyebarkan kedamaian, kalau bukan kedamaian aktif, minimal kedamaian pasif.
Apa yang saya maksud kedamaian pasif?
Kalau anda tidak bisa memberi, jangan halangi orang lain memberi, kalau anda tidak bisa memuji, jangan mencela, kalau anda tidak bisa membantu jangan jerumuskan orang. Itu saja dulu..
Insyaallah, pada masa-masa yang akan datang kita lebih banyak yang ikut, lebih banyak beraktivitas, sehingga tercipta bangsa yang bersatu, yang damai, yang rukun, yang cinta, yang bersama dalam kebhinekaan, dsb.