Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Kamis, 09 April 2026

Sikap Remeh yang Berbuah Kerugian Besar”

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا:

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْعُلَمَاءِ حُرِمَ الْعِلْمَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأُمَرَاءِ حُرِمَ الدُّنْيَا،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْجِيرَانِ حُرِمَ الْمَنَافِعَ،

وَمَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الشَّفَاعَةَ،

مَنِ اسْتَخَفَّ بِالْأَقَارِبِ حُرِمَ الْمَوَدَّةَ

***

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan). Dan jangan pula perempuan-perempuan (merendahkan) perempuan lain, boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik dari mereka. Janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

 مَنِ اسْتَخَفَّ بِخَمْسٍ حُرِمَ خَمْسًا

1. Manistakhafa bil ulama, hasiraddiina. Barang siapa yang meremehkan ulama, dia akan rugi dari segi agama. Dari segi ilmu.

Kalau agama rugi sengsara lah kita dunia akhirat. Orang tidak akan bahagia tanpa agama. Tau dan mengerti nya kita tentang agama itu termasuk jasa dan perjuangan nya guru guru kita dan para ulama kita terdahulu. 

Al ulama wawarasatul Ambiya.

Oleh karenanya kita tidak boleh memandang enteng, remeh para ulama. Rugi besar dunia akhirat.

2. Wamanis takhaffa bil Umara, hasiratddunya. Barang siapa yang meremehkan pemerintah mulai dari tingkat yang paling bawah, Wali nagari, camat, bupati sampai ke yang paling atas dsb, kita rugi dari segi dunia. 

Contoh sederhana bapak kaumuslimin kalau Wali nagari kita remehkan, kita tidak akan mendapatkan KTP, orang tidak mungkin naik pesawat tanpa KTP, orang tidak mungkin naik haji tanpa ktp, itu contoh kecil bapak kaumuslimin belum lagi fasilitas dan hal2 yg lain. Oleh karena itu hal ini jangan sampai terjadi pada diri dan keluarga kita.

3. Wamanis takhaffa bil jiiran, khasiran manafi a. 

Barang siapa meremehkan "Jiran" Jiran tetangga.

Tetangga baik dirumah kita, baik dikantor baik dipasar. Orang2 yg ada di sekitar kita, sama agama atau tidak, apalagi kita orang beriman. Nah, kalau kita tinggal di perkampungan yang rapat penduduk nya, ukuran nya 70 kiri kanan muka belakang rumah, semuanya Jiran kita, ada yang dekat ada yang jauh. Hubungan kita harus utuh harus kasih sayang dengan mereka. 

Malah indikasi orang beriman, baik hubungan silaturrahmi nya dengan jiran.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hormati Jiran. 

Jadi inilah pentingnya menjaga hubungan baik dengan jiran, akan terasa nikmatnya duduk bersama itu kalau baik dengan jiran.

"Duduak surang basampik sampik duduak Basamo balapang lapang", salah satu indikasi nya baik dengan jiran. 

Apapun kondisi kita bapak bapak kaumuslimin, apalagi dalam musibah, siapa yang mula-mula membantu kita, tidak lain kecuali tetangga.

Kalau kita renung2kan banyak manfaat tetangga itu bapak kaumuslimin, masalah pesta Jiran yg menolong, masalah musibah Jiran menolong, masalah Kematian Jiran menolong. 

Pergi kita keluar kota siapa yang akan mengetahui kondisi rumah kita, bahkan menjaganya kalau bukan tetangga.

Oleh karenanya siapa yang meremehkan tetangga rugi dari segi manfaat.

4. Wamanis takhaffa bil aqaa rib, 

Barang siapa yang meremehkan karib kerabatnya, dekat dia dengan keluarganya, rugi dari segi kasih sayang. Mamak saja dilecehkan bapak kaumuslimin, siapa yang mengurus pernikahan kemenakan kalau tidak mamak.. bisa saja seseorang tidak jadi pesta karena tidak baik hubungannya dengan si mamak, ini memang kelihatannya bagi sebagian orang sepele tapi besar pengaruh nya. 

Oleh karena itu agar kasih sayang terjalin, maka jalin silaturahmi dengan karib kerabat, Apakah adik kita, kakak kita, mamak kita kemenakan dsb

5. Wamanis takhaffa bil aqaaribi hurimal mawadah. Barang siapa yang memandang enteng keluarganya, kalau oleh suami, istri. Kalau oleh istri, suami! rugi dia dari segi kasih sayang.

Bapak bapak mungkin telah melihat berapa banyak laki2 yang bercerai, nikah lagi, bercerai, nikah lagi lalu bercerai lagi. Kenapa itu bisa terjadi? Karena meremehkan istri bapak bapak, atau istri meremehkan suami akhirnya menderita!

Jadi inilah mudah mudahan yang 5 ini tidak ada pada diri kita bapak kaumuslimin. Kalaupun ada mari kita buang jauh-jauh  agar kita tidak rugi dunia akhirat.


Naskah populer: Semangat Belajar Al-Qur’an di Usia Senja


Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, semangat untuk belajar Al-Qur’an tetap dapat tumbuh meskipun seseorang sudah memasuki usia lanjut.

Di beberapa majelis taklim dan kelompok jamaah masjid dan mushalla, penulis dapat melihat dan menjelaskan. Para lansia dengan penuh kesungguhan duduk bersama membuka mushaf Al-Qur’an, berusaha mengeja huruf demi huruf Al-Qur'an Walaupun usia tidak lagi muda dan daya ingat tidak sekuat dahulu, semangat mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap menyala.

Bagi sebagian jamaah yang sudah memasuki usia lanjut belajar Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga menjadi sarana menenangkan hati dan memperkuat keimanan. Dalam suasana pengajian yang hangat dan penuh kebersamaan, mereka saling memberi semangat dan dukungan. Kesalahan dalam membaca tidak menjadi penghalang, justru menjadi bagian dari proses belajar yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Peran penyuluh agama dan guru mengaji sangat penting dalam membimbing para lansia tersebut. Dengan metode pembelajaran yang sederhana, sabar, dan penuh perhatian, para lansia dapat belajar secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Pendekatan yang lembut dan penuh motivasi membuat mereka merasa dihargai dan semakin percaya diri untuk terus belajar.

Semangat belajar Al-Qur’an di kalangan lansia menjadi teladan bagi generasi muda. Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap berusaha memperbaiki bacaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an.

Melalui kegiatan pembinaan Al-Qur’an bagi lansia, diharapkan semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an sepanjang hayat. Karena pada akhirnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi kehidupan seorang Muslim hingga akhir hayatnya.

Sabtu, 04 April 2026

CORETAN PENA HARIAN

 


Umumnya begitu, orang mungkin melihat kita senang, santai. Orang melihat kita bekerja dan mendapatkan uang, tetapi mereka tidak tahu perjuangan di baliknya: bangun pagi dengan mata berat, makan sering terlambat, kurang tidur, berusaha menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Kamis, 26 Maret 2026

Minal Aidin Walfaizin

Siapa yang dimaksud dengan Alfaizin?

Ada paling tidak Beberapa ayat yang memberikan gambaran tentang Alfaizin Atau alfaizuun

1. At-taubah ayat 20

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢٠

Orang-orang yang beriman dan berhijrah (meninggal kan keburukan untuk melakukan suatu kebaikan) serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah. Dan Mereka itulah Alfaizun.

Dari ayat ini, bapak bapak kita tau, siapa sekarang Alfaizun?

Yaitu yang beriman, yang berjuang, mengorbankan harta jiwanya untuk kebaikan.

2.  QS. An-Nur Ayat 52 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Siapa yang taat kepada Allah dan rasulnya dan kagum kepada Nya, mereka itulah Alfaizun.

Jadi taat kepada Allah dan kagum, sekarang bisa kagum Ndak kita? Kalau tidak mengenal?

Jadi mari kita pelajari, pelajari Asmaul Husna pelajari ayat ayat Allah dan pelari sifat2 Allah.

Jadi semoga kita termasuk Alfaizun artinya semoga kita lebih kenal Tuhan dengan mengenal Ayat, nama dan sifat-sifat nya.

Jangan kita kenal Allah itu bahwa siksaNya pedih, jangan kita hanya kenal Tuhan bahwa dia maha pengampun. Ada yang lain.

3. Alhasir 18-19

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkan nya untuk hari esok (akhirat).

Ini yang penting diperhatikan bapak bapak kaumuslimin, hari esok, jangan hanya pikirkan dapat hari ini habis hari ini, punya duit jangan habiskan poya poya hari ini saja, masih ada hari esok..esok, esoknya mati masih ada esok nya lagi, siapkan untuk itu.

Lebih lanjut baru Dia katakan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Jangan lah Kamu seperti orang yang melupakan Allah, sehingga lupa nya kepada Allah menjadi kannya lupa diri, orang....

Lalu Allah katakan:

لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Tidaklah sama penghuni neraka dengan penghuni sorga, penghuni sorga itulah Alfaizun.

Jadi inilah yang bisa khatib hidangkan tentang arti alfaizin dalam makna yang sederhana, bahwa di lebaran hari ini mari kita bersyukur dengan meningkatkan ketaatan kita dan selalu ingat Allah dan jangan melupakan Nya.

Rabu, 18 Maret 2026

Berbisik-bisik berdua dihadapan orang Ketiga

 Disusun Oleh: Zainal Masri

 Allah SWT berfirman:

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا تَناجَيْتُمْ فَلا تَتَناجَوْا بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوانِ وَ مَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَ تَناجَوْا بِالْبِرِّ وَ التَّقْوى‏ وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 

(QS. Al-Mujadalah : 9)

~Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu berbisik rahasia , janganlah berbisik rahasia dengan dosa dan permusuhan dan mendurhaka Rasul, tetapi berbisik rahasialah dengan kebaji kan dan taqwa ; Dan taqwalah kepada Allah , Yang kamu sekalian akan dikumpulkan~ (QS. Al-Mujadalah : 9)

Hadits:

Nabi Berpesan, 

إِذَاكُنْتُمْ ثَلَاثَة فَلَا يَتنََاجَى اثْنَانِ دُونَ الآخَرَحَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُخْزِنُهُ

Janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa menyertakan yang lain sehingga kalian berkumpul dengan orang banyak. Karena yang demikian bisa menyebabkan orang yang tidak terlibat menjadi sedih.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Apa yang telah kita baca dari firman Allah dan hadits di atas, menunjukkan betapa benar dan bijaksana Allah dan rasul SAW, ketika memberi tuntunan yang menyatakan jangan lah hendaknya 2 orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yg ketiga dalam riwayat lain ditambahkan kecuali dalam kerumunan orang

Mengapa demikian? Karena berbisik-bisik berduaan dihadapan orang ketiga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Bisa pihak ketiga menduga bahwa ia sedang dilecehkan, bisa juga bahwa ada sesuatu yang direncanakan untuknya.

 Oleh karena itu jangan lah sabda nabi, dua orang berbisik-bisik dihadapan rekannya yang ketiga. 

Kita Manusia ini, dinamai الْاِنْسَان Karena dia berfungsi menjaga hubungan harmonis dan memberikan kegembiraan kepada manusia yang lain apalagi temannya.

Berbisik bisik berdua dihadapan orang ke 3 berdampak buruk dan dapat menjengkelkan kalau bukan menyedihkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah.

Serupa dengan berbisik adalah,  bercakap dengan suara keras tetapi dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh orang yang ketiga karena dampaknya sama, sama-sama dapat disalah pahami sama-sama dapat diduga melecehkan.

Kaumuslimin jamaah jumat Rahimakumullah

Agama berpesan kalau kita tidak dapat memberi, jangan mengambil hak orang.

Kalau kita tidak dapat memuji jangan melecehkan. Itulah yang dikehendaki dalam hidup bermasyarakat.

Fa'tabiru ya Ulil absart la'alakum turhamuun..


Resep hidup bahagia

 1. Kita baca qs. Annahl 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا...
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, taat dia.
وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Dan dia seorang mukmin
?Apa diujung ayatnya dikatakan
فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ
Sungguh benar-benar kami akan beri kepada mereka hidup yang baik طَيِّبَةًۚ yang bahagia. Itu didunia. Di akhirat bagaimana?
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Sungguh benar-benar pula kami beri balasan mereka dengan balasan terbaik dengan amal mereka.

Dalam ayat ini ada 2 syarat hidup tayyibah, hidup bahagia
Tayyibah maknanya baik, Hasanah juga baik, Khair juga baik.
Banyak kata-kata yang sinonim maksudnya sama, senang, bahagia,  baik.
Dalam ayat ini 2 syarat nya:

1. Beriman, asal beriman dia akan tenang dalam hidup dimana pun dia berada

2. Syarat nya amal saleh.

Walaupun dia beriman tetapi tidak mau beramal, atau beramal saja tapi ikut ikutan, tidak berdasarkan iman karena Allah.itu juga tidak membuat dia hidup bahagia.

2. Yang kedua QS.attalaq :2-3

وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ‏
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ​ ؕ
وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah Allah jadikan baginya jalan keluar dari kesulitan.
Jadi jika Kita ada kesulitan dalam hidup baik dari segi ekonomi, baik pendidikan, baik keluarga. Atau masalah2 lain yang kesulitan kita menghadapi nya. Insyaallah, Allah Akan jadikan مَخۡرَجًا jalan keluar. Syarat nya يَّـتَّـقِ اللّٰهَ, bertaqwa kepada Allah.
Mengadu kepada manusia kadang 2 gagal, ntak tolong kepada kawan kadang Ndak berhasil. Mintaklah kepada Allah insyaallah jalan keluar dari kesulitan ada2 saja itu.
Kadang2 kita sulit anak k wisuda, Wak k barangkek bisuak k bukik, keuangan Sadang sulit, panik rasonyo kadang 2 Ado jalan keluar nya itu, Ndak awak Pai k rumah kawan, kawan dtng kerumah awak, apo lai tau nyo info anak k wisuda. Yang butuh pertolongan. Allah akan berikan pertolongan dan jalan keluar namanya Mahkraja.
Yang kedua, Allah akan berikan Rezky kepada nya yang tidak diduga-duga.
Kadang-kadang yg diduga tidak berhasil yang Ndak diduga malah datang.

3. Rezky nya halal Lan tayyibah.

Rezki yang diperoleh halal lagi baik.
Dalam ayat dahulukan halal baru tayyib
Halal terbagi 2
Pertama zatnya, kedua sifat nya.
Contoh babi yg haram itu zatnya narkoba jg haram khamar haram itu zatnya.
Yang kedua sifat nya yang haram, caranya yang haram. Contoh kita makan dirumah mkn, Ndak kita bayar, keluar saja, orang rumah mknpun tidak memperhatikan itu, makan itu halal, tapi karena tidak dibayar jadi haram dia, sama dg mencuri itu.
Kemudian penggunaan nya, cara mendapatkan Kanya halal zatnya halal tapi penggunaan nya haram maka jadi haram.

Contoh uang halal tapi digunakan untuk main judi, beli narkoba, ya haram, najis.

Jadi orang yang akan bahagia Rezky nya halal Lan tayyibah