Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Kamis, 29 Oktober 2026

Meraih Berkah dalam Pengabdian.

Pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan satu tema sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu Meraih Berkah dalam Pengabdian.

Hadirin...

Kalau kita mendengar kata pengabdian, mungkin yang terbayang oleh kita adalah seorang pegawai yang mengabdi kepada negara, seorang guru yang mengabdi kepada pendidikan, atau seorang pemimpin yang mengabdi kepada masyarakat.

Padahal kalau kita pahami dan renungkan, sesungguhnya pengabdian itu tidak hanya milik orang yang memiliki jabatan.

Seorang ibu yang bangun pagi menyiapkan kebutuhan keluarganya, memasak nasi, membuatkan suaminya kopi, itu sesungguhnya dia sedang mengabdi.

Seorang ayah yang bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga juga sedang mengabdi.

Seorang petani yang mengolah tanah untuk menghasilkan padi jagung sehingga orang bisa mendapatkan makanan juga sedang mengabdi.

Seorang pedagang yang melayani pembeli dengan jujur juga sedang mengabdi.

Bahkan seseorang yang membantu tetangganya tanpa mengharapkan imbalan juga merupakan bentuk pengabdian.

Artinya, pengabdian bukan ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan, tetapi oleh niat, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan.

Nah untuk mendapatkan berkah dalam pengabdian itu dapat kita rinci menjadi 4 Pilar

1. Sadarilah bahwa Pengabdian itu adalah bagian dari amal saleh

Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

Artinya:

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik."

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap kebaikan memiliki nilai di sisi Allah.

Jadi, jangan pernah merasa bahwa pekerjaan kita tidak berarti hanya karena tidak memiliki jabatan atau tidak dikenal banyak orang.

Bisa jadi, seseorang yang tidak memiliki jabatan justru memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui pekerjaannya sehari-hari.

2. Pengabdian harus dilandasi keikhlasan

Ada orang yang mau bekerja kalau diperhatikan. Ada yang mau membantu kalau mendapatkan pujian. Ada pula yang kecewa ketika kebaikannya tidak dihargai.

Padahal, kalau kita mengabdikan diri hanya untuk mendapatkan penghargaan manusia, kita akan mudah kecewa.

Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka, luruskanlah niat kita.

Bekerjalah dengan baik bukan hanya karena atasan melihat, tetapi karena Allah Maha Melihat.

Bantulah orang lain bukan hanya karena ingin dipuji, tetapi karena ingin mendapatkan rida Allah.

3. Pengabdian yang baik harus memberikan manfaat

Rasulullah saw. bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

Pesan ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apakah kehadiran kita sudah memberikan manfaat bagi orang lain?

Apakah keluarga kita merasa terbantu dengan keberadaan kita?

Apakah tetangga merasa nyaman dengan sikap kita?

Apakah masyarakat merasakan kebaikan dari pekerjaan kita?

Jangan sampai kita merasa sudah banyak mengabdi, tetapi orang-orang di sekitar kita justru tidak merasakan manfaatnya.

4. Berkah tidak selalu berarti banyak harta

Kadang-kadang kita mengukur keberhasilan pengabdian dari banyaknya penghasilan, tingginya jabatan, atau banyaknya penghargaan.

Padahal, berkah tidak selalu berarti kaya raya.

Ada orang yang penghasilannya sederhana, tetapi keluarganya rukun.

Ada orang yang jabatannya biasa saja, tetapi kehadirannya selalu dirindukan masyarakat.

Ada orang yang hartanya tidak banyak, tetapi selalu memiliki kesempatan untuk membantu orang lain.

Itulah salah satu gambaran kehidupan yang penuh berkah.

Maka, jangan hanya mengejar apa yang kita dapatkan dari pengabdian, tetapi perhatikan juga kebaikan apa yang bisa kita tinggalkan.

Kamis, 22 Oktober 2026

Makanan dan minuman yang diharamkan

 









Berkah Dalam pengabdian-Materi Jumat berkah di kantor wali nagari Binjai



Disusun Oleh: Zainal Masri 

PAI Tigo Nagari 

KBBI menjelaskan, berkah berarti karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.

Dalam penggunaan sehari-hari, berkah juga sering dimaknai sebagai karunia atau kebaikan yang membawa manfaat.

Contoh dalam kehidupan:

Rezeki yang berkah: rezeki yang diperoleh dengan cara halal dan membawa kebaikan.

Ilmu yang berkah: ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Pengabdian yang berkah: pengabdian yang menghasilkan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat.

Kalau kita merujuk pada ayat suci Al-Qur'an Allah SWT berfirman :QS. An-Nahl ayat 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik"

KBBI menjelaskan Pengabdian,  berasal dari kata dasar abdi, yang berkaitan dengan perbuatan mengabdi atau menghambakan diri.

Jadi, Pengabdian dapat kita pahami sebagai kesediaan mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuan untuk melaksanakan suatu tanggung jawab.

BERKAH DALAM PENGABDIAN 

Berkah dalam pengabdian tidak selalu ditunjukkan oleh jabatan tinggi, kekayaan melimpah, atau nama yang terkenal. Terkadang, keberkahan justru hadir dalam kehidupan orang biasa yang bekerja dengan ikhlas, jujur, dan bermanfaat bagi orang lain.

Pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan satu tema sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu Meraih Berkah dalam Pengabdian.

Hadirin...

Kalau kita mendengar kata pengabdian, mungkin yang terbayang oleh kita adalah seorang pegawai yang mengabdi kepada negara, seorang guru yang mengabdi kepada pendidikan, atau seorang pemimpin yang mengabdi kepada masyarakat.

Padahal kalau kita pahami dan renungkan, sesungguhnya pengabdian itu tidak hanya milik orang yang memiliki jabatan.

Berikut contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan keseharian kita 

1. Petugas kebersihan yang membuat orang lain nyaman

Seorang petugas kebersihan setiap pagi menyapu kantor, membersihkan halaman, dan membuang sampah. Tidak banyak orang memperhatikan pekerjaannya. Bahkan, namanya jarang disebut dalam sambutan.

Namun, berkat pekerjaannya, orang lain dapat bekerja dengan nyaman dan masyarakat merasa senang datang ke kantor.

Letak berkahnya: pekerjaannya yang terlihat sederhana ternyata memberikan manfaat kepada banyak orang.

2. Seorang ibu yang mengabdi kepada keluarga

Seorang ibu bangun pagi, memasak, mengurus anak, membersihkan rumah, dan membantu suaminya. Ia tidak mendapatkan penghargaan atau piagam atas pekerjaannya.

Namun, dari ketekunannya, anak-anak tumbuh dengan baik, keluarga terawat, dan rumah menjadi tempat yang menenangkan.

Letak berkahnya: pengabdian yang dilakukan dengan niat baik menjadi jalan kebaikan bagi seluruh keluarga.

3. Pedagang kecil yang jujur

Seorang pedagang di pasar memperoleh keuntungan yang tidak seberapa. Ia tidak mengurangi timbangan, tidak menyembunyikan barang yang rusak, dan tetap tersenyum kepada pembeli meskipun dagangannya sepi.

Ada pedagang lain yang memperoleh untung lebih besar, tetapi ia tetap menjaga kejujurannya.

Letak berkahnya: rezekinya mungkin tidak banyak, tetapi diperoleh dengan cara yang baik, menumbuhkan kepercayaan pelanggan, dan memberi ketenangan hati.

4. Bapak ibuk bekerja sebagai perangkat nagari atau kita sebagai pelayan publik yang melayani masyarakat dengan tulus

Tidak semua warga mengucapkan terima kasih. Ada pula yang menganggap pelayanan itu memang sudah menjadi kewajibannya.

Namun, ia tetap bekerja dengan baik karena menyadari bahwa jabatan adalah amanah.

Letak berkahnya: pekerjaannya bukan sekadar menyelesaikan administrasi, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh hak dan kemudahan.

5. Orang biasa yang membantu tetangganya diam-diam

Seorang warga mengetahui tetangganya sedang kesulitan membeli beras. Ia memberikan bantuan tanpa mengumumkannya kepada orang lain.

Tidak ada dokumentasi, tidak ada pujian, dan tidak ada ucapan terima kasih yang panjang. Ia hanya berharap tetangganya dapat melewati kesulitan.

Letak berkahnya: bantuan kecil dapat meringankan beban besar bagi orang yang menerimanya.

6. Guru mengaji yang mengajar anak-anak dengan sabar

Seorang guru mengaji di musala mengajar anak-anak membaca Al-Qur'an. Sebagian anak cepat memahami pelajaran, sedangkan sebagian lainnya harus dibimbing berkali-kali.

Ia tetap sabar, meskipun imbalannya tidak seberapa.

Bertahun-tahun kemudian, anak-anak yang dahulu diajarnya tumbuh menjadi orang dewasa yang mampu membaca Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya.

Letak berkahnya: kebaikan dari pengabdiannya terus berlanjut melalui ilmu yang diwariskan

Jadi marilah kita renungkan bapak bapak kaumuslimin 

Jika besok kita tidak lagi menjabat, bekerja, atau berada di tempat pengabdian kita sekarang, kebaikan apa yang akan tetap dikenang dan dirasakan oleh orang lain?”

tidak semua orang ditakdirkan menjadi pemimpin besar. Tidak semua orang memiliki kekayaan berlimpah. Tidak semua orang akan dikenal namanya oleh masyarakat.

Tetapi, setiap orang memiliki kesempatan untuk menghadirkan keberkahan.

Petugas kebersihan menghadirkan keberkahan melalui kebersihan. Pedagang menghadirkan keberkahan melalui kejujuran. Guru menghadirkan keberkahan melalui ilmu. Perangkat nagari menghadirkan keberkahan melalui pelayanan.

Maka, jangan pernah merasa bahwa pengabdian kita tidak berarti hanya karena pekerjaan kita terlihat sederhana.

Kamis, 01 Oktober 2026

HARI PERTANGGUNGJAWABAN MANUSIA DI HADAPAN ALLAH SWT

Pena: Zainal Masri 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَنَا وَرَزَقَنَا وَإِلَيْهِ مَرْجِعُنَا وَمَآبُنَا.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Fuji syukur kepada Allah SWT, salawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad Saw 

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah

Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi bagi Allah." (QS. Al-Haqqah: 18)

Kaumuslimin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Alangkah cepatnya sedetik dibanding dengan semenit, semenit dibandingkan dengan sejam, sejam dengan sehari, sehari dengan sebulan sebulan dengan setahun, pada endingnya alangkah cepatnya perjalanan waktu hari yang kita lalui dibanding dengan kehadiran usia kita. Mau kemanakah kita ini?

Ada yang berkata kita ini berjalan dan berjalan pada akhirnya kita punah kita, kita tidak ada lagi. Ini barangkali opini yang banyak berkembang di dunia barat yang boleh jadi sudah masuk sebagian ke negeri kita. 

Bagi kita orang yang beragama, tidak demikian, kita sedang berjalan menuju Tuhan, innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un...

Suatu hari nanti kita semua akan meninggalkan dunia ini. Jabatan akan kita tinggalkan. Harta akan kita tinggalkan. Rumah, kendaraan, pekerjaan, keluarga dan segala yang kita banggakan akan kita tinggalkan.

Yang kita bawa hanyalah amal shaleh.

Pada hari itulah manusia tidak lagi mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki orang lain bapak bapak kaumuslimin, tetapi mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya sendiri waktu di dunia.

Allah berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya."(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada amal yang benar-benar hilang dan sia2 di hadapan Allah

Kebaikan yang mungkin kita anggap kecil, Allah mengetahuinya.

Senyuman kepada saudara kita, Allah mengetahuinya.

Membantu orang yang kesusahan, Allah mengetahuinya.

Memberi nafkah kepada keluarga, Allah mengetahuinya.

Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak, Allah mengetahuinya.

Bahkan kebaikan yang tidak diketahui manusia sekalipun, tidak pernah tersembunyi dari Allah.

Sebaliknya, dosa yang kita sembunyikan dari manusia juga tidak tersembunyi dari Allah.

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ.

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan."(HR. Tirmidzi)

Mari kita Perhatikan, jamaah..

Kita akan ditanya tentang umur.

Berapa tahun yang telah kita jalani?

Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk ibadah?

Berapa banyak waktu yang habis untuk perkara yang tidak bermanfaat?

Kita akan ditanya tentang ilmu.

Apa yang kita ketahui?

Apakah ilmu itu kita amalkan?

Kita akan ditanya tentang harta.

Dari mana kita mendapatkannya?

Apakah halal atau haram?

Untuk apa kita membelanjakannya?

Dan kita akan ditanya tentang tubuh kita.

Untuk apa mata kita gunakan?

Untuk apa telinga kita gunakan?

Untuk apa tangan dan kaki kita gunakan?

Untuk apa kesehatan yang Allah berikan kepada kita?

Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Karena itu, sebelum datang hari pertanggung jawaban, marilah kita melakukan muhasabah diri.

Jika selama ini kita masih banyak dosa, mari bertaubat.

Jika masih ada hak orang lain yang kita ambil, mari kita kembalikan.

Jika masih ada orang yang kita sakiti, mari kita minta maaf.

Jika masih kurang berbakti kepada orang tua, mari kita perbaiki.

Jika masih lalai terhadap keluarga, mari kita perhatikan.

Jika masih jauh dari Al-Qur'an, mari kita kembali mendekat.

Jangan menunggu usia tua untuk berubah.

Jangan menunggu sakit untuk beribadah.

Jangan menunggu kematian mendekat untuk bertaubat.

Sebab kita tidak pernah tahu kapan Allah memanggil kita.

Rabu, 30 September 2026

BRUS DI MAS TIGO NAGARI OLEH PEMATERI: USTAD RIKI JUSMAN, Lc



 Resume: Zainal Masri 

1. Kenali diri 

        Dengan pertanyaan " Siapa saya?

2. Bijak menggunakan HP, 

3. Saring sebelum shareing

4. Pergaulan remaja. 

Islam mengajarkan batasan pergaulan laki laki dan PR.

Batasan yang tidak boleh dilihat :

1. Batasan fisik, contoh aurat.

PR : semua anggota tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

LK2 : Antara pusar dan lutut.

Trend hari ini yang perlu disikapi, menyukai laki-laki sesama laki-laki, atau PR sama PR. 

2. Dilarang mendekati jalan Zina (QS. Alisra 32)

3. Menjaga hati dan pandangan. Caranya: Ketika terjatuh dalam dosa cepat ingat Allah dan cepat melakukan kebaikan.

Ctt: kita boleh menyukai orang lain, mencintai orang lain, tapi harus sesuai dengan tuntunan agama.

DOA ACARA HUT KE 81 KABUPATEN PASAMAN TAHUN 2026


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا ، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Allahumma ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim. Dengan taburan nikmat,  naungan,  serta kasih sayang yang senantiasa mengiringi setiap detik perjalanan hidup kami.

Pada hari ini  kami berkumpul bersama sambil menengadahkan tangan menengadahkan tangan memanjatkan doa kehadiratMu Pada acara HUT Ke 81 Kabupaten Pasaman tiada daya dan upaya kecuali kekuatan dan pertolongan yang telah engkau berikan kepada kami.

Engkau berkati Acara kami ini ya Allah

Anugerahkanlah  kepada daerah kami tanah yang subur, masyarakat yang beragam, serta potensi alam dan sumber daya yang menjadi amanah bagi kami untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.

Ya Allah, 

Jadikanlah daerah kami daerah yang aman, tenteram, maju, sejahtera, dan penuh keberkahan. Jauhkanlah kami dari perpecahan, permusuhan, bencana, kemiskinan, dan berbagai keburukan.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami, pemimpin pemimpin yang takut kepada Mu dan sayang kepada kami, berikanlah mereka kekuatan, kesehatan, kecerdasan, kejujuran, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.

Bimbinglah mereka agar senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, menegakkan keadilan, menjaga integritas, serta menghadirkan kebijakan dan pembangunan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rezeki bagi masyarakat kami. Majukanlah pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan, usaha masyarakat, serta seluruh sektor pembangunan. Berikanlah kesempatan kepada generasi muda kami untuk belajar, berkarya, dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi bangsa dan daerahnya.

Ya Allah, jadikanlah peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ini sebagai momentum untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Selasa, 22 September 2026

Doa Pembukaan Acara RAWIYA Sekabupaten Pasaman

Yaallah..

Pada hari ini kami berkumpul bersama Ya Allah,  di pasar Malampah nagari Malampah kecamatan tigo nagari,pada acara tabligh Akbar RAWIYA sekabupaten Pasaman. Tiada daya dan upaya kecuali kekuatan dan kemauan yang telah engkau curahkan kepada kami. Engkau berkati acara kami ini ya Allah, curahkan keberkahan disisi Mu, jadikan lah pertemuan kami ini sebagai sarana ubudiah dan bibit penanaman nilai nilai regius kepada umat, serta menjadi Rahmat bagi kejayaan bangsa ini..

Ya Allah ya Ghaffar, engkau zat yang maha pengampun. ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dosa pemimpin pemimpin kami, serta dosa seluruh kaumuslimin dan muslimat 

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, keluarga kami dan anak-anak kami. Jadikanlah rumah tangga kami dipenuhi ketenteraman, kasih sayang dan rahmat.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, amal yang saleh, hati yang khusyuk dan akhir kehidupan yang baik.

Ya Allah, jagalah negeri kami dan seluruh keluarga kami. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman dan tenteram. Berilah kami kemampuan untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Rabbana aatina...