Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Kamis, 22 Januari 2026

Hari akhirat

Kita sekarang hdup di alam fana, artinya disini selalu terjadi perubahan yang tidak bisa dielakkan. Ada yang pergi ada yang datang,  ada yg lahir ada yang mati, begitu lah kita lihat di alam yang fana ini, tetapi kita tidak tinggal disini menetap. Ada namanya alam baqa, disitu barang kali tidak ada perobahan. Itulah yang dinamakan kampung akhirat.

Salah satu rukun iman kita yaitu yakin sungguh 2 bahwa adanya hari akhirat. Akhir dari segala hari, karena yang menentukan hari itu adalah ditandai adanya matahari dan bulan, tetapi pada hari itu tidak satupun tanda itu karena pada hari itu bumi dan langit habis digulung semua. Kita berada di alam baqa.

Kaumuslimin...

Perlu kita ketahui hari akhirat itu agar kita tidak terfokus hanya untuk hari ini, tetapi ada hari lain yang dinamakan hari akhirah. Disitu kita akan menerima apa yang kita kerjakan di dunia ini, disitu akan kita lihat sendiri. 

Manakala وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ ۝٥١


Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya.

Jadi kita bangkit bagaikan cendawan tumbuh. Disitulah kita nanti akan berkumpul dan dihisab. Kita disitu akan dihitung, apa yang kita kerjakan selama ini. Amal kebajikan yang kita kerjakan selama ini, dihari itu akan diperlihatkan. Bahkan dihari itu ada timbangan adil, timbangan yang tidak diragui kebenaran nya. Disaat itu kita akan melihat فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

Kita akan kaget nanti bapak kaumuslimin, ketika nanti kita melihat sendiri, kebaikan yang kita kerjakan, dan kita juga akan melihat sendiri keburukan2 yg kita kerjakan. 

Ditambah lagi, kita tidak bisa berharap kembali untuk balik ke dunia ini Untuk beramal dan  menghapus kesalahan kita. Ada keinginan untuk kembali, Tapi Ndak bisa lagi, bapak bapak kaumuslimin. Sekian banyak dari mereka berharap..

 رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

Ya Tuhan kami, kami telah melihat (hari Kiamat yang kami ingkari) dan mendengar (dari-Mu kebenaran ucapan rasul-rasul-Mu). Maka, kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang yakin (akan adanya hari Kiamat).”

Nasi sudah menjadi bubur, kalam lah patah karateh lah baguluang. Sudah terlambat.


Aluminum 99. حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku)

 لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

Mereka meminta untuk dikembalikan demi BERAMAL shalih, bukan untuk mengumpulkan kekayaan dunia, dan memuaskan syahwat

 Itulah keadaan yang akan Kita hadapi nanti di akhirat. 

Tapi apa kata Allah?

كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.

Nah oleh karena itu untuk menentukan nasib kita bahagia atau celaka kelak diakhirat, kitalah yang menentukan sekarang. Sebelum Kematian dan hari akhirat ini kita lalui marilah kita banyak beribadah, berbuat baik dan beramal saleh.

 sekarang masih ada kesempatan kita untuk memperbaiki diri, masih ada kesempatan kita untuk berbuat baik, masih ada kesempatan kita untuk bertaubat menutupi kesalahan kita.

Mudah mudahan kita di akhirat kelak termasuk golongan orang2 yang selamat.

Kamis, 08 Januari 2026

Rajab syaban ramadhan

 

Hari ini 20 Rajab, 1447.H

1. Bulan Rajab adalah bulan Allah, kenapa dinamakan bulan Allah karena adanya peristiwa isra dan mi'raj. Dimana kekuasaan Allah yang belum pernah terjadi pada manusia lainnya maka pada bulan Rajab itu Allah mengisra dan Mi'raj kan nabi Muhammad Saw. Maka disebut lah syahrullah, yang Ndak mungkin terjadi bisa terjadi..Ndak satu malam nabi Muhammad sampai ke langit. Ndak pakai alat, Ndak pakai pesawat 

2. Syaban, bulan aku kata Rasulullah, kenapa bulan aku? Banyak pahala amal ibadah disebut oleh Rasulullah terjadi di bulan syaban. Contoh: puasa dibulan syaban, awal syaban 3 hari tengah syaban 3 hari dan nisfu syaban termasuk amalan amalan lainnya.

3. Kemudian Ramadhan adalah bulan umatku, begitu juga jamaah bertanya apa maksudnya bulan umatku? Karena pahala amal ibadah dibulan ramadhan berlipat ganda banyak nya. Bukan hanya puasa saja, seluruh amalan..


Lalu apo hikmah bulan Rajab ko

1. Perkuat keimanan Kito, yakini di dalam hati Allah maha kuasa, kekuasaan Allah tidak terbatas. 

2. Mengingatkan kita akan pentingnya ibadah terutama ibadah salat

3. Persiapan diri menghadapi bulan syaban dan ramadhan 

Rabu, 07 Januari 2026

KEUTAMAAN BULAN RAJAB

4 Bulan Haram (Asyhurul Hurum) dalam kalender Islam adalah bulan Dzulqa'dahDzulhijjahMuharram, dan Rajab

QS. At-Taubah: 36

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa

1.    Menguatkan keimanan kita, Sebab Rajab mengingat kan kita terjadi nya peristiwa isra dan mi'raj.

2. Kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak ibadah tarutamo ibadah salat

2. Memperbanyak amal saleh

    *Membaca Alquran, Perbanyak tilawah sebagai latihan menuju Ramadhan.

    * Bersedekah, Sedekah di bulan mulia bernilai lebih besar, termasuk sedekah jariyah.

Hadist 

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالُوا لِلنَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ « أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya? Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jiak hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1006]

APAKAH MENGURUS ORGANISASI KEUMATAN TERMASUK IBADAH, INTIP PANDANGAN QURAISH SHIHAB

 Ya — menurut pemikiran M. Quraish Shihab, mengurus organisasi keumatan dapat termasuk ṣadaqah jāriyahapabila memenuhi syarat keberlanjutan manfaat dan bernilai ibadah.

Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis:


1. Kerangka pikir Quraish Shihab tentang Ṣadaqah Jāriyah

Quraish Shihab menekankan bahwa inti ṣadaqah jāriyah bukan pada bentuknya, tetapi pada dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Beliau memandang ṣadaqah jāriyah sebagai:

“segala amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup dan dirasakan orang banyak, meskipun pelakunya telah tiada.”

Karena itu, ṣadaqah jāriyah tidak terbatas pada benda (masjid, sumur, wakaf), tetapi juga bisa berupa sistem, lembaga, dan aktivitas sosial yang terus memberi manfaat.


2. Mengapa organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah?

Organisasi keumatan (seperti majelis taklim, ormas Islam, lembaga dakwah, BAZNAS, LAZ, pesantren, dll.) memiliki ciri:

  • Mengatur dakwah

  • Mengelola pendidikan

  • Mengurus fakir miskin

  • Membina umat

  • Menjaga nilai-nilai Islam

Dalam pandangan Quraish Shihab, amal yang melahirkan sistem kebaikan yang berkelanjutan termasuk ṣadaqah jāriyah.
Maka:

Mengelola organisasi keumatan berarti menciptakan dan menjaga aliran kebaikan yang terus bekerja, meskipun pengurusnya berganti.

Ini sejalan dengan konsep beliau tentang “amal shalih yang produktif”—yakni amal yang melahirkan manfaat sosial jangka panjang, bukan hanya sesaat.


3. Bentuk ṣadaqah jāriyah dalam mengurus organisasi

Menurut pendekatan Quraish Shihab, orang yang:

  • Mengatur program dakwah

  • Mengelola keuangan umat

  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam

  • Menyusun sistem pelayanan umat

telah berperan menyebabkan kebaikan terjadi dan terus berlangsung.
Dan dalam kaidah Islam:

“Siapa yang menjadi sebab terjadinya kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Selama organisasi itu terus menghidupkan ibadah, ilmu, dan kemaslahatan, maka pahala para pengelolanya pun terus mengalir.


4. Kesimpulan menurut Quraish Shihab

Mengurus organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah karena:

  • Ia menciptakan sistem kebaikan yang berkelanjutan

  • Ia menumbuhkan ilmu, iman, dan kesejahteraan umat

  • Manfaatnya terus hidup, bahkan setelah pengurusnya wafat

Dengan kata lain:

Siapa yang membangun dan menjaga lembaga kebaikan, ia sedang menanam amal yang pahalanya tidak pernah mati.

    *Doa Memohon Keberkahan, Doa yang masyhur:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”

APAKAH MENGURUS ORGANISASI KEUMATAN TERMASUK IBADAH, INTIP PANDANGAN QURAISH SHIHAB

 Ya — menurut pemikiran M. Quraish Shihab, mengurus organisasi keumatan dapat termasuk ṣadaqah jāriyah, apabila memenuhi syarat keberlanjutan manfaat dan bernilai ibadah.

Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis:


1. Kerangka pikir Quraish Shihab tentang Ṣadaqah Jāriyah

Quraish Shihab menekankan bahwa inti ṣadaqah jāriyah bukan pada bentuknya, tetapi pada dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Beliau memandang ṣadaqah jāriyah sebagai:

“segala amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup dan dirasakan orang banyak, meskipun pelakunya telah tiada.”

Karena itu, ṣadaqah jāriyah tidak terbatas pada benda (masjid, sumur, wakaf), tetapi juga bisa berupa sistem, lembaga, dan aktivitas sosial yang terus memberi manfaat.


2. Mengapa organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah?

Organisasi keumatan (seperti majelis taklim, ormas Islam, lembaga dakwah, BAZNAS, LAZ, pesantren, dll.) memiliki ciri:

  • Mengatur dakwah

  • Mengelola pendidikan

  • Mengurus fakir miskin

  • Membina umat

  • Menjaga nilai-nilai Islam

Dalam pandangan Quraish Shihab, amal yang melahirkan sistem kebaikan yang berkelanjutan termasuk ṣadaqah jāriyah.
Maka:

Mengelola organisasi keumatan berarti menciptakan dan menjaga aliran kebaikan yang terus bekerja, meskipun pengurusnya berganti.

Ini sejalan dengan konsep beliau tentang “amal shalih yang produktif”—yakni amal yang melahirkan manfaat sosial jangka panjang, bukan hanya sesaat.


3. Bentuk ṣadaqah jāriyah dalam mengurus organisasi

Menurut pendekatan Quraish Shihab, orang yang:

  • Mengatur program dakwah

  • Mengelola keuangan umat

  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam

  • Menyusun sistem pelayanan umat

telah berperan menyebabkan kebaikan terjadi dan terus berlangsung.
Dan dalam kaidah Islam:

“Siapa yang menjadi sebab terjadinya kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Selama organisasi itu terus menghidupkan ibadah, ilmu, dan kemaslahatan, maka pahala para pengelolanya pun terus mengalir.


4. Kesimpulan menurut Quraish Shihab

Mengurus organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah karena:

  • Ia menciptakan sistem kebaikan yang berkelanjutan

  • Ia menumbuhkan ilmu, iman, dan kesejahteraan umat

  • Manfaatnya terus hidup, bahkan setelah pengurusnya wafat

Dengan kata lain:

Siapa yang membangun dan menjaga lembaga kebaikan, ia sedang menanam amal yang pahalanya tidak pernah mati.

Tantangan Belajar Mengaji usia dewasa & Cara Mengatasinya

 Materi Tahsin jamaah Surau dagang pasar Malampah 

1. Sering Lupa terutama Huruf Hijaiyah

Solusi: tulis huruf di kertas besar, tempel di dinding, lalu baca setiap hari. Ulangi hingga otomatis.

2. Susah Fokus

Solusi: pilih waktu tenang seperti pagi setelah Subuh atau malam sebelum tidur.

3. Minder dengan Murid Lebih Muda

Solusi: Alihkan pikiran dari “saya malu kalah cepat” menjadi “saya sedang memberi teladan kesungguhan kepada anak-anak saya”.

Kisah Inspiratif Lansia yang Berhasil Mengaji

Pak Hadi (65 tahun): “Saya baru mulai belajar Iqro saat pensiun. Dengan bimbingan guru online, 6 bulan kemudian saya bisa membaca Juz Amma.”

Ibu Nur (70 tahun): “Dulu saya minder karena cucu saya lebih lancar. Sekarang saya justru mengaji bersama cucu saya setiap malam.”

Cerita seperti ini membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Tips Belajar Mengaji untuk Lansia

1. Mulai dari Iqro Tingkat Dasar

Jangan terburu-buru langsung membuka mushaf Al-Qur’an. Gunakan buku Iqro mulai dari jilid 1. Belajar huruf demi huruf, lalu gabungan kata sederhana.

2. Belajar Secara Bertahap dan Konsisten

Cukup 10–15 menit per hari. Konsistensi lebih penting daripada belajar lama sekali tetapi jarang. NLP menyebut teknik ini chunking—membagi proses besar menjadi langkah kecil yang mudah dicapai.

3. Gunakan Bantuan guru 

Mendengar suara guru atau murottal akan mempercepat proses mengingat huruf dan tajwid. Lansia biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dengan pendekatan langsung dg guru atau audio 

4. Jangan Malu Bertanya

Seringkali, rasa malu membuat proses belajar terhambat. Padahal, setiap guru ngaji sudah terbiasa menghadapi murid dewasa. Ingat: bertanya adalah bagian dari belajar.

5. Cari Guru Ngaji yang Sabar

Lansia butuh guru yang sabar, pelan-pelan, dan bisa mengulang tanpa bosan. Belajar online via WhatsApp, Zoom, atau video call kini menjadi pilihan praktis.


Kamis, 01 Januari 2026

Hikmah Bulan Rajab

 By: Zainal Masri 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Empat bulan haram (suci) dalam Islam adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Yang mana pada bulan ini, Allah memberikan keistimewaan berupa pahala kebaikan yang dilipatgandakan nilainya, dan dosa apabila dikerjakan pun menjadi lebih berat. Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi momentum penting hendaknya bagi kita untuk memperbaiki diri.

Lalu apa hikmahnya?

1. Doa mustajab 

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

2. Yang pertama, bulan Rajab adalah kesempatan untuk bertaubat. Rajab sering disebut sebagai bulan menanam, sementara Ramadan adalah bulan memanen. Artinya, di bulan Rajab kita mulai membersihkan hati, memperbanyak istighfar, dan meninggalkan kebiasaan buruk agar siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

3. Hikmah kedua adalah meningkatkan amal ibadah. Di bulan Rajab, kita dianjurkan memperbanyak amalan seperti shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan terus menerus di bulan mulia ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.

4. Hikmah ketiga adalah menguatkan amal saleh. Salah satu peristiwa besar yang terjadi di bulan Rajab adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan pentingnya shalat sebagai tiang agama. Dari peristiwa ini, kita diingatkan untuk lebih menjaga ibadah terutama ibadah shalat dan menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Jamaah sekalian,

Mari kita jadikan bulan Rajab sebagai awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk mengisi bulan Rajab dengan amal kebaikan dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman dan kesehatan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.