Pena: Zainal Masri
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَنَا وَرَزَقَنَا وَإِلَيْهِ مَرْجِعُنَا وَمَآبُنَا.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Fuji syukur kepada Allah SWT, salawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad Saw
Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah
Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi bagi Allah." (QS. Al-Haqqah: 18)
Kaumuslimin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Alangkah cepatnya sedetik dibanding dengan semenit, semenit dibandingkan dengan sejam, sejam dengan sehari, sehari dengan sebulan sebulan dengan setahun, pada endingnya alangkah cepatnya perjalanan waktu hari yang kita lalui dibanding dengan kehadiran usia kita. Mau kemanakah kita ini?
Ada yang berkata kita ini berjalan dan berjalan pada akhirnya kita punah kita, kita tidak ada lagi. Ini barangkali opini yang banyak berkembang di dunia barat yang boleh jadi sudah masuk sebagian ke negeri kita.
Bagi kita orang yang beragama, tidak demikian, kita sedang berjalan menuju Tuhan, innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un...
Suatu hari nanti kita semua akan meninggalkan dunia ini. Jabatan akan kita tinggalkan. Harta akan kita tinggalkan. Rumah, kendaraan, pekerjaan, keluarga dan segala yang kita banggakan akan kita tinggalkan.
Yang kita bawa hanyalah amal shaleh.
Pada hari itulah manusia tidak lagi mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki orang lain bapak bapak kaumuslimin, tetapi mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya sendiri waktu di dunia.
Allah berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya."(QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada amal yang benar-benar hilang dan sia2 di hadapan Allah
Kebaikan yang mungkin kita anggap kecil, Allah mengetahuinya.
Senyuman kepada saudara kita, Allah mengetahuinya.
Membantu orang yang kesusahan, Allah mengetahuinya.
Memberi nafkah kepada keluarga, Allah mengetahuinya.
Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak, Allah mengetahuinya.
Bahkan kebaikan yang tidak diketahui manusia sekalipun, tidak pernah tersembunyi dari Allah.
Sebaliknya, dosa yang kita sembunyikan dari manusia juga tidak tersembunyi dari Allah.
Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ mengingatkan:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ.
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan."(HR. Tirmidzi)
Mari kita Perhatikan, jamaah..
Kita akan ditanya tentang umur.
Berapa tahun yang telah kita jalani?
Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk ibadah?
Berapa banyak waktu yang habis untuk perkara yang tidak bermanfaat?
Kita akan ditanya tentang ilmu.
Apa yang kita ketahui?
Apakah ilmu itu kita amalkan?
Kita akan ditanya tentang harta.
Dari mana kita mendapatkannya?
Apakah halal atau haram?
Untuk apa kita membelanjakannya?
Dan kita akan ditanya tentang tubuh kita.
Untuk apa mata kita gunakan?
Untuk apa telinga kita gunakan?
Untuk apa tangan dan kaki kita gunakan?
Untuk apa kesehatan yang Allah berikan kepada kita?
Kaumuslimin Jamaah Jumat rahimakumullah,
Karena itu, sebelum datang hari pertanggung jawaban, marilah kita melakukan muhasabah diri.
Jika selama ini kita masih banyak dosa, mari bertaubat.
Jika masih ada hak orang lain yang kita ambil, mari kita kembalikan.
Jika masih ada orang yang kita sakiti, mari kita minta maaf.
Jika masih kurang berbakti kepada orang tua, mari kita perbaiki.
Jika masih lalai terhadap keluarga, mari kita perhatikan.
Jika masih jauh dari Al-Qur'an, mari kita kembali mendekat.
Jangan menunggu usia tua untuk berubah.
Jangan menunggu sakit untuk beribadah.
Jangan menunggu kematian mendekat untuk bertaubat.
Sebab kita tidak pernah tahu kapan Allah memanggil kita.