Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Rabu, 07 Januari 2026

KEUTAMAAN BULAN RAJAB

4 Bulan Haram (Asyhurul Hurum) dalam kalender Islam adalah bulan Dzulqa'dahDzulhijjahMuharram, dan Rajab

QS. At-Taubah: 36

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa

1.    Menguatkan keimanan kita, Sebab Rajab mengingat kan kita terjadi nya peristiwa isra dan mi'raj.

2. Kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak ibadah tarutamo ibadah salat

2. Memperbanyak amal saleh

    *Membaca Alquran, Perbanyak tilawah sebagai latihan menuju Ramadhan.

    * Bersedekah, Sedekah di bulan mulia bernilai lebih besar, termasuk sedekah jariyah.

Hadist 

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالُوا لِلنَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ « أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya? Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jiak hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1006]

APAKAH MENGURUS ORGANISASI KEUMATAN TERMASUK IBADAH, INTIP PANDANGAN QURAISH SHIHAB

 Ya — menurut pemikiran M. Quraish Shihab, mengurus organisasi keumatan dapat termasuk ṣadaqah jāriyahapabila memenuhi syarat keberlanjutan manfaat dan bernilai ibadah.

Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis:


1. Kerangka pikir Quraish Shihab tentang Ṣadaqah Jāriyah

Quraish Shihab menekankan bahwa inti ṣadaqah jāriyah bukan pada bentuknya, tetapi pada dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Beliau memandang ṣadaqah jāriyah sebagai:

“segala amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup dan dirasakan orang banyak, meskipun pelakunya telah tiada.”

Karena itu, ṣadaqah jāriyah tidak terbatas pada benda (masjid, sumur, wakaf), tetapi juga bisa berupa sistem, lembaga, dan aktivitas sosial yang terus memberi manfaat.


2. Mengapa organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah?

Organisasi keumatan (seperti majelis taklim, ormas Islam, lembaga dakwah, BAZNAS, LAZ, pesantren, dll.) memiliki ciri:

  • Mengatur dakwah

  • Mengelola pendidikan

  • Mengurus fakir miskin

  • Membina umat

  • Menjaga nilai-nilai Islam

Dalam pandangan Quraish Shihab, amal yang melahirkan sistem kebaikan yang berkelanjutan termasuk ṣadaqah jāriyah.
Maka:

Mengelola organisasi keumatan berarti menciptakan dan menjaga aliran kebaikan yang terus bekerja, meskipun pengurusnya berganti.

Ini sejalan dengan konsep beliau tentang “amal shalih yang produktif”—yakni amal yang melahirkan manfaat sosial jangka panjang, bukan hanya sesaat.


3. Bentuk ṣadaqah jāriyah dalam mengurus organisasi

Menurut pendekatan Quraish Shihab, orang yang:

  • Mengatur program dakwah

  • Mengelola keuangan umat

  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam

  • Menyusun sistem pelayanan umat

telah berperan menyebabkan kebaikan terjadi dan terus berlangsung.
Dan dalam kaidah Islam:

“Siapa yang menjadi sebab terjadinya kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Selama organisasi itu terus menghidupkan ibadah, ilmu, dan kemaslahatan, maka pahala para pengelolanya pun terus mengalir.


4. Kesimpulan menurut Quraish Shihab

Mengurus organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah karena:

  • Ia menciptakan sistem kebaikan yang berkelanjutan

  • Ia menumbuhkan ilmu, iman, dan kesejahteraan umat

  • Manfaatnya terus hidup, bahkan setelah pengurusnya wafat

Dengan kata lain:

Siapa yang membangun dan menjaga lembaga kebaikan, ia sedang menanam amal yang pahalanya tidak pernah mati.

    *Doa Memohon Keberkahan, Doa yang masyhur:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”

APAKAH MENGURUS ORGANISASI KEUMATAN TERMASUK IBADAH, INTIP PANDANGAN QURAISH SHIHAB

 Ya — menurut pemikiran M. Quraish Shihab, mengurus organisasi keumatan dapat termasuk ṣadaqah jāriyah, apabila memenuhi syarat keberlanjutan manfaat dan bernilai ibadah.

Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis:


1. Kerangka pikir Quraish Shihab tentang Ṣadaqah Jāriyah

Quraish Shihab menekankan bahwa inti ṣadaqah jāriyah bukan pada bentuknya, tetapi pada dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Beliau memandang ṣadaqah jāriyah sebagai:

“segala amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup dan dirasakan orang banyak, meskipun pelakunya telah tiada.”

Karena itu, ṣadaqah jāriyah tidak terbatas pada benda (masjid, sumur, wakaf), tetapi juga bisa berupa sistem, lembaga, dan aktivitas sosial yang terus memberi manfaat.


2. Mengapa organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah?

Organisasi keumatan (seperti majelis taklim, ormas Islam, lembaga dakwah, BAZNAS, LAZ, pesantren, dll.) memiliki ciri:

  • Mengatur dakwah

  • Mengelola pendidikan

  • Mengurus fakir miskin

  • Membina umat

  • Menjaga nilai-nilai Islam

Dalam pandangan Quraish Shihab, amal yang melahirkan sistem kebaikan yang berkelanjutan termasuk ṣadaqah jāriyah.
Maka:

Mengelola organisasi keumatan berarti menciptakan dan menjaga aliran kebaikan yang terus bekerja, meskipun pengurusnya berganti.

Ini sejalan dengan konsep beliau tentang “amal shalih yang produktif”—yakni amal yang melahirkan manfaat sosial jangka panjang, bukan hanya sesaat.


3. Bentuk ṣadaqah jāriyah dalam mengurus organisasi

Menurut pendekatan Quraish Shihab, orang yang:

  • Mengatur program dakwah

  • Mengelola keuangan umat

  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam

  • Menyusun sistem pelayanan umat

telah berperan menyebabkan kebaikan terjadi dan terus berlangsung.
Dan dalam kaidah Islam:

“Siapa yang menjadi sebab terjadinya kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Selama organisasi itu terus menghidupkan ibadah, ilmu, dan kemaslahatan, maka pahala para pengelolanya pun terus mengalir.


4. Kesimpulan menurut Quraish Shihab

Mengurus organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah karena:

  • Ia menciptakan sistem kebaikan yang berkelanjutan

  • Ia menumbuhkan ilmu, iman, dan kesejahteraan umat

  • Manfaatnya terus hidup, bahkan setelah pengurusnya wafat

Dengan kata lain:

Siapa yang membangun dan menjaga lembaga kebaikan, ia sedang menanam amal yang pahalanya tidak pernah mati.

Tantangan Belajar Mengaji usia dewasa & Cara Mengatasinya

 Materi Tahsin jamaah Surau dagang pasar Malampah 

1. Sering Lupa terutama Huruf Hijaiyah

Solusi: tulis huruf di kertas besar, tempel di dinding, lalu baca setiap hari. Ulangi hingga otomatis.

2. Susah Fokus

Solusi: pilih waktu tenang seperti pagi setelah Subuh atau malam sebelum tidur.

3. Minder dengan Murid Lebih Muda

Solusi: Alihkan pikiran dari “saya malu kalah cepat” menjadi “saya sedang memberi teladan kesungguhan kepada anak-anak saya”.

Kisah Inspiratif Lansia yang Berhasil Mengaji

Pak Hadi (65 tahun): “Saya baru mulai belajar Iqro saat pensiun. Dengan bimbingan guru online, 6 bulan kemudian saya bisa membaca Juz Amma.”

Ibu Nur (70 tahun): “Dulu saya minder karena cucu saya lebih lancar. Sekarang saya justru mengaji bersama cucu saya setiap malam.”

Cerita seperti ini membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Tips Belajar Mengaji untuk Lansia

1. Mulai dari Iqro Tingkat Dasar

Jangan terburu-buru langsung membuka mushaf Al-Qur’an. Gunakan buku Iqro mulai dari jilid 1. Belajar huruf demi huruf, lalu gabungan kata sederhana.

2. Belajar Secara Bertahap dan Konsisten

Cukup 10–15 menit per hari. Konsistensi lebih penting daripada belajar lama sekali tetapi jarang. NLP menyebut teknik ini chunking—membagi proses besar menjadi langkah kecil yang mudah dicapai.

3. Gunakan Bantuan guru 

Mendengar suara guru atau murottal akan mempercepat proses mengingat huruf dan tajwid. Lansia biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dengan pendekatan langsung dg guru atau audio 

4. Jangan Malu Bertanya

Seringkali, rasa malu membuat proses belajar terhambat. Padahal, setiap guru ngaji sudah terbiasa menghadapi murid dewasa. Ingat: bertanya adalah bagian dari belajar.

5. Cari Guru Ngaji yang Sabar

Lansia butuh guru yang sabar, pelan-pelan, dan bisa mengulang tanpa bosan. Belajar online via WhatsApp, Zoom, atau video call kini menjadi pilihan praktis.


Kamis, 01 Januari 2026

Hikmah Bulan Rajab

 By: Zainal Masri 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Empat bulan haram (suci) dalam Islam adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Yang mana pada bulan ini, Allah memberikan keistimewaan berupa pahala kebaikan yang dilipatgandakan nilainya, dan dosa apabila dikerjakan pun menjadi lebih berat. Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi momentum penting hendaknya bagi kita untuk memperbaiki diri.

Lalu apa hikmahnya?

1. Doa mustajab 

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

2. Yang pertama, bulan Rajab adalah kesempatan untuk bertaubat. Rajab sering disebut sebagai bulan menanam, sementara Ramadan adalah bulan memanen. Artinya, di bulan Rajab kita mulai membersihkan hati, memperbanyak istighfar, dan meninggalkan kebiasaan buruk agar siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

3. Hikmah kedua adalah meningkatkan amal ibadah. Di bulan Rajab, kita dianjurkan memperbanyak amalan seperti shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan terus menerus di bulan mulia ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.

4. Hikmah ketiga adalah menguatkan amal saleh. Salah satu peristiwa besar yang terjadi di bulan Rajab adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan pentingnya shalat sebagai tiang agama. Dari peristiwa ini, kita diingatkan untuk lebih menjaga ibadah terutama ibadah shalat dan menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Jamaah sekalian,

Mari kita jadikan bulan Rajab sebagai awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk mengisi bulan Rajab dengan amal kebaikan dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman dan kesehatan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 22 Desember 2025

PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

 Abstrak

Lingkungan hidup merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga kelestariannya oleh manusia. Namun, berbagai kerusakan lingkungan seperti pencemaran, deforestasi, dan perubahan iklim masih terus terjadi akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup. Karya tulis ini bertujuan untuk mengkaji peran penyuluh agama dalam pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan edukatif dan moral keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber buku, jurnal, dan peraturan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyuluh agama berperan sebagai pendidik, motivator, dan teladan dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Melalui penyampaian ajaran agama yang berwawasan lingkungan, penyuluh agama dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kata kunci: penyuluh agama, lingkungan hidup, pelestarian, kesadaran masyarakat


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lingkungan hidup memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Agama sebagai pedoman hidup mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam hal ini, penyuluh agama memiliki peran penting untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan penyuluh agama?

  2. Bagaimana pandangan agama terhadap pelestarian lingkungan hidup?

  3. Bagaimana peran penyuluh agama dalam pelestarian lingkungan hidup?

C. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui pengertian penyuluh agama.

  2. Memahami hubungan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan hidup.

  3. Mengkaji peran penyuluh agama dalam menjaga kelestarian lingkungan.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyuluh Agama

Penyuluh agama adalah individu yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk memberikan bimbingan, penerangan, dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Penyuluh agama berperan sebagai komunikator nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sosial.

B. Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Agama

Pada dasarnya, agama mengajarkan manusia untuk menjaga alam sebagai amanah dari Tuhan. Manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang bertugas memelihara dan tidak merusak lingkungan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, keseimbangan, dan kepedulian terhadap makhluk hidup menjadi dasar dalam pelestarian lingkungan.

C. Peran Penyuluh Agama dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Penyuluh agama memiliki beberapa peran penting, antara lain:

  1. Sebagai Pendidik, yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah.

  2. Sebagai Motivator, dengan mendorong masyarakat untuk berperilaku ramah lingkungan melalui ajaran agama.

  3. Sebagai Teladan, dengan menunjukkan perilaku nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

  4. Sebagai Agen Perubahan Sosial, dengan mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti kerja bakti dan penghijauan.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan moral dan spiritual. Dengan menyampaikan ajaran agama yang menekankan pentingnya menjaga alam, penyuluh agama dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

B. Saran

Diharapkan penyuluh agama dapat lebih aktif memasukkan isu lingkungan dalam materi penyuluhan. Selain itu, kerja sama antara penyuluh agama, masyarakat, dan pemerintah perlu ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan hidup yang lestari.


DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Lingkungan Hidup. (2019). Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Kementerian Agama RI. (2020). Peran Penyuluh Agama dalam Pembangunan Masyarakat. Jakarta.
Soemarwoto, O. (2018). Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.


Selasa, 09 Desember 2025

SAMBUTAN KEPALA KUA PADA ACARA MUSRENBANG NAGARI MALAMPAH

Assalamu’alaikum Wr.wb,

Yang terhormat Bapak/Ibu …

Para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh  Musrenbang yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat hadir bersama dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada hari ini.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan salam maaf dari Pak kepala KUA, beliau sangat berkeinginan sekali hadir di acara kita hari ini tapi dalam hari yang bersamaan ada acara di Lubuk Sikaping bersama kawan2 yaitu acara Tabligh Akbar dan Do’a Bersama” serta memberikan dukungan moril dan doa bagi para korban musibah banjir yang menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kita doakan semoga aktivitas beliau lancar dan acara Musrenbang kita hari ini juga berjalan lancar.

Musrenbang merupakan forum penting dan strategis bagi kita semua untuk menyusun prioritas pembangunan apa yang akan kita laksanakan ke depan. Sebagai Kepala Kantor Urusan Agama, kami memandang bahwa pembangunan tidak hanya menyangkut aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, moral, spiritual, dan penguatan ketahanan keluarga sebagai pondasi masyarakat.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan beberapa poin harapan:

1. Penguatan Program Bimbingan Keluarga. KUA berperan penting dalam memberikan layanan pra-nikah, bimbingan keluarga sakinah, dan edukasi sosial keagamaan. Kami berharap program ini mendapatkan dukungan, baik dari segi kebijakan maupun anggaran, agar mampu menyentuh masyarakat lebih luas.

2. Kolaborasi Lintas Sektor. Pembangunan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara pemerintah Nagari  kecamatan, tokoh agama, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan berdaya.

3. Peningkatan Layanan Keagamaan. KUA senantiasa berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik dalam pencatatan pernikahan, bimbingan keagamaan, maupun penyuluhan. Untuk itu, partisipasi dan masukan dari seluruh peserta Musrenbang sangat kami butuhkan.

3. Prioritas Pembangunan yang Berkeadilan. Melalui Musrenbang ini, mari kita bersama-sama merumuskan usulan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat.

Besar harapan kami agar hasil Musrenbang tahun ini dapat menjadi dokumen perencanaan yang berkualitas, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta sejalan dengan visi pembangunan daerah kita.

Sebelum kami tutup, kami mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi secara terbuka, objektif, dan penuh semangat demi terwujudnya pembangunan yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.