Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Rabu, 07 Januari 2026

APAKAH MENGURUS ORGANISASI KEUMATAN TERMASUK IBADAH, INTIP PANDANGAN QURAISH SHIHAB

 Ya — menurut pemikiran M. Quraish Shihab, mengurus organisasi keumatan dapat termasuk ṣadaqah jāriyah, apabila memenuhi syarat keberlanjutan manfaat dan bernilai ibadah.

Berikut penjelasannya secara ringkas dan sistematis:


1. Kerangka pikir Quraish Shihab tentang Ṣadaqah Jāriyah

Quraish Shihab menekankan bahwa inti ṣadaqah jāriyah bukan pada bentuknya, tetapi pada dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Beliau memandang ṣadaqah jāriyah sebagai:

“segala amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup dan dirasakan orang banyak, meskipun pelakunya telah tiada.”

Karena itu, ṣadaqah jāriyah tidak terbatas pada benda (masjid, sumur, wakaf), tetapi juga bisa berupa sistem, lembaga, dan aktivitas sosial yang terus memberi manfaat.


2. Mengapa organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah?

Organisasi keumatan (seperti majelis taklim, ormas Islam, lembaga dakwah, BAZNAS, LAZ, pesantren, dll.) memiliki ciri:

  • Mengatur dakwah

  • Mengelola pendidikan

  • Mengurus fakir miskin

  • Membina umat

  • Menjaga nilai-nilai Islam

Dalam pandangan Quraish Shihab, amal yang melahirkan sistem kebaikan yang berkelanjutan termasuk ṣadaqah jāriyah.
Maka:

Mengelola organisasi keumatan berarti menciptakan dan menjaga aliran kebaikan yang terus bekerja, meskipun pengurusnya berganti.

Ini sejalan dengan konsep beliau tentang “amal shalih yang produktif”—yakni amal yang melahirkan manfaat sosial jangka panjang, bukan hanya sesaat.


3. Bentuk ṣadaqah jāriyah dalam mengurus organisasi

Menurut pendekatan Quraish Shihab, orang yang:

  • Mengatur program dakwah

  • Mengelola keuangan umat

  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam

  • Menyusun sistem pelayanan umat

telah berperan menyebabkan kebaikan terjadi dan terus berlangsung.
Dan dalam kaidah Islam:

“Siapa yang menjadi sebab terjadinya kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Selama organisasi itu terus menghidupkan ibadah, ilmu, dan kemaslahatan, maka pahala para pengelolanya pun terus mengalir.


4. Kesimpulan menurut Quraish Shihab

Mengurus organisasi keumatan termasuk ṣadaqah jāriyah karena:

  • Ia menciptakan sistem kebaikan yang berkelanjutan

  • Ia menumbuhkan ilmu, iman, dan kesejahteraan umat

  • Manfaatnya terus hidup, bahkan setelah pengurusnya wafat

Dengan kata lain:

Siapa yang membangun dan menjaga lembaga kebaikan, ia sedang menanam amal yang pahalanya tidak pernah mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar