Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Rabu, 07 Januari 2026

Tantangan Belajar Mengaji usia dewasa & Cara Mengatasinya

 Materi Tahsin jamaah Surau dagang pasar Malampah 

1. Sering Lupa terutama Huruf Hijaiyah

Solusi: tulis huruf di kertas besar, tempel di dinding, lalu baca setiap hari. Ulangi hingga otomatis.

2. Susah Fokus

Solusi: pilih waktu tenang seperti pagi setelah Subuh atau malam sebelum tidur.

3. Minder dengan Murid Lebih Muda

Solusi: Alihkan pikiran dari “saya malu kalah cepat” menjadi “saya sedang memberi teladan kesungguhan kepada anak-anak saya”.

Kisah Inspiratif Lansia yang Berhasil Mengaji

Pak Hadi (65 tahun): “Saya baru mulai belajar Iqro saat pensiun. Dengan bimbingan guru online, 6 bulan kemudian saya bisa membaca Juz Amma.”

Ibu Nur (70 tahun): “Dulu saya minder karena cucu saya lebih lancar. Sekarang saya justru mengaji bersama cucu saya setiap malam.”

Cerita seperti ini membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Tips Belajar Mengaji untuk Lansia

1. Mulai dari Iqro Tingkat Dasar

Jangan terburu-buru langsung membuka mushaf Al-Qur’an. Gunakan buku Iqro mulai dari jilid 1. Belajar huruf demi huruf, lalu gabungan kata sederhana.

2. Belajar Secara Bertahap dan Konsisten

Cukup 10–15 menit per hari. Konsistensi lebih penting daripada belajar lama sekali tetapi jarang. NLP menyebut teknik ini chunking—membagi proses besar menjadi langkah kecil yang mudah dicapai.

3. Gunakan Bantuan guru 

Mendengar suara guru atau murottal akan mempercepat proses mengingat huruf dan tajwid. Lansia biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dengan pendekatan langsung dg guru atau audio 

4. Jangan Malu Bertanya

Seringkali, rasa malu membuat proses belajar terhambat. Padahal, setiap guru ngaji sudah terbiasa menghadapi murid dewasa. Ingat: bertanya adalah bagian dari belajar.

5. Cari Guru Ngaji yang Sabar

Lansia butuh guru yang sabar, pelan-pelan, dan bisa mengulang tanpa bosan. Belajar online via WhatsApp, Zoom, atau video call kini menjadi pilihan praktis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar