يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Dalam alhujurat ayat 12 ini ada 3 larangan Allah kepada kita
1. Dilarang suuzan
Buruk sangka, itu tidak boleh!
Bukan hanya kepada manusia kepada Allah pun kita tidak boleh berburuk sangka.
Malah sebaliknya, kita harus berbaik sangka baik kepada orang lain ataupun kepada Allah SWT.
Jadi jangan lah kita berburuk sangka kepada Allah..
Kadang2 keluar kata2 yang tidak enak " iko barang kali Allah ndak sayang samo awak leh" Allah tidak adil segala macam.
Keluar kata2 seperti itu, jangan!
Kepada manusia pun seperti itu!
Misalnya dalam masalah berbisik. Kadang2 ada kawan berbisik kita tersinggung.
Berbisik itu ada aturan nya:
Dalam hadis nabi:
Kalau kamu bertiga jangan berbisik berdua saja. Tersinggung kawan yang satu ini.
Yang tidak boleh itu belum tentu dia menghadapkan kata2 itu kepada kita, belum tentu dia membicarakan kita, kita sudah suuzan.
Nah pada hari ini kita harus banyak positif tingking.
Tapi buruk sangka yang pada tempat nya, itu boleh..
Nabi bersabda:
Jangalah dirimu dengan berburuk sangka, ini kan aneh juga itu!
احْتَرِسُوا مِنَ النَّاسِ بِسُوءِ الظَّنِّ
Jagalah dirimu terhadap manusia dengan buruk sangka.
Ini maksud nya adalah, kalau kita melihat ada gejala nya sudah lain kita perlu curiga sedikit.
Umpamanya seorang PR naik ojek, rumah kita dekat dibawanya berbelit2 jalan kemana2. Boleh kita berburuk sangka, mungkin niatnya sudah salah ini, tolong anda turun saja! Itu boleh!
Umpama kita naik bus, da yang memandang kita, dilihatnya tas kita dan segala macam. Jaga diri kita, hati2 kita.itu boleh.
Yang tidak boleh itu curiga yang tidak pada tempatnya.
Itu namanya suuzan.
2. jangan sampai kamu mencari cari kesalahan orang lain.
Kata nabi:
Bila engkau ingin menyebut aib orang lain, kesalahan orang lain terlebih dahulu lihatlah kesalahan kau sendiri.
Dalam dirimu apakah kamu tidak melihat, perhatikan diri kita!
Jangan aib orang yang diangkat!
Malah ada hadits "tuuba liman saghaa.."
Tapi kalau seseorang ditunjuk jadi saksi, sampaikan lah bagaimana adanya. Tapi dalam keadaan normal kita tidak boleh membuka aib orang lain. Menjaga nama baik lebih baik daripada menjelek2 kan.
3. Jangan menggibah menggunjing orang lain.
Bedanya dg dengan fitnah, kalau fitnah mengatakan sesuatu yang tidak pernah terjadi. Dibuat2, dikarang2. Itu namanya fitnah, itu kejam sekali itu.
Alfitnahtu...
Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
Bisa banyak orang mati gara2 fitnah tersebut, 1 kampung, satu nagari, bahkan satu negara bisa rusak gara2 menerima fitnah.
Adapun ghibah, tidak begitu.
Memang ada pada orang tersebut, kita sampaikan dari orang ke orang, itu namanya gibah, itu juga tidak boleh cukup kita yang tau.
Jadi inilah larangan2 Allah dalam alhujurat 12 ini, yang perlu kita waspadai.
Kalau waspada kita, insyaallah akan stabil baik keluarga, masyarakat bangsa dan negara kita ini.
Mudah2 ada manfaat nya,
Wallahu fii 'aunil 'abdi, maa damal abdu fii 'aunil akhii khi