Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Sabtu, 11 April 2020

Jika Waktuku Tinggal Sedetik Lagi


Oleh: Zainal Masri
PAI Tigo Nagari
Email :zainalzainalmasri@yahoo.co.id


Kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada, atau berlangsung. Tidak seorangpun yang tau apa yang akan terjadi pada yang akan datang. Dari arti kebahasaan ini penulis dapat berkata waktu adalah rangkaian saat proses aktifitas apapun yang kita lalui baik yang berlangsung  kemaren, hari ini, maupun yang akan datang. Tetapi yang akan datang itu tidak ada yang tau, hari ini telah dijalani esok tak ada yang tau.
Tidak ada yang dapat membunuh seseorang kecuali sikap menyia-nyiakan waktu.. Dikatakan demikian  karena  Membuang-buangnya lebih bahaya dari kematian akibat virus Corona (Covid 19) seperti yang heboh sekarang ini. Kematian akibat virus Corona hanya memutus hubungan seseorang dengan dunia. Tapi jika seseorang menjual waktunya dengan harga murah bahkan membuang-buangnya, dia dapat memutus hubungan dengan sang Pencipta dengan segala manfaatnya.
Orang berkata “time is money” waktu adalah uang. 
Ungkapan itu benar. Tapi menurut hemat penulis tidak sepenuhnya benar. karena kalau benar waktu adalah uang, berarti dengan uang segala keinginan bisa diraih,  apa yang diinginkan bisa dibeli, jika belanja ke pasar ada uang ada barang lebih kurang maknanya demikian, tapi waktu..??
Perlu kita sadari Waktu itu lebih berharga daripada uang. Jika hari ini uang kita hilang Rp. 50.000 minsalnya, masih ada harapan besok ataupun lusa dapat lebih banyak lagi selagi masih ada hayat, tapi kalau waktu apabila terbuang sia-sia, jangan harap bisa ditarik kembali. Dia bagaikan anak pelor lepas dari bedilnya.
Ada lagi yang berkata manusia itu hidup hanya tiga hari saja yaitu hari kemaren, hari ini dan hari esok. Hari kemaren adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. 
Pandangan penulis mengenai  ungkapan yang telah dihidangkan tersebut, mana yang milik kita?? Yang punya kita hanyalah hari ini, besok belum tentu jadi milik kita. Sebab sedetik saja,bahkan setengah detik setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi. Siapa yang bisa menjamin seseorang masih bisa hidup bsok pagi?  
Itu makanya Jauh-jauh hari yang sang Pencipta waktu telah mengingatkan manusia agar memanfaatkannya. Dikatakan Nya bahwa manusia pada dasarnya benar-benar merugi. Yang beruntung adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nnasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Demikianlah lebih kurang firman Nya dalam Alquran surat Alasr.
Namun kalau kita layangkan pandangan jauh dan kita tukikan padangan dekat dari sekian banyak orang yang diberi waktu lapang kenapa masih banyak yang menyia-nyiakannya?? Kita mendengar seseorang berkata “Saya sibuk, Ya, nanti akan saya kerjakan. Nanti akan aku selesaikan. Menurut penulis tinggalkan dia, dan ketahuilah bahwa dia akan tetap tidak akan mengerjakannya.

Bayangkan ada waktunya hari ini tapi ditundanya nanti atau besok. Waktu libur disediakan tapi mereka akan  berkata “sekarang saya liburan sungguh saya memiliki hak untuk menenangkan pikiran. Begitulah seterusnya.
Lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan mendengar, Banyak orang berkata menyesal saya dulu kenapa tidak rajin bekerja, tidak belajar ketika muda dulu, ada waktu untuk belajar menulis dan berkarya tapi diri ini diam tak mau bergerak. Saya menyesal sekali.
 Bahkan ada sahabat-Sahabat kita yang senasib seperjuangan yang menyalahkan keadaan, saya tidak sekolah dulu karena miskin, pakaian ke sekolah itu ke itu saja. Makan saja susah. 
Seandainya waktu bisa di mundurkan kembali, mungkin mereka ingin mengulang kembali aktivitasnya yang dulu pernah disia-siakannya itu. Ingin mereka membangkitkan api semangatnya untuk berjuang kembali. Tapi sayang, mereka hanya akan mengharapkan kemustahilan.

Jika waktu ku Tinggal Setengah Detik Lagi

Dari Sisa-sisa waktu yang masih ada, Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali memanfaatkannya. belajarlah dari kisah orang yang sukses terdahulu seperti kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, nomor 1 adalah beliau, begitu dikatakan oleh Michael Hart. 

Pak Habibi mengajarkan kita dalam bukunya “tak boleh lelah dan kalah” kalau bukan kita yang merubah dan memangun bangsa ini siapa lagi?  Artinya, kesuksesan tidak didapat dengan semudah membalikan telapak tangan.

Bahkan Muhammad Subhan pegiat literasi Sumatera Barat pernah berkata “bekerja di ujung deadline itu berisiko tapi juga punya kenikmatan tersendiri jika sukses menuntaskan misi. Konsekuensinya dua saja, gagal atau berhasil”

Kutipan tulisan beliau yang penulis hidangkan tersebut adalah cemety, walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam dan menjadi motifasi. Bagi penulis sendiri adalah sebuah motifasi dan seolah-olah beliau berkata Jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif guna mengukir prestasi dunia akhirat. Tidak ada suatu perbuatan yang tanpanya resiko, Berbuatlah sesuai misi, jangan malu dan enggan untuk mencoba. Dengan kita berbuat tentu besar peluang suksesnya, minimalnya ada dua peluang, sukses atau gagal. Tapi jika malas mencoba peluangnya hanya satu saja “jelas gagal”.

Yang muda akan tua. Maka selagi manfaatkan untuk belajar dan berkarya supaya ketika datang waktu tua tidak menyesal.  Minimalnya menulislah! Agar orang tau bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Walaupun kita tidak ada lagi di pentas dunia ini.
Di penghujung tulisan ini penulis ingin hidangkan agar kita ingat-mengingatkan untuk selalu berbuat yang terbaik sebagai apapun profesi kita, Hargailah waktu walaupun hanya setengah detik dengan memanfaatkannya. Marilah kita buktikan bahwa kita benar-benar mencintai diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara ini. tanyalah apa saja aktifitas positif yang sifatnya membangun yang sudah kita perbuat selama ini. Serta tidak usah bertanya apa saja yang telah kita terima selama ini. Hal ini penting bagi kita dalam menatap dan  menghadapi hari esok yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu'Alam (*)

>>Hak Cipta, dan Publikasi dilindungi Oleh Allah SWT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar