Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Selasa, 10 Agustus 2021

Bimbingan Belajar Alquran-Untuk Remaja Tigo Nagari-Keg Remaja Peduli

 

Dokumen, 01082021-Ld. Panjang

Kegiatan belajar seni Baca Alquran (tilawah) yang digerakakan oleh Remaja peduli Tigo Nagari minggu lalu, berjalan dengan baik. Kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi Protokol kesehatan. Tentu kita sangat apresiasi sekali kegiatan ini, dan kesempatan ini kita harapkan diikuti oleh adek-adek atau putra putri tigo nagari dengan semangat. 

Setelah dilakukan pembinaan, Dihadapan puluhan adek-adek remaja tersebut guru pembimbing menyampaikan beberapa kelemahan yang harus diperbaiki oleh peserta.

Apa saja itu?

1. Makhraj Huruf

2. Tajwid

    Meliputi: 

     a. Mad (Panjang-pendek bacaan)

      b. Ghunnah atau bacaan dengung (nun

          bertasdik dan mim bertasdik)

      c. Nun mati atau tanwin yang meliputi

          Ikhfa, idgham, azhar, iqlab

      d. Lafaz Allah (Tebal dan Tipis)

      e. Lafaz Ra ر (Tebal dan tipis) atau tafqim dan tarqik.

Secara umum 2 hal inilah yang masih perlu bimbingan.

Apabila 2 syarat tersebut telah terpenuhi, maka baru bisa dilagukan dengan irama yang harmonis dan menyejukan.

Semoga bermanfaat.

Senin, 02 Agustus 2021

DALIL-DALIL TENTANG HARAMNYA NARKOBA

 

Pertama, firman Allah Suhanahu Wa Ta’ala,


وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ


Artinya: “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (Qs. Al A’raf [7]: 157). Setiap yang khobaits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobaits adalah yang memberikan efek negative, seperti narkoba.


Kedua, firman Allah Suhanahu Wa Ta’ala,


وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ


Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Qs. Al-Baqarah [2]: 195).


وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا


Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (Qs. An-Nisa’ [4]: 29).


Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.


Ketiga: Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,


نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ


Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)”. (HR Abu Dawud dan Ahmad dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha).


Keempat, Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,


مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا اَبَدًا, وَ مَنْ تَحَسَّى سُمَّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمَّهُ في يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا أَبَدًا, و مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ في بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا


Artinya: “Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).


Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa.


Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.


Kelima, Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,


لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ


Artinya: “Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya”. (HR. Ibnu Majah, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi dan Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu).


Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudharat pada orang lain, dan narkoba termasuk dalam larangan ini.


Bahaya Narkoba


Adapun bahaya penggunaan narkoba jelas sangat membahayakan, baik terhadap fisik maupun psikis.


Bahaya narkoba terhadap fisik:


Gangguan pada system syaraf (neurologis).Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler).Gangguan pada kulit (dermatologis).Gangguan pada paru-paru (pulmoner).Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia.Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV.Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.


Bahaya narkoba terhadap psikologi:


Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah.Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.


Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial:


Gangguan mental.Anti-sosial dan asusila.Dikucilkan oleh lingkungan.Merepotkan dan menjadi beban keluarga.Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.


Menjaga Diri dan Lingkungan


Islam sangat memperhatikan sekali keselamatan akal dan jiwa seorang, hingga sampai melarang keras berbagai konsumsi yang haram seperti narkoba.


Salah satu bentuk antisipasi peredaran narkoba di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia memberikan rekomendasi sejak 1976, yaitu: perlu adanya usaha-usaha dan tidakan-tindakan menjatuhkan hukuman berat/keras terhadap penjual/pengedar/penyelundup bahan-bahan narkoba sampai pada hukuman mati.


MUI juga meminta adanya hukuman berat terhadap petugas-petugas keamanan dan petugas pemerintah lain, baik sipil maupun militer, yang memudahkan, meloloskan, membiarkan apalagi melindungi sumber/penjual/pengecer narkoba.


Pengaruh lingkungan yang tidak baik, juga dapat mengakibatkan anak-anak muda saat ini mudah terpengaruh dengan glamornya dunia. Sehingga mereka pun terpengaruh dengan teman-temannya yang mengajak untuk jauh dari Allah. Di sini perang orang tua dan masyarakat untuk menjaga, mebentengi dan menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik. Sehingga anak-anak generasi muda tidak mudah terpengaruh ajakan narkoba atau sejenisnya, atau dimulai dari merokok.


Karena itu, nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sungguh bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar sedapat mungkin menjauhi teman-teman seperti itu, kalau kita sendiri belum sanggup membentengi diri dan belum bisa mengajak mereka ke jalan ilahi, daripada ikut terjerumus ke dalamnya.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallambersabda:


مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً


Artinya: “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak”. (HR. Bukhari dari Abu Musa).


Penutup


Kembali kepada hukum dan tuntunan Allah Sang Maha Pencipta alam semesta, terutama dimulai dari para pimpinan suatu negeri, merupakan kunci utama perbaikan masyarakat.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan dalam sabdanya:


… وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ


Artinya: “Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka. (HR Ibnu Majah).


Memelihara iman dan takwa bagi seluruh warga juga menjadi penyubur keberkahan suatu bangsa. Baik di kalangan pimpinan maupun yang dipimpinnya, ulama dan umara, petugas dan warga.


Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:


وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ


Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Qs. Al-A’raf [7]: 96).(P4/R02).


JAUHI NARKOBA SAUDARAKU


Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika


Pasal 74

(1) Perkara penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, termasuk perkara yang didahulukan dari perkara lain untuk diajukan ke pengadilan guna penyelesaian secepatnya.

(2) Proses pemeriksaan perkara tindak pidana Narkotika dan tindak pidana Prekursor Narkotika pada tingkat banding, tingkat kasasi, peninjauan kembali, dan eksekusi pidana mati, serta proses pemberian grasi, pelaksanaannya harus dipercepat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Pasal 113

(2) Dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 114

(2) Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 116

(2) Dalam hal penggunaan narkotika terhadap orang lain atau pemberian Narkotika Golongan I untuk digunakan orang lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain mati atau cacat permanen, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 118

(2) Dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 119

(2) Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 121

(2) Dalam hal penggunaan Narkotika terhadap orang lain atau pemberian Narkotika Golongan II untuk digunakan orang lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain mati atau cacat permanen, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).


Pasal 132

(3) Pemberatan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku bagi tindak pidana yang diancam dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara 20 (dua puluh) tahun.


Pasal 133

(1) Setiap orang yang menyuruh, memberi atau menjanjikan sesuatu, memberikan kesempatan, menganjurkan, memberikan kemudahan, memaksa dengan ancaman, memaksa dengan kekerasan, melakukan tipu muslihat, atau membujuk anak yang belum cukup umur untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, dan Pasal 129 dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah).


Pasal 144

(2) Ancaman dengan tambahan 1/3 (sepertiga) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pelaku tindak pidana yang dijatuhi dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara 20 (dua puluh) tahun.


Daftar Pustaka


1. AL- Quran

2. Kumpulan Hadits

3. Kumpulan Fatwa MUI

4. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Kamis, 17 Juni 2021

Buku-buku :an karya Zainal Masri

  

Kisah-Kisah Inspiratif Seputar Proses Kreatif

Antologi Puisi di Musim Retak Rindu Berpinak
Kumpulan Kultum Singkat.




Antologi Sebelah Mata

Karya-karya tersebut telah siap menyapa pembaca, yang cinta dan ingin memiliki bukunya sila, lautkan di 085278158841. An. Zainal Masri

Rabu, 12 Mei 2021

Idul Fitri di tengah Pandemi covid 19-Disusun Oleh: Zainal Masri-PAI Tigo Nagari

 

**Idul fitri bersama Keluarga**


Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا،وَالْحَمْدُلله كَثِيْرًا،وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ،صَدَقَ وَعْدَهُ، وَ نَصَرَ عَبْدَهُ، وَ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَر ُوَللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُللهِ الًّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ اَحَسَنُ عَمَلاَ، وَ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَاعَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى.
أَشْهَدُأَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِى سَيِّدَنَامُحَمَّدً. امابعد.
عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

Qaa lallaahu ta'ala fil Quraanil Kariim..a 'uzubillaa hi minasy syaitaa nirrajiim bismillaahirrahmaa nirrahiim

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".
صدق الله العظيم

Syukur Alhamdulillah, Kita ucapkan Kepada Allah Azza wajalla
Shalawat dan salam untuk junjungan kita nabi Muhammad saw.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar walillaa hilhamd.

Satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah Puasa dengan segala romantikanya, dengan harapan di hari yang fitri ini kita mempunyai harapan menjadi orang bertakwa yang mempunyai Akhlak terpuji

Suasana Idul Fitri tahun ini, kita bersyukur kepada Allah karena masih bisa ibadah walau Wabah yang melanda dunia yang disebut dengan covid 19, masih belum berakhir

Tentu kita tidak terlalu takut, apalagi sampai panik dengan hal tersebut. kita tetap menggali apa hikmah di balik ujian panjang ini, mengapa Allah SWT menguji kita dengan wabah virus corona, makhluk yang kecil yang membuat kita dan seluruh umat manusia berada dalam situasi dan kondisi serba terbatas.

Allahuakbar 3x walillaahilhamd.

Lalu bagaimana, kita menyikapinya: 

Pertama, kita tidak boleh sombong dalam hidup ini. Kita harus tetap bersabar dan harus mencari, dan menggali apa hikmah dibalik itu dan menyerah kan persoalan ini kepada Nya sebagai sebuah keyakinan iman kita. Begitu firman Nya Dalam Attaubah : 51

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

Jadi mari kita intropeksi diri kita. Barangkali selama ini kita sering bersikap angkuh dan sombong kepada Allah SWT. Sehingga Allah juga sombong kepada kita. Kalau Allah sombong, apa yang tidak mungkin? Baru sekedar covid 19, Allah zahirkan kesombongan Nya, berapa banyak manusia meninggal dunia karenanya..

Kedua, agar kita berusaha  menghindari musibah yang kita kawatirkan mengancam hidup kita. Dalam bahasa agama disebut berikhtiar dengan sepenuh hati. 

Jadi, Belajarlah, pahamilah apa yang dikatakan para Ahli. Artinya mengikuti prosedur, SOP yang sudah ditetapkan oleh Ahli Kesehatan dan diakui oleh Negara. Itu menjadi fardu 'ain. 
Pemerintah sudah mengeluarkan edaran terkait Covid 19. Maka Umat islam wajib membersihkan dirinya,  wajib menjaga dirinya jangan sampai kena wabah ini. Bahkan secara khusus kita di pemerintahan kabupaten pasaman, pemda telah mengeluarkan edaran  untuk kita sekarang berada zona orange artinya kita berada pada posisi yang angka penularan covidnya tinggi, untuk itu dianjurkan salat id dirumah saja, sebagai antisipasi kemungkinan kena wabah ini. Oleh karena itu ikutilah aturan sebagaimana dihimbau oleh pemerintah. 

Kementrian agama mengatakan, Ke masjidpun dalam kondisi wabah ini, tidak ada masalah tidak ke masjid, ditunda dulu. Jangan salah dimengerti, Jangan kita katakan kemenag dan pemerintah melarang  orang ke masjid, yang dimaksud nya, pelihara diri kita, orang lain juga jangan sampai kena wabah ini.

Ketiga, sikap kita..
Bahwa ujian, cobaan adalah sebuah kenyataan hidup.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Berdasarkan ayat tersebut kita dapat berkata: ujian adalah suatu hal yang musti kita lalui..
Salah satu ujian Nya adalah kecemasan, untuk mengatasinyanya disinilah perlunya arti penting agama.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
 (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".

3 hal ini saja kira-kira yang bisa saya hidangkan semoga kita semakin bijak dalam menyikapi masalah dan menjadi solusi dari masalah yang ada dalam menghadapi hari-hari ke depan. Apabila 3 hal kita pahami maka kita tidak perlu panik, kita akan terus waspada, kita akan terus meyakinkan diri kita, masyarakat kita bahwa Allah sedang menguji kita. Oleh karena itu kita kembalikan KepadaNya. 


Mudah-mudahan khutbah yang pendek dan Ringkas ini ada manfaat nya bagi kita, dan semoga kita terjauh dari Musibah, terjauh dari Azab Allah, terjauh dari azab dunia dan azab api neraka. Ibadah kita diterima disisi Nya. Aamiin.

Fa'tabiru Ya ulil Abshar, la'album Turhamuun.

Khutbah kedua

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
للهِ الًّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ اَحَسَنُ عَمَلاَ، وَ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَاعَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى.

أَشْهَدُأَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِى سَيِّدَنَامُحَمَّدً. امابعد.
عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

Qaa lallaahu ta'ala fil Quraanil Kariim..a 'uzubillaa hi minasy syaitaa nirrajiim bismillaahirrahmaa nirrahiim. 

ان اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ .ف العا لمين إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. 
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. 
والحمد الله رب لعلمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
 







Rujukan: Dikutip Dari Penjelasan Prof.Dr. Duski Samad, My Guru Besar UIN IB. Padang 


                                    ***

Senin, 03 Mei 2021

Perusak Amal Ibadah yang telah dikerjakan


Kalau kita merujuk bimbingan Rasulullah saw yang bunyi otentiknya adalah sebagai berikut :


سِتَّةُ اَشْيَاءَ تُحْبِطُ الْاَعْمَالَ : الاشتغال بعيوب الخلق وقسوة القلب وحب الد نيا وقلة الحياء وطول الامل وظالم لاينتهى (رواه الد يلمى عن عدى بن حا تم)

“Ada 6 (enam) faktor yang dapat menghapus (pahala) amal perbuatan kita : Tekun dengan kesalahan orang lain, keras hati, cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang angan-angan dan perbuatan dzalim yang tidak ada hentinya”. (HR. Ad Dailamy dari Adi bin Hatim)


Jadi Hal-hal yang bisa merusak amal perbuatan kita sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah  saw  tersebut harus kita jauhi :

Apa itu?


1) Sibuk memperhatikan aib/kesalahan orang lain;

2) Keras hati;

3) Cinta dunia;

4) Sedikit rasa malu;

5) Banyak angan-angan; dan

6) Berbuat dzalim yang tidak berakhir.


Rabu, 28 April 2021

Peran Pelajar Dalam Kemajuan Islam

Oleh: 
Zainal Masri-Ka.MAS Tigo Nagari

السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته

 اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ  عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ

Bapak Dewan Hakim yang arif dan bijaksana

Hadirin terutama rekan rekan pelajar yang saya muliakan.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Sholawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW.  Intan mutiara di kota mekah parit pagar di kota madinah penegak kebenaran dan penghancur kebatilan. Yakninya Nabi Muhammad SAW

Bapak Dewan Hakim yang arif dan bijaksana.

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan sebuah sarahan yang berjudul "Peran pelajar dalam kemajuan Islam".

Pelajar adalah gambaran pemimpin masa depan.. Jika kita ingin bertanya mau dibawa kemana masa depan bangsa  ini, maka lihatlah bagaimana keadaan pelajar hari ini. Bahkan akan bagaimana warna Islam di bangsa ini kedepan 20, 30 tahun yang akan datang tergantung pelajarnya. Sebagaimana Syekh Mustofa al-Ghalayaini seorang pujangga Mesir berkata :

إن في يد الشبان أمر الأمة وفي أقدامها حياتها

(Innafi yadissyubaani amral ummah wafi iqdamihaa hayyataha)

“bangsa dan negara tergantung bagaimana pemudanya". kau pelajar hari ini, pemimpin di masa depan. 

Dari ungkapan tersebut jelas bahwa apabila ingin memajukan bangsa dan islam maka dengan membina pelajarnya. Dan sebaliknya apabila ingin menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan mengangkat senjata untuk berperang, namun cukup menghacurkan pelajar atau pemudanya saja, maka kelak bangsa akan hancur dengan sendirinya.

Teman-teman pelajar seperjuangan

Sekarang mari kita lihat diri kita, mari kita tengok teman-teman di sekeliling kita, mudah-mudahan kita yang ada di sini tidak termasuk bagian dari teman-teman kita yang sudah terjangkiti oleh virus pelajar yang sangat berbahaya, Apa itu? yaitu virus hura-hura. Menghabiskan waktu hanya untuk senang-senang sesaat, dan tidak mau mengikuti aturan. 

Saat belajar di  sekolah bermalas-malasan, nakal, pulang sekolah main game,  HP yang seharusnya digunakan untuk menggali informasi seluas-luasnya justru lebih banyak digunakan untuk menonton flm porno, daripada ibadah, lebih banyak smsan daripada mengikuti pengajian, lebih banyak menelfon pacar daripada belajar. Hingga lupa PR, lupa tugas dan lupa cita-citanya

Lantas….apa benar kita sebagai pelajar?  yang  dapat mempengaruhi nasib bangsa ini ke depan…?.

Teman-teman seperjuangan

Ibarat tumbuhan disaat kecilnya sudah bengkok, penuh penyakit, maka tidak akan tumbuh menjadi pohon kayu yang  baik dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Ibarat bangunan kita adalah pondasi. Jika pondasinya lemah, maka semegah apapun bangunan itu hanya tampak indah dari luar namun tidak tahan goncangan, keropos rapuh dan mudah runtuh.

Jadi dari uraian yang singkat ini sudah jelas, walaupun kita masih pelajar namun sangat besar peranan kita dalam kemajuan islam dan kemajuan bangsa. Apabila kita hanya bermalas-malasan maka kelak islam dan bangsa kita akan diisi oleh orang-orang yang yang malas. Sebaliknya apabila kita menjadi pelajar yang rajin, penuh prestasi serta berlakul karimah. Maka kelak bangsa kita menjadi bangsa yang maju, penuh prestasi dan bermartabat.

Bapak Dewan Hakim serta Teman-teman seperjuangan

Untuk itu Sebagai pelajar saya mengajak  milikilah karakter yang kuat agar mampu mengemban tugas dan amanat perjuangan untuk islam dan bangsa ini.  karakter apa  yang harus dimiliki oleh pelajar khususnya pelajar islam antara lain:

Yang pertama;    Memiliki Iman Yang Kuat dan Lurus.

Dengan memiliki iman yang lurus dan kuat maka seorang pelajar bisa terbimbing dalam jalur yang benar dan terhindar dari virus – virus pelajar yang telah saya jelaskan tadi. Iman yang kuat dan lurus tersebut akan membawa pelajar pada islam yang baik yang tingkah – lakunya sesuai dengan Al – Qur’an dan As – Sunah.

Yang kedua;     Memiliki Akhlak Yang Mulia.

Akhlak akan menjadikan seorang pelajar tahu dalam bersikap, kapan dia harus hormat, dan kapan dia harus bersikap tegas.  

 Contohlah Rasulullah, beliau membangun akhlak dengan ahklak, sehingga Allah memuji beliau:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Yang ketiga; Berpengetahuan Luas.

Ilmu adalah kunci kesuksesan manusia baik itu kesuksesan dunia maupun kesuksesan akhirat. Rasulullah saw. bersabda:  “Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu. 

Teman-teman seperjuangan.

Dengan pergeang iman, akhlakul karimah dan ilmu pengetahuan yang luas kita akan menjadi generasi bangsa, yang siap untuk kemajuan islam, serta cita-cita bangsa yang kita cintai ini. Sehingga Dengan pelajar yang beriman bangsa akan aman. Dengan pelajar yang berilmu bangsa akan maju. Dengan pelajar  yang  beraklak mulia bangsa akan Berjaya. Jadilah pelajar yang memiliki semangat untuk perubahan kearah kemajuan tersebut dengan karakter yang 3 ini. 

Selamat Berjuang!

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, 

Wabillahitaufik walhidayah 

Wassalamualaikum WrWb.

Minggu, 25 April 2021

Aktualisasi Sumbang 12 dan kato nan ampek serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Ranah budaya MinangKabau banyak memberikan nuansa pendidikan yang dapat meningkatkan budi dan bahasa kaum wanita Minangkabau. Salah satu diantaranya adalah dengan menjauhi hal - hal yang sumbang, jangga kalau diliek. Yang dimaksud dengan sumbang dalam tulisan ini adalah segala sesuatu yang tidak pada tempatnya. Ketidak pada tempatannya ini dapat dalam bentuk perbuatan, perkataan, atau pemikiran. Jika disimak dengan lebih dalam, akan terlihat begitu banyak nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada hal-hal yang sumbang itu. Muara dari semua adalah budi dan bahasa.

Pengertian Sumbang 12

Sumbang 12 merupakan sebuah nasihat seorang ayah kepada anaknya khususnya pada anak perempuan. Mengapa perempuan? Karena bagi orang minangkabau perempuan begitu mulia. Budi pekerti dan rasa malu dijunjung tinggi seperti pada kutipan berikut:

“Ketahuilah nak, kok indak dek buku tiok rueh, indak sambilu malampisi, haram baguno buluah bambu, mako baitu juo parampuan, nan manjadi rueh jo buku di dirinyo indak lah lain indak lah bukan sapado dari budi, sadangkan sambilunyo adolah malu. Parampuan indak babudi ibarat bambu indak ba rueh, alun tasingguang nyo lah ratak, baru tagisia nyo lah pacah, parampuan tak punyo malu bak buluah ilang sambilu, bangun lamah tanago rapuah, hilang kepribadian, pupuih sumangek jati diri, tanpa power tanpa wibawa (Ketahuilah nak, kalau tidak ada buku di tiap ruas, dan “sambilu” melampisi, tidak ada gunanya buluh bambu. Maka begitu juga perempuan, yang menjadi ruas dan buku di dirinya adalah budi pekerti, dan yang menjadi “sambilu” adalah rasa malu. Perempuan tidak berbudi ibarat bambu tidak beruas, belum tersinggung dia sudah retak, baru tergesek saja dia sudah pecah. Perempuan tak punya malu ibarat bambu tidak bersembilu (sambilu), kalau bangun dia lemah tenaganya rapuh, hilang kepribadian, pupus semangat jati diri, tanpa power tanpa wibawa).”

Sumbang 12 sendiri pengertiannya adalah 12 perilaku yang sumbang atau tercela, namun belum bisa dikategorikan pada perbuatan salah artinya perbuatan ini tidak salah tapi janggal di mata orang Minang. Oleh karena itu dikatakan sumbang 12. Jika perempuan Minang melakukannya, maka dia akan dipandang aneh oleh masyarakat dan biasanya akan ditegur oleh orang tua. Sumbang 12 ini tertulis sumbernya dari Tambo dan semacam nilai adat yang dianut secara turun temurun berupa nasihat ayah yang sering diberikan kepada anak perempuannya.

Terdapat pembagian sumbang 12 dan maknanya, yaitu:

1. Sumbang duduak (sumbang duduk).

Duduak sopan bagi padusi iyolah basimpuah, bukan baselo cando laki-laki, nan paliang tacacek bana kalau mancanngkuang jo mancongkong sabalah lutuik batagakkan bak gaek duduak di lapau (Duduk perempuan Minang adalah bersimpuh, bukan bersila seperti laki-laki. Yang paling tercela adalah duduk jongkok, dan duduk dengan kaki diangkat sebelah seperti orang tua duduk di warung kopi).

Kok duduak di bangku di kurisi, rapekkan paho arek-arek, manyampiang agak salayang, nyampang mamakai rok singkek, usahlah kaki ditindiahkan, nak jan tasimbah nampak sajo (Kalau duduk di kursi, rapatkan paha benar2 rapat, sedikit menyamping. Kalo seandainya memakai rok pendek, kaki jangan ditindihkan, jelek dilihat).

Baitupun duduak di honda, dibonceang atau mambonceang, ijan mangangkang abih2, manjajok dipandang urang. Itu sumbang duduak (Begitu pun duduk di atas motor, baik dibonceng atau membonceng, jangan mengangkang lebar2, menjijikkan dipandang orang lain).

2. Sumbang jalan.

Bajalan musti ba kawan, paliang kurang jo paja ketek, kalau padusi bajalan surang, saibarat alang-alang lapeh, jatuah merek turun harago, randah pandangan laki-laki.Berjalan harus ada kawannya, setidak-tidaknya dengan anak kecil. Kalau perempuan berjalan sendiri ibarat elang lepas, jatuh merek turun harga, rendah dipandang laki-laki).

Usah bajalan ba gageh-gageh, malasau mandongkak-dongkak, co ayam gadih ka batalua, usah… tapi bajalanlah siganjua lalai, pado tampuah suruik nan labiah, alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati, aratinyo lamah lambuik, gemulai tapi tegas, kok bajalan ba samo gadang, jan babanja ma ampang labuah, agak’i urang di bulakang, kok bajalan jo urang tuo atau jo urang laki-laki, awak ma iriang di bulakang, baitulah adat ka dipakai (Jangan berjalan terburu2, tapi berjalan lah dengan gemulai tapi tegas.Ibaratnya, ranting pohon kalau tersandung bisa patah menjadi 3, tapi semut diinjak tidak mati.Begitulah wibawa perempuan Minang. Jika berjalan dengan teman sebaya, jangan berbanjar (beriring2an). Jika berjalan dengan orang tua atau dengan laki-laki, perempuan mengiringi agak di belakang sedikit (jangan mendahului). Begitu lah adat yang akan dipakai.

3. Sumbang kato (kata)/sumbang bicara.

Bakatolah jo lunak lambuik, duduak kan etongan ciek-ciek, nak paham urang mukasuiknyo, sumbang bana dek parampuan barundiang co murai batu bak aia sarasah tajun rumik lah urang mamiliahi, kalau rang tuo sadang mangecek, pantang mamotong bicaronyo, nantikan dulu sudah2, baru dijawab patuik dijawab, didakek urang sadang makan usah mangecek nan kumuah2, pai manjanguak urang sakik usah carito urang mati, kurang baiak kurang tapuji manunggu utang di nan rami, baitu ajaran sopan santun (Bicaralah lemah lembut, dudukkan persoalan satu-persatu, jangam tergesa-gesa. Jika orang tua sedang bicara jangan dipotong. Jangan bicara kotor ketika sedang makan.Jangan bicara kematian ketika menjenguk orang sakit).

4. Sumbang caliak (melihat).

Kurang taratik urang padusi, pamana pancaliak jauah, pamadok arah balakang, pamatuik diri surang. Nyampang pai ka rumah urang, pajinak incek mato, jan malanja sapanjang rumah. Usah pancaliak jam, wakatu ado tamu. Ijan panantang mato rang jantan, aliahan pandangan ka nan lain, manakua caliak ka bawah (Kurang sopan kalau perempuan melihat jauh ke depan, kesannya sombong. Jika bertamu ke rumah orang, pandangannya jangan liar, melihat sekeliling rumah orang seperti orang menyelidik itu tidak boleh. Jika menjadi tuan rumah jangan sering lihat jam, Tamu akan tersinggung karena dianggap diusir secara halus. Jika melihat laki-laki, jangan menatap bola matanya. Melihat lah ke arah lain atau menunduk saja).

5. Sumbang makan.

Usah makan sambia tagak, kunyah kenyoh sapanjang jalan. Nyampang makan jo tangan, ganggam nasi jo ujuang jari, bao ka ateh lambek-lambek, usah mangango gadang-gadang. Nyampang makan jo sendok, agak-agak malah dahulu, nak jan balago sendok jo gigi. Ingek-ingek dalam batambuh, kana-kana manyudahi (Jika makan itu jangan “mancapak” (berbunyi).Jadi bergumam saja. Jika mau nambah nasi di takar.Biarlah sering, tapi sedikit. Kalau makan pakai sendok, jangan beradu sendok dan garpu sehingga bunyinya mengganggu.Biasakan mencuci tangan).

6. Sumbang pakai (berpakaian).

Babaju jan sampik2, nak jan nampak rasio tubuah, dima bukik dima lurahnyo, dima taluak tanjuang baliku jadi tontonan laki-laki, usah pulo talampau jarang, nan tipih nan tabuak pandang, konon tasimbah ateh bawah, usah Satantang mode jo potongan, sasuaikanlah jo bantuak badan, sarasikan jo ragi kain, buliah sajuak pandangan mato (Jangan berpakaian yang sempit-sempit, akan menjadi tontonan laki-laki.Jangan pakai baju yang mencolok warnanya, terutama merah, nanti dikatain orang kayak dendeng balado. Jika  melayat, pakai baju polos yang gelap warnanya.Jangan pakai baju yang nampak ketiak).

7. Sumbang batanyo (bertanya).

Barundiang sasudah makan, batanyo salapeh arak. Sangeklah cando, tanyo tibo ikua di ateh. kasa Usah batanyo di indak mambali. Nyampang tasasek karantau urang ijan batanyo bakandak-kandak. Buruak muncuang dijawek urang, cilako juo kasudahannyo. Simak dulu dalam-dalam, baru tanyo jaleh-jaleh (Jika kita kedatangan tamu, jangan langsung ditanya maksud kedatangannya. Pandai-pandailah berbasa-basi, disuguhi air minum dahulu, baru ditanya. Jika sedang makan bersama,Jangan bertanya harga beras. Nanti tamu kita tersinggung karena dipandang perhitungan)

8. Sumbang jawek (menjawab).

Jaweklah tanyo elok-elok, usah mangandang mamburansang. Jan asa tanyo bajawek, kunun kok lai bakulilik (Kalau menjawab pertanyaan orang hendaknya lemah lembut, jangan menyinggung perasaan orang. Terutama kalau kita lagi berjualan, jangan menyinggung perasaan konsumen).

9. Sumbang kurenah (Karakter/Pembawaan Diri).

Kurang patuik, indaklah elok babisiak sadang basamo. Usah manutuik hiduang di nan rami, urang jatuah awak tagalak, galak gadang nan bakarikiakan. Bueklah garah nan sakadarnyo, buliah ndak tasingguang urang mandanga. Jikok mambali durian, usah kuliknyo ka laman urang.Paliharo diri dari talunjuak luruih kalingkiang bakaik, nan bak musang babulu ayam (Jangan berbisik-bisik berdua ketika kita lagi duduk bertiga, nanti yang satunya tersinggung.Jangan menguap di keramaian.Jangan menutup hidung di tengah orang ramai.Jangan ketawa bisik2 ketika sedang melayat).

Sebenarnya banyak aturan-aturan yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan yang dijelaskan dalam tambo. Kalau laki-laki tidak ada aturan khususnya. Laki-laki minang lebih banyak bebas. Bahkan dulu laki-laki itu wajib menginap di surau (masjid) untuk belajar agama dan silat atau merantau. Perempuan minang itu sangat dijaga oleh keluarganya, bahkan masyarakat. Dari sumbang 12 tersebut diajarkan bahwa perempuan itu harus bersikap anggun dan berwibawa di masyarakat.

10. Sumbang bagaua (bergaul).

Usah bagaua jo laki-laki kalau awak surang padusi. Jan bagaua jo paja ketek, main kalereang jo sepak tekong, kunun kok lai semba lakon. Paliharo lidah dalam bagaua, iklas-iklas dalam manolong, nak sanang kawan ka awak. (Jangan berkumpul dengan laki-laki jika cuma kita saja perempuannya.Jangan menginap di rumah orang jika tak ada keperluan. Jangan bergaul dengan anak kecil, seperti main kelereng, main kejar-kejaran karena tidak enak dilihat orang. Pelihara lidah dalam bergaul, ikhlas dalam menolong serta senang berteman).

11. Sumbang tagak (berdiri)

Usah panagak tantang pintu atau di janjang turun naiak, usah panagak tapi labuah kalau tak ado nan dinanti, sumbang tagak jo laki-laki, apolai bukan jo muhrim, konon pulo ba rundiang-rundiang (Tidak boleh berdiri di depan pintu atau di depan tangga.Jangan berdiri di tepi labuh (bisa dermaga, pelabuhan, dll) kalau tidak ada yg dinanti.Sumbang berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim, apalagi sampai berbicara terlalu lama).

12. Sumbang karajo (kerja).

Kakok karajo rang padusi iolah nan ringan jo nan alui, sarato indak rumik-rumik. Cando padusi mambajak sawah, manabang, jo mamanjek. Jikok ka kantua, nan rancak iyo jadi guru (Perempuan tidak boleh kerja yang berat-berat kayak laki-laki. Ibaratnya, boleh nyupir, tapi jangan jadi supir).

Meskipun sifatnya tertulis, tapi kontrol dari masyarakat sangat efektif. Karena hukumannya adalah malu, tak hanya bagi dirinya, juga pada keluarganya.


Demikianlah yang dapat saya hidangkan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Sumber: Nasehat Pitaruah Ayah