Rabu, 20 Oktober 2021
Minggu, 17 Oktober 2021
Bimbingan Tahsin Alquran dan Tilawah di Kelompok Remaja Peduli Tigo Nagari
Berikut huruf hijaiyah serta cara membacanya menggunakan harakat fathah ( ﹷ ):
1. ا dibaca a
2. ب dibaca ba
3. ت dibaca ta
4. ث dibaca tsa
5. ج dibaca ja
6. ح dibaca ha
7. خ dibaca kho
8. د dibaca da
9. ذ dibaca dza
10. ر dibaca ro
11. ز dibaca za
12. س dibaca sa
13. ش dibaca sya
14. ص dibaca sho
15. ض dibaca dho
16. ط dibaca tho
17. ظ dibaca zho
18. ع dibaca'a
19. غ dibaca gho
20. ف dibaca fa
21. ق dibaca qo
22. ك dibaca ka
23. ل dibaca la
24. م dibaca ma
25. ن dibaca na
26. هـ dibaca ha
27. و dibaca wa
28. ي dibaca ya
29. ء (hamzah) dibaca a
30. لا (lam alif) dibaca la
Kamis, 14 Oktober 2021
Bersedekah Pada Kakak, Adik dan Karib Kerabat membuat Hidup Lebih berkah dan lebih kaya.
Yang dimaksud karib kerabat disini adalah semua yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari ibu bapak, anak isteri, saudara kandung, paman, bibi, keponakan dan saudara sepupu.
Persoalan diatas mungkin dirasa sepele namun kenyataannya, kebanyakan muslim yang belum tahu lebih memilih untuk bersedekah pada fakir miskin daripada bersedekah terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.
Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah karib kerabat. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini:
وءاتى المال على حبه ذوى القرب
“….dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..” (QS. Al Baqarah 177).
وءات ذى القربى حقه والمسكين
“Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….” (QS. Al Isra 26).
Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.
Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak atau apapun bentuk kebaikan. Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.
Amat disayangkan bila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain, dan sangat peduli dengan masalah sosial di lingkungannya sehingga ia mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan berbagai bentuk amal sosial lainnya.
Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri.
Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala.
Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah.
Sekedar contoh : Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali).
Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya, belanja di mall. Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk sambil berurai air mata.
Rasulullah SAW bersabda:
….يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة*
“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”. (HR. Thabrani).
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة
“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai sedekah dan nilai silaturrahim”.
Pesan penting yang sangat jelas disini:
“Jika Anda dijinkan Allah menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat Anda untuk juga merasakan keberkahan yg dilebihkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Anda itu.
Jangan sampai masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara karib kerabat anda sendiri, dalam keadaan kekurangan.
***
Rujukan: 14 Oktober 2021, tersedia di https://www.ikadikaranganyar.or.id/sedekah-pada-orang-miskin-atau-pada-karib-kerabat/,
Rabu, 13 Oktober 2021
Lama Menikah belum dapat Anak
Agama sebagai pedoman hidup kita, haruslah hendaknya menjadi jalan terbaik untuk dapat dijadikan solusi dalam mencari ridaNya terhadap apapun persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia ini.
Saya kutip dari Penjelasan Prof. Dr. Abdul Somad. Beliau menjelaskan tentang Anak, Anak itu adalah Amanah, dititipkan Allah. Dititipkan Allah Alhamdulillah, tidak dapat pun Alhamdulillah. Boleh jadi dia ada jadi penyabu, jadi perampok, jadi hantu, jadi setan. Pintu sorga yang lain masih banyak, kenapa musti dipaksakan? Haji mabur bisa! Duit tak ada? Salat sunat!
Qa lun waladun salihun, iya kalau dia saleh, kalau tak soleh. Jangan kita mengukur hidup ini merasa lebih hebat dari Allah. Hidup ini bukan kata kita, Kata Allah.
Menurut ilmu Allah, kau ini tak layak!
Pisau,
Mak...minta pisau, minta pisau! Jangan kau main pisau, nanti kau luka! Maka tidak ada maqam yang paling tinggi selain dari maqam ridha,
Radhi tubillahi rabba " Aku ridha menerima pilihan mu Ya Allah"
Oleh sebab itu,I kutilah apa yang sudah dipilihkan Allah SWT.
Kamis, 07 Oktober 2021
Allah memberi Solusi Saat Manusia berkeluh Kesah II Oleh : Zainal Masri, S.PdI
Manusia hidup sering diuji dengan cobaan hidup yang berat yang bisa menyebabkannya menjadi kecewa, lelah lalu muncul rasa keluh kesah. Lebih-lebih hidup di era persaingan dan kompetisi seperti sekarang ini.
Seseorang saat rizekinya menyusut, prestasinya kendor, karirnya menurun, dan lain sebagainya, tidak jarang dalam hatinya mengatakan : "aduh, kenapa hidup saya semakin susah”.
Ada pula yang sedang sakit, sudah berobat ke mana-mana, namun belum sembuh juga, lalu terbersit dalam hatinya perkataan :”betapa malang nasib saya, sampai kapan harus saya derita sakit ini.”
...
Jadi, berkeluh kesah bisa menimpa siapa saja. Allah berfirman.
إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا al-Ma’arij 19 -20
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah.
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
Apabila ia ditimpa kesusahan, ia mengeluh
Itulah sifat kita manusia. Andai saja semua itu sudah terpenuhi kitapun masih akan mengeluh, karena suatu saat kita akan tua dan suatu saat akan mati.
Lalu sebagai orang yang yang beriman, bagaimana cara kita menyikapinya?
Cara yang paling baik adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah yang menguji manusia, tentulah sudah disiapkannya juga solusinya.
Ada sekelompok manusia yang putus asa dan merasa tidak mampu menjalani ujian hidup yang berat hingga berkeluh kesah “saya tidak sanggup dengan ujian ini”.
...
Allah sejak dahulu telah memberikan solusi sebagai jawaban atas keluhan itu, telah menjamin bahwa Allah hanya memberi ujian atau beban hidup kepada seseorang berdasarkan kesanggupan orang itu, (Baqarah ayat 286) “
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupan orang itu.
Jadi Allah memberi kita ujian sesuai dengan kesanggupan kita.
Ada segolongan manusia yang tertimpa kesulitan hidup, kekurangan dan penderitaan hingga berkeluh kesah dengan keluhannya berbunyi “aduh, masalah ini sulit sekali, tak ada penyelesaiannya”. Terhadap keluhan itu, Allah telah memberi solusi sebagai jawaban atas keluhan itu, sebagaimana ditegaskan dalam surat al-Insyirah ayat 5-6 :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Dengan demikian, jika setiap orang bisa memahami bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, maka dia akan ulet agar lekas melewati kesulitan, sabar dan istiqamah agar mendapati kemudahan.
Kadang ada orang yang tertimpa kesulitan hidup hingga berkeluh kesah dengan keluhannya berbunyi “tidak mungkin bisa. ini mustahil ”. Terhadap keluhan itu sesungguhnya Allah telah memberikan solusi sebagai jawaban atas keluhan itu, sebagaimana dalam surat Yasin ayat 82 :
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Jika Allah menghendaki sesuatu, Allah hanya berkata :Jadilah, maka jadi.
Dengan demikian, jika setiap orang bisa memahami bahwa jika Allah menghendaki terwujudnya suatu hal atau kondisi pastilah tidak ada kata mustahil, tentulah sangat mudah, maka orang itu akan ulet, giat dan rajin berusaha berdoa.
Ada orang yang tertimpa kesulitan hidup hingga berkeluh kesah dengan ucapanya “saya stress, gundah dan tidak bisa tenang”. Terhadap keluhan itu sesungguhnya Allah telah memberikan solusi sebagai jawabannya, dalam surat ar-Ra’d ayat 28 :
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang”
Dengan demikian, jika setiap orang yang mengalami tekanan jiwa dan kegelisahan kemudian dia banyak mengingat Allah, mendekat dan tawakal kepada Allah, tentulah dia akan memperoleh kedamaian hidup dan ketenangan jiwa.
Ada juga orang yang berkeluh kesah dengan ucapanya “sia-sia sudah usaha yang telah saya lakukan, sia-sia pengorbananku selama ini untuk kebaikan”. Terhadap keluhan itu sesungguhnya Allah telah memberikan jawaban atas keluhan itu, sebagaimana ditegaskan surat az-Zalzalah ayat 7:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Siapa yang mengerjakan kebaikan meski sebesar biji dzarrah, niscaya ia akan memperoleh balasannya”
Dengan demikian, setiap orang yang menyadari bahwa pengorbanan dan perjuangannya di masa-masa yang telah lalu, pasti akan diganjar dengan pahala yang baik oleh Allah, tentulah orang itu tidak akan putus harapan lagi.
Ada juga orang yang berkeluh kesah dengan ucapanya “sedih rasanya, kini aku sendiri, tiada kawan lagi, tiada lagi orang yang sudi bersamaku”. Terhadap keluhan itu sesungguhnya Allah telah memberikan jawaban atas keluhan itu, sebagaimana disebutkan dalam surat at-Taubat ayat 40:
لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Janganlah bersedih, karena sesungguhnya Allah bersama kita”
Dengan menghayati isi ayat tersebut, sudah sepatutnya setiap orang tidak merasa sepi, sedih dan merasa dunianya sempit. Karena Allah bersamanya, Allah maha kuasa mengirimkan kawan baru yang lebih baik untuknya.
Ada juga orang yang kerja keras, menguras tenaga, fikiran, waktu dan perhatian, hingga ia ditimpa lelah badan, penat pikiran, tegang urat syaraf hingga berkeluh kesah “aduh, aku capek, saya lelah dan jenuh”. Terhadap keluhan itu, Allah telah memberikan solusi sebagai jawaban atas keluhan itu, yakni Allah telah menganugerahkan sarana refreshing untuk mengembalikan stamina badan dan stabilitas fikiran, sebagaimana ditegaskan dalam surat an-naba’ ayat 9 “ :
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
Dan Kami (Allah) menjadikan tidurmu untuk istirahat.”
Dengan demikian, orang yang menyadari bahwa ada solusi atas kelelahannya itu, dia bisa menempuh istirahat dengan cara tidur, cuti, berlibur, dan refreshing, sehingga bisa fit kembali.
Minggu, 19 September 2021
Bimbingan Belajar Alquran untuk Remaja
Bimbingan Belajar Alquran untuk Remaja di Masjid Almuttaqin Parit batu Nagari Ladang Panjang, 19092021. Alhamdulillah berjalan dengan baik. Materi yang dihidangkan adalah tajwid dan mujawwaj
#remajapeduli3n
#patuhiprokes
Rabu, 01 September 2021
ISLAM MENGUTAMAKAN HIDUP SEHAT
Sesuai dengan fungsi dan tujuan agama Islam
sebagaimana telah disebutkan pada bagian (huruf A)
diatas, yaitu : {1) sebagai pedoman bagi manusia dalam
membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara
yang benar dan yang salah, antara yang baik dan yang
buruk {2) sebagai jalan untuk mencapai keselamatan,
Pandangan Agama Islam tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba 11
kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan dalam
kehidupan dunia dan akherat (3) sebagai Rahmatan Lil
'Aiamin atau Rahmat Bagi Seluruh Alam Semesta. Maka
agama Islam sangat menjunjung tinggi hidup sehat,
karena dengan hidup sehat jasmani dan rohani akan
dapat mendukung seluruh aktivitas manusia dalam
upaya mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan
dalam kehidupan lahir dan batin. Oleh karena itu Islam
mengajarkan bahwa menjaga kesehatan hukumnya
wajib dan Islam melarang segala bentuk baik makanan
dan minuman maupun perbuatan yang akan
mengganggu dan merusak kesehatan.
Untuk menjaga kesehatan tersebut, manusia
diperintahkan oleh Allah dan Rasui-Nya dalam AI Qur'an
dan As Sunnah antara lain :
1. Firman-firman Allah :
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik
dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah syaitan, karena
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagimu". (Q.S. AI Baqarah : 168)"Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan." (QS. AI A'raf: 31)"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke
dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berbuat baik." (QS. AI Baqarah :
195
Rasulullah SAW melarang dari setiap barang yang
memabukkan dan yang melemahkan akal dan badan."
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Sesuatu yang
banyaknya memabukkan, maka walau sedikit pun
adalah haram." (HR. Ahmad dan Imam empat)
Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)
a. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang
penyalahgunaan Narkotika tanggal 10 Shafar 1396 H/ 10
Februari 1976 M, meyatakan haram hukumnya
penyalahgunaan Narkotika, karena membawa
kemudaratan yang mengakibatkan mental dan fisik
seseorang serta terancamnya keselamatan masyarakat
dan Ketahanan Nasional.
b. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam
sidangnya yang berlangsung di Mesjid lstiqlal Jakarta
pada hari Senin, tanggal 18 Rabiul Tsani 1417 H,
bertepatan dengan tanggal 2 September 1996 M,
berdasarkan dalil-dalil AI Qur'an dan AI Hadits sebagai
mana telah dikutip diatas, memutuskan"menyalahgunakan Narkotika (Ecstasy dan zat-zat
sejenis lainnya) adalah haram hukumnya."
Peredaran gelap Narkotika adalah juga dilarang dalam
agama Islam karena akan mengakibatkan terjadinya
penyalahgunaan terhadap Narkotika. Hal ini
diisyaratkan dalam firman Allah :"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,
kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan
suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu
membunuh dirimu : Sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami
kelakakanmemasukkan nyakedalamneraka, yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah. Jika kamu
menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang
dilarang kamu mengerjakannya, niscaya kami hapus
kesalahan-kesalahanmu(dosa-dosamu yang kecil) dan
kami memasukkan mu ke tempat yang mulia(surga)."
(QS. An Nisa: 29-31)








































































