By: Zainal Masri
Hari ini kita masih suasana duka yang menimpa saudara-saudara kita, akibat musibah.
Oleh karena itu tema yang khatib hidangkan hari ini berkisar seputar musibah dan cara menyikapi nya:
Kito masih ingek 2 Minggu yang lalu sesuai pengumuman dari BMKG di Sumbar akan ada cuaca ekstrem, hujan lebat. Kalau dalam catatan nya tgl 21-29, yang kena itu 14 kab kota, bahkan dalam catatannya termasuk kab Pasaman, agam dan sekitarnya.
Tapi kita di Pasaman walaupun cuaca ekstrem pada waktu itu, Alhamdulillah masih cukup aman. Itulah kekuasaan Allah, bisa dibagi baginya wilayah terdampak cuaca ekstrem ini.
Oleh karena itu kita ucapkan untuk seluruh tadi, innalilahi wainnailaihi Raji'un, sesungguhnya kita milik Allah dan kita kembali kepada Nya.
Semua jamaah sudah tau, karena perintah sudah banyak, bisa dibaca di WA di FB di YouTube. jadi akibat dari cuaca ekstrem kemaren itu ada yang parah ada yang setengah parah. Di Padang lubuk minturun banyak yang meninggal jembatan putus, di Solok, di Padang panjang apalagi lambah anai, dan di Agam salareh AIA
Mudah²an kita terhindar dari musibah seperti itu bapak² kaumuslim..
Kaumuslimin...
Agama sebagai dasar dan panduan hidup kita memberikan beberapa penjelasan penting terkait soal-soal yang sangat kursial seperti ini.
Musibah itu bahasa arab, asal katanya asoba, yusibu, mushabah, musib. artinya menimpa. Jadi apapun yang menimpa kita baik yang baik maupun tidak baik itu musibah dari asal kata nya.
Sedangkan menurut istilah oleh ulama, musibah adalah hal hal negatif yang tidak kita senangi sampai ke kita itu disebut musibah.
Lalu bagaimana sikap keagamaan kita??
Pertama: terima dg ikhlas
Apapun bentuk kejadian, apakah itu bencana, Banjir, tanah longsor, gempa dan gejala alam lain yang terjadi.
Maka Sikap yang keagamaan kita yang pertama adalah kito harus meyakini bahwa peristiwa seperti ini ada rahasia Ilahi di baliknya.
Jadi oleh karena ada rahasia Nya, kita harus mencari, dan menggali apa hikmah dibalik itu dan menyerah kan persoalan ini kepada Nya sebagai sebuah keyakinan iman kita.
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ١١Musibah tidak akan terjadi kecuali atas izin Allah, jadi kalau tidak izin Allah musibah tidak akan terjadi. Walaupun kita menganggap bisa terjadi tapi Allah bisa menghindarkan itu.
Kedua:
Kita mengajak diri kita, keluarga dan masyarakat lingkungan kita untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Dalam bahasa agama disebut juga dengan Ikhtiar dengan sepenuh hati.
Bak istilah Minang, ingek sabalum kano, maminteh sabalum anyuik,..
Kok k berpergian awak matikan kompor, kulkas... agar tidak terjadi kebakaran...
Kok ka bakendraan Wak, pakai helm..
Bagaimana caranya berikhtiar yang baik?
1. Ikhtiar batiniah
Perbanyak berdoa, berzikir. Dan laksanakan amar makruf nahi mungkar.
Jadi jangan lupa kita berdoa agar diberi kesabaran, kekuatan dan musibah ini segera berakhir.
Perbanyak berzikir, sebab boleh jadi musibah didatangkan Allah tersebab kita melupakan Nya.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
2. Ikhtiar lahiriah
Bahkan Oleh pemerintah sebelum terjadi, telah menghimbau kepada kita masyarakat, jangan panik, jangan takutnya berlebihan. Bahkan gubernur kita menghimbau bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengenali tanda2 bahaya, memantau informasi cuaca, serta menyiapkan peralatan darurat.
Oleh karena itu ikutilah SOP sebagaimana dihimbau oleh pemerintah kita.
Ketiga
Bahwa ujian, cobaan adalah sebuah kenyataan hidup.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Salah satu ujian Nya adalah kecemasan, rasa takut, Untuk mengatasinyanya disinilah perlunya arti penting agama.
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".
***
Kalau kita merujuk penjelasan tersebut, lalu kita ambil itibar, maka kita tidak perlu panik, tetap waspada, hati-hati, dan kita terus berupaya meyakinkan diri, keluarga dan masyarakat kita bahwa Allah sedang menguji kita. Oleh karena itu kita kembalikan kepada Nya.
Semoga bermanfaat.
Wallahu 'alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar