Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Selasa, 01 April 2025

AGAMA DAN PACARAN

Dalam Islam, pacaran (hubungan percintaan antara pria dan wanita sebelum pernikahan) tidak dianjurkan karena mendekati zina dan dapat membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Alih-alih, Islam lebih mengutamakan pendekatan yang disebut ta'aruf, yaitu proses saling mengenal untuk menentukan calon pasangan hidup, dengan tetap menjaga batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. 

Berikut adalah beberapa poin penting terkait agama dan pacaran:

Pacaran dan Zina:

Islam melarang hubungan pacaran karena dapat mendekati perbuatan zina, yaitu hubungan seksual di luar pernikahan. 

Ta'aruf:

Dalam Islam, pendekatan antara pria dan wanita untuk mengenal calon pasangan hidup lebih dianjurkan dan disebut ta'aruf. Ta'aruf adalah proses saling mengenal dengan tetap menjaga etika dan batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. 

Larangan Berduaan:

Islam juga melarang pria dan wanita yang bukan mahram berduaan, karena dapat menimbulkan fitnah. 

Dampak Negatif Pacaran:

Pacaran dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan prestasi akademik, kehamilan di luar nikah, dan dampak psikologis lainnya. 

Pernikahan sebagai Solusi:

Islam mendorong pernikahan sebagai bentuk ikatan yang halal dan teratur antara pria dan wanita. 

Pacaran Beda Agama:

Pacaran beda agama dibolehkan selama menjaga moral dan etika. Namun, jika berlanjut hingga pernikahan, perlu dipertimbangkan kemungkinan masalah hukum dan sosial, seperti terkait nasab anak dan warisan. 

Kesimpulan: Dalam Islam, pacaran tidak dianjurkan dan lebih diutamakan pendekatan yang disebut ta'aruf, dengan tetap menjaga batas-batas yang sesuai dengan ajaran agama. Pernikahan adalah solusi yang halal dan teratur untuk membentuk keluarga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar