- PENGERTIAN THAHARAH
- ALAT BERSUCI
- NAJIS DAN HADATS
- WUDLU’
- MANDI JUNUB
- TAYAMMUM
TUJUAN
Siswa
Mengetahui rukun wudhu dan tata caranya
Siswa
Mengetahui rukun tayammum dan tata caranya
Siswa
Mengetahui rukun sholat dan tata caranya
Siswa dapat
memparktekkan tata cara wudhu dan tayammum yang benar
Siswa
Mengetahui kedudukan thaharah dan sholat dalam Islam serta urgensinya
Secara bahasa thaharah berarti suci dan bersih. Secara istilah thaharah berarti mensucikan diri dari najis dan hadats yang menghalangi sholat dan ibadah-ibadah sejenisnya dengan air atau tanah,atau batu.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
الطُهُورُ نِصْفُ الإِيْمَانِ.
Arinya: "Kesucian adalah sebagian dari iman." (HR Muslim).
B. Alat untuk bersuci
air, batu, debu, atau benda padat lainnya Ketika air tidak ada
Air yang
dapat digunakan untuk bersuci adalah :
a. air
muthlaq yaitu air yang suci lagi mensucikan seperti air mata air, air sungai,
zam-zam, air hujan, salju dan embun.
b. air
musta’mal yaitu air yang telah digunakan untuk wudlu dan mandi. Dan hukumnya
sama dengan air mutlak yaitu sah untuk bersuci.
C. HADATS DAN NAJIS
Najis adalah Benda yang dianggap kotor oleh syariat islam, ia dapat berupa benda yang terlihat, dirasakan dan dibaui
Macam-macam najis
- Najis mukhaffafah, najis yang ringan, contohnya air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI
- Najis mutawassithah, najis yang sedang, contohnya air kencing, tinja, bangkai, kotoran binatang
- Najis mughallazah, najis yang berat, contohnya anjing, babi, dan binatang yang lahir dari persilangan antara anjing dan babi
- Percikkan air ke objek najis kemudian lap kering
- Siram air secara merata ke objek najis sampai hilang
- Taburkan anggota badan yang terkena najis dengan tanah sekali (1x) kemudian cuci bersih dengan air sebanyak enam kali (6x)
- Keluar darah haid, nifas, atau wiladah
- Keluar air mani, baik disengaja maupun tidak disengaja
- Melakukan hubungan suami istri
- Melahirkan bayi, baik hidup maupun meninggal dunia
- Buang air kecil atau besar
- Keluar udara dari dubur
- Tidur, kecuali tidur sambil duduk yang tidak bersandar
- Hilang akal karena mabuk, pingsan, sakit ayan, dan lainnya
Untuk mensucikan hadas kecil, seseorang dapat melakukan wudhu atau tayammun. Sedangkan untuk mensucikan hadas besar, seseorang dapat melakukan mandi wajib atau mandi besar.
Hadas berbeda dengan najis. Najis adalah benda yang bisa dilihat berdasarkan warna, bau, atau rasanya di lidah. Sedangkan hadas tidak berbentuk benda, melainkan status hukum karena suatu perbuatan atau kejadian.
D. HUKUM THAHARAH
Hukum thaharah<bersuci> ini adalah wajib Qs. almaidah 6
E. WUDHU
Wudu adalah bersuci dengan menggunakan air untuk membersihkan bagian-bagian tubuh tertentu
Dasar Qs. Almaidah 6
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قُمۡتُمۡ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغۡسِلُوۡا وُجُوۡهَكُمۡ وَاَيۡدِيَكُمۡ اِلَى الۡمَرَافِقِ وَامۡسَحُوۡا بِرُءُوۡسِكُمۡ وَاَرۡجُلَكُمۡ اِلَى الۡـكَعۡبَيۡنِ ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوۡا ؕ وَاِنۡ كُنۡتُمۡ مَّرۡضَىٰۤ اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ اَوۡ جَآءَ اَحَدٌ مِّنۡكُمۡ مِّنَ الۡغَآٮِٕطِ اَوۡ لٰمَسۡتُمُ النِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُوۡا مَآءً فَتَيَمَّمُوۡا صَعِيۡدًا طَيِّبًا فَامۡسَحُوۡا بِوُجُوۡهِكُمۡ وَاَيۡدِيۡكُمۡ مِّنۡهُ ؕ مَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ حَرَجٍ وَّلٰـكِنۡ يُّرِيۡدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَ لِيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Wahai
orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka
basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh)
kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan
jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air
(kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka
bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan
(debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan
kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
RUKUN WUDHU
- Niat
- Membasuh wajah
- Membasuh kedua tangan hingga siku
- Mengusap sebagian kepala
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
- Tertib
1. 1. Membaca basmalah: Mengawali wudhu
dengan mengucapkan "Bismillah".
2. 2. Bersiwak: Membersihkan mulut dengan
siwak sebelum berwudhu.
3. 3. Mencuci kedua tangan sampai pergelangan
sebelum berwudhu:
4. 4 Berkumur-kumur dan menghisap air kedalam
hidung:
5. 5 Mencuci anggota-anggota wudhu sebanyak tiga
kali, kecuali kepala hanya sekali:
6. 6. Menyela-nyela jenggot yang tebal:
7. 7. Menyela-nyela jari-jari kaki dan jari-jari
tangan:
8. 8 . Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan
daripada kiri:
9. 9. Mengulangi membasuh atau mengusap sebanyak
tiga kali:
10. 10. Membaca doa setelah selesai berwudhu:
11. 11. Menggunakan air wudhu dengan hemat:
12. 12. Menghadap kiblat saat berwudhu
13.13 Menyapu seluruh kepala dengan air
14. 14 Menyapu kedua telinga luar dan dalam dengan
air
Urutan wudhu yang benar adalah:
1. Berniat dalam hati
2. Membaca basmalah
3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali
4. Berkumur tiga kali
5. Menghirup air ke dalam hidung tiga kali
6. Membasuh wajah tiga kali
7. Membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali
8. Mengusap kepala tiga kali
9. Membasuh kedua telinga tiga kali
10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali
11. Membaca doa setelah wudhu
Hal-hal yang membatalkan wudlu yaitu :
- keluarnya sesuatu dari dua
lobang bawah yakni qubul dan dubur
- Tidur nyenyak dalam keadaan
berbaring < terlentang>
- Menyentuh kemaluan tanpa alas
atau pembatas
- Hilang akal sperti gila,pingsan
atau mabuk
- bersetubuh
Mandi junub adalah membasahi seluruh badan dengan air suci. Hal ini di syari’atkan berdasarkan QS.AL-Maidah/5-6 dan AL-Baqarah/2.222.
Mandi besar ini wajib dilakukan apabila keluar mani,selesai
bersenggama,selesai haid atau nifas,baru masuk islam,sesudah sadar dari pingsan
atau gila dan meninggal dunia
TATACARA MANDI JUNUB
PADA intinya semua basah asal semua sudah basah, sah. yang mana yang duluan basah? terserah.
kalau cerita rukunnya saja, yg penting semua basah
Niat mandi junub adalah "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala"
tapi kalau ingin sunah2nya
- Mencuci kedua tangan
- Mencuci kemaluan dengan tangan
kiri. Setelah itu dituntunkan pula mencuci tangan kiri dengan tanah atau
cukup digantikan dengan sabun mandi
- Berwudlu seperti wudlu untuk
shalat
- Menyiramkan air ke kepala
secara merata < keramas > sambil menguceknya sampai ke dasar kulit
kepala
- Menyiramkan air keseluruh badan sampai rata yang di mulai dari kanan kemudian kiri
- Semua hal yang membatalkan wudlu
- Menemukan air suci sebelum mengerjakan shalat
- Habis masa berlakunya yakni satu tayammum untuk satu shalatkecuali bila di jama’.
D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar