Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Kamis, 30 Januari 2025

Pemimpin yang bertauhid adalah kunci terciptanya kelestarian lingkungan hidup suatu bangsa

Mukadimah khutbah I

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. أشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.  اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍأَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ  بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم. وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ

فأعتبروا يا أولي الأبصر لعلكم ترحمون

Mukadimah khutbah II

الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر. اشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍأَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ  بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ. إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، برحمتك يا ارحم راحمين

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ .   اْلخَاسِرِيْنَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ  وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ. اَقِمِ الصَّلٰوةَ


Ma'asyiral muslimiin jamaah jumat Rahimakumullah.

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat, hidayah beserta inayahnya kepada kita, pada jumat yang berbahagia ini kita masih diberi Nya kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat melaksanakan ibadah fardu jumat.

Salawat dan salam untuk junjungan kita, nabi  Muhamad SAW, karena kita tahu beliau adalah nabi yang terakhir yang menjadi Rahmatal Lil alamiin.

Hadirin jamaah jumat Rahimakumullah.

Adapun judul khutbah kita pada kesempatan kali ini adalah: Pemimpin yang bertauhid adalah kunci  terciptanya kelestarian lingkungan hidup suatu bangsa

Hadirin jamaah jumat Rahimakumullah.

Lebih kurang 2 bulan yang lalu, tepatnya 6 Desember 2024. Presiden terpilih AS, Donal Trump. Pernah berkata di layar kaca. Beliau menyerukan neraka bagi gaza jika Hamas tidak membebaskan sandera yang ditawannya sebelum pelantikannya tanggal 20 Januari 2025 yang lalu

Ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan bahasa seperti itu sejak terpilih, dengan berbagai ucapannya seperti akan ada “neraka yang harus dibayar” dan bahwa “gerbang neraka akan terbuka lebar” jika para sandera tidak dibebaskan.

Hadirin jamaah jumat Rahimakumullah.

Akan tetapi terjadi suatu peristiwa yang l mengagetkan dunia, yaitu selang beberapa hari saja setelah trump berkata demikian,  terjadi suatu kebakaran hebat di   Los anggeles Amerika serikat itu sendiri.

kejadian ini tentu menjadi sebuah renungan bagi diri kita sendiri, pihak yang terzalimi dan pihak yang menzalimi.

Kenapa peristiwa seperti itu bisa terjadi?

Sebagai orang yang beriman, berakal sehat, dan beragama dengan baik. Kita dapat menjawab nya; "pemimpin seperti ini telah melupakan Allah SWT. Dia tidak mau melaksanakan perintah Tuhan,  melestarikan lingkungan hidup,  perdamaian dunia dan menjaga bumi ini.  

Hal ini kalau kita merujuk kepada Alquran:

Inilah yang dikatakan oleh Allah dalam surat Alhasir :19

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ 

Dan Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.

Ayat tersebut mengingatkan kita agar jangan seperti orang yang lupa kepada Allah. Lupa kepada Allah artinya bukan hanya lupa dikepala tapi di hatinya. Hatinya tidak mau tunduk terhadap agama dan perintah Allah. 

Akhirnya orang tersebut lupanya terhadap Allah, menjadikan dia lupa diri.

Orang yang lupa diri, akan  melakukan perbuatan-perbuatan melampaui batas itulah orang yang fasik.

Penyebab kedua bisa jadi, karena pendidikan yang diterimanya adalah pendidikan sekuler, yang jauh dari nilai-nilai tauhid, sebab dengan tauhid lah manusia punya hubungan baik dengan Allah dan punya hubungan baik dengan sesama manusia serta lingkungan alam.

Kalau manusia itu tidak bertauhid maka putuslah hubungannya dengan Allah SWT dan rusaklah bumi ini akibat lisan dan perbuatan nya. Allah berfirman dalam Qs. Ar Rum:41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Bapak Quraish Shihab menjelaskan ayat tersebut bahwa Telah terlihat kebakaran, kekeringan, kerusakan, kerugian perniagaan dan ketertenggelaman yang disebabkan oleh kejahatan dan dosa-dosa yang diperbuat manusia. Allah menghendaki untuk menghukum manusia di dunia dengan perbuatan-perbuatan mereka, agar mereka bertobat dari kemaksiatan

Hadirin jamaah jumat Rahimakumullah

Demikianlah bapak-bapak kaumuslimin jamaah jumat yang dimuliakan Allah, pentingnya tauhid bagi pemimpin dalam  penjagaan dan kelestarian lingkungan hidup suatu babgsa 

Namun kita masih bersyukur hidup di indonesia ini, masih dikaruniai oleh Allah pemimpin-pemimpin yang menurut khatib masih memiliki rasa takut kepada Tuhan yang maha esa, perduli terhadap lingkungan,  sayang kepada rakyat, dan cinta akan perdamaian dunia.

Tinggal lagi bagi kita untuk dapat mensyukuri nya dengan mendukung kebijakan dan program-program yang telah ditetapkannya.


Rabu, 29 Januari 2025

Pendidikan Agama dan Pendidikan Karakter: Sinergi dalam Pembentukan Generasi Berkarakter

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk karakter individu. Salah satu pendidikan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter adalah pendidikan agama. Pendidikan agama, terutama bagi umat yang beragama, tidak hanya memberikan pemahaman tentang ajaran agama, tetapi juga membantu individu dalam membangun nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang baik

memahami pentingnya tanggung jawab, kejujuran, dan empati. Pendekatan ini juga membantu siswa untuk mengembangkan sikap disiplin, kerja keras, dan kepatuhan terhadap aturan, yang merupakan landasan bagi kesuksesan di berbagai bidang kehidupan.

3. Mengapa pendidikan agama dan pendidikan karakter perlu disinergikan?

Pendidikan agama dan pendidikan karakter perlu disinergikan karena keduanya memiliki tujuan yang sama dalam pembentukan karakter individu. Pendidikan agama membantu individu untuk memahami nilai-nilai moral yang mendasari sikap dan perilaku yang baik, sementara pendidikan karakter membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan perilaku yang baik melalui pembelajaran nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan karakter, kita dapat membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berkepribadian baik.

4. Bagaimana peran sekolah dalam mendukung pendidikan agama dan pendidikan karakter?

Sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan agama dan pendidikan karakter. Melalui mata pelajaran agama, sekolah dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang ajaran agama. Selain itu, sekolah juga harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter siswa, dengan menerapkan disiplin yang konsisten dan memberikan penghargaan atas prestasi karakter yang baik.

5. Apa dampak positif dari pendidikan agama dan pendidikan karakter dalam pembentukan generasi yang berkarakter?

Pendidikan agama dan pendidikan karakter memiliki dampak positif yang besar dalam pembentukan generasi yang berkarakter. Generasi yang dipengaruhi oleh pendidikan agama dan pendidikan karakter akan memiliki sikap dan perilaku yang baik, seperti kejujuran, disiplin, toleransi, tanggung jawab, dan empati. Mereka juga akan memiliki kekuatan moral yang kuat, yang akan membantu mereka menghadapi tantangan kehidupan dengan bijaksana.

6. Bagaimana cara implementasi pendidikan agama dan pendidikan karakter dalam pendidikan formal?

Implementasi pendidikan agama dan pendidikan karakter dalam pendidikan formal dapat dilakukan melalui kurikulum sekolah. Sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan agama dalam mata pelajaran agama dan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, program mentoring, dan pengajaran nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sekolah juga harus menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa, dengan menerapkan aturan yang jelas dan memberikan penghargaan atas prestasi karakter yang baik.

Kesimpulan

Pendidikan agama dan pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi berkarakter. Pendidikan agama membantu individu untuk memahami nilai-nilai moral yang mendasari sikap dan perilaku yang baik, sementara pendidikan karakter membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan perilaku yang baik melalui pembelajaran nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sinergi antara pendidikan agama dan pendidikan karakter, kita dapat menciptakan generasi yang memiliki kekuatan moral yang kuat dan berkepribadian baik.

Sumber: 30 Januari 2025 tersedia di https://sirnajaya-tasikmalaya.desa.id/pendidikan-agama-dan-pendidikan-karakter-sinergi-dalam-pembentukan-generasi-berkarakter/

Dok januari 2025

 






















Selasa, 31 Desember 2024

Agama dan perilaku Masyarakat

 Agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku masyarakat, seperti nilai, norma, dan etika. Agama juga menjadi pedoman hidup bagi penganutnya, sehingga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. 

Berikut ini adalah beberapa peran agama dalam kehidupan masyarakat:

Membentuk kepribadian

Agama menjadi sumber nilai spiritual dan akidah yang membentuk kepribadian manusia. 

Membangun identitas sosial

Agama membantu individu menemukan tempatnya dalam komunitas yang lebih luas. 

Menciptakan perdamaian

Agama dapat membantu menciptakan perdamaian dan mengamankan keamanan di dunia dan di akhirat. 

Meningkatkan solidaritas

Agama dapat meningkatkan solidaritas dan mempererat ikatan kekerabatan. 

Mengatur tingkah laku

Agama menjadi tolak ukur yang mengatur tingkah laku penganutnya dalam kehidupan sehari-hari. 

Membantu menghadapi tantangan

Agama dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan dan permasalahan yang tidak dapat diatasi melalui solusi teknis atau organisasi. 

Agama dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Masyarakat menyediakan konteks sosial dan budaya tempat agama berkembang, sedangkan agama memengaruhi nilai-nilai dan norma-norma yang dianut masyarakat.[1]

 



[1] 1 Januari 2025, tersedia di https://www.google.com/search?q=agama+dan+perilaku+masyarakat

Rabu, 25 Desember 2024

DOA KHATAM

Allahumma Yaallah ya rahma nirrahiim..

Dengan taburan nikmat dan naungan yang menyertai setiap aktivitas hidup kami, pada hari ini kami berkumpul bersama pada acara gebyar wisuda tahfidz, wisuda iqra dan khotmil quran angkatan ke 5 se kec 3 nagari.

Tiada daya dan upaya, kecuali kekuatan dan kemahakuasaan yang engkau curahkan kepada kami, engkau berkati acara kami ini yaallah, curahkan keberkatan disisi Mu, dekatkan kami kepada Alquran sehingga kami gemar membacanya dan bukakan mata hati kami untuk dapat mengamalkan isi kandungan nya.

Yaallah beri kami kemampuan dan kemauan yang sungguh, menjadikan alquran sebagai acuan dalam melaksanakan aktivitas kehidupan.

Sedalam2nya ungkapkan syukur kami, menyertai doa kami kepada mu, jadikan lah wisuda ini sebagai sarana ubudiah dan bibit penanaman nilai2 religus kepada umat serta menjadi rahmat bagi kejayaan bangsa ini

Yaallah

Jadikan lah alquran sebagai penyejuk hati kami, penghapus duka dan pelenyap kebimbangan.

Yaallah

Jadikan lah alquran bagi kami di dunia ini sebagai teman, didalam kubur sebagai pelita,   di akhirat menjadi syafaat, di atas syirat menjadi cahaya, menuju sorga sebagai sahabat.


Selasa, 17 Desember 2024

Iman, amal dan hari Pembalasan


*Iman
Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril, Jibril bertanya pada Rasulullah,

فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ

Artinya: "Beritahukanlah kepadaku apa itu iman." Rasulullah menjawab, "Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim).

*Bentuk2 amal soleh

1.Salat Berjamaah. 

2. Membaca Al-Quran. 

3. Berdzikir. ...

4. Berbakti pada orang tua

5. Menyambung Silaturahmi. ...

6. Belajar 

7. Berprasangka Baik. 

8. Selalu Berkata yang Baik.

*Hari pembalasan dalam Islam

Yaumul Jaza adalah hari pembalasan dalam Islam yang terjadi di akhirat. Pada hari ini, amal perbuatan manusia ditimbang dan diberi balasan yang setimpal. Balasan tersebut ditentukan oleh Allah SWT berdasarkan perbuatan manusia selama di dunia

Surah Al-Infitar ayat 1-5,

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ ١ وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ ٢ وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ ٣ وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ ٤ عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ ٥

Artinya: "Apabila langit terbelah, apabila bintang-bintang jatuh berserakan, apabila lautan diluapkan, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya)."

 *Jaminan sorga

Mukminun ayat 1-11. Allah SWT berfirman:


قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ ٣ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُوْنَ ۙ ٤ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ ٥ اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ ٦ فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَ ۚ ٧ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ ٨ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ ٩ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوٰرِثُوْنَ ۙ ١٠ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ١١

Artinya: "Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya). Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka. Orang-orang yang memelihara salat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al Mukminun: 1-11)

Hadits

عن عُبَادة بن الصَّامت ، قال : قال رسُول اللَّه صلَّى اللّهُ عليه وسلَّم "اضْمنُوا لِي سِتًّا من أنفسِكمْ أضْمَنُ لكمْ الجنةُ ؛ اصْدُقُوا إذا حدَّثْتُمْ ، وأوْفُوا إذا وعدتُمْ ، وأدًُّوا إذا ائْتُمِنْتُمْ ، و احفَظُوا فُروجَكمْ ، وغُضُّوا أبْصارَكمْ ، وكُفُّوا أيديّكمْ  

Dari Ubadah bin ash-Shamit, dia berkataa, “Rasulullah SAW bersabda, “Jaminlah untukku enam hal darimu, aku jaminkan surga untukmu; benar dalam bicara, tepat janji kepada Allah dan manusia, tunaikan amanah, tutup aurat dan jaga kemaluanmu, tahan matamu dari yang haram, dan jaga tangan.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban & Baihaqi).