Bahasa: penangguhan atau jebakan.
Secara istilah: Dalam konteks agama, istidraj adalah pemberian kenikmatan duniawi kepada seseorang yang bermaksiat, berbuat salah, yang pada akhirnya menjerumuskannya ke dalam kebinasaan.
Qs. Alanfal 24
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Merujuk kepada ayat ini, selama manusia tidak megabulkan panggilan Allah dan rasul, berapa mewah hidupnya, berapa banyak kecukupannya. Tapi menurut Allah belum lagi berarti dan beriman.
Kita tau Allah memberikan kepada hambanya itu arrahman dan arrahiim.
Arrahman artinya waasiurrahmah, sayang Allah itu merata..!
Apakah orang itu beriman atau tidak, sama2 dapat bahagian dari Allah.
Apapun mahkluk yang melata di permukaan bumi ini yang menjamin rezekinya itu adalah Allah.
Malah terkadang terlihat didalam kehidupan , semakin jauh orang itu dari Allah, semakin banyak diberikan kepada nya nikmat. Kalo ini yang terjadi menurut alquran itu disebut dengan al istidraj
Qs. Al anam 44
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ
Disaat manusia itu tidak mengindahkan lagi peringatan Allah.
فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ
Disaat itu pula kami bukakan kepada nya segala pintu kesenangan.
حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُو
Disaat ia bergembira dengan pemberian, yang dilatar belakangi jauh kepada Allah,
أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً
Kami cabut dari mereka
فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Pada saat itu mereka tak bisa berbuat apa2.
Jadi keberhasilan yang dilatar belakangi oleh kedurhakaan kepada Allah, oleh Alquran disebut dengan Al istidraj.
Diperkuat lagi oleh Allah dalam surat Alarm 182 183
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ
Siapa saja orang nya yang tidak membenarkan ayat2 kami pada orang itu kata allah kami berlakukan istidraj sedangkan mereka tidak sadar.
وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ
Apapun keinginan nya itu kami penuhi
malah kalau dia berbuat salah tidak kami tegur, ndak pernah sakit dan segala macam.
Perlakuan seperti ini disebut oleh Alquran sanasjtadrijuhum, kami perlakukan pada mereka itu istidraj.
Prof.Dr. Masnal djajuli menjelaskan istidraj, adalah kami dekat kan orang itu pada kehancuran dengan terlebih dahulu memberi nikmat..
Semakin ditambah nya berbuat salah, maka kami tambah pula nikmat. Tambah salah tambah nikmat, Umpamanya 1kg 10 ons, kita jadikan 9 ons, itu adalah salah. Tapi dengan menjadikan 9 ons nikmat bertambah, kita jadikan lagi 8 ons, bertambah juga, campur yang baik dengan yang buruk, bertambah pula,
Waaghsaina humus istighfar.
Kami tidak berikan kesempatan kepada nya kata Allah, untuk istigfar, untuk mohon ampun.
Apabila yang kita peroleh ini dilatar belakangi oleh hal2 yang tidak benar, keberhasilan itu namanya istidraj.
Jadi oleh karena itu, mari sadari awasilah mudah2n kita tidak terkena proses istidraj ini.
Marilah kita mensyukuri nikmat yang diberikan dan tidak lupa akan peringatan yang telah disampaikan Nya. Istidraj adalah bentuk ujian Allah yang bisa menjerumuskan manusia, oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan tidak tertipu dengan kenikmatan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar