Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Jumat, 28 Februari 2025

AGAMA DAN PERILAKU SEKSUAL






Dalam Islam, perilaku seksual yang sah adalah dalam ikatan pernikahan, sementara hubungan seksual di luar pernikahan (zina) dilarang keras karena dianggap dosa besar dan merusak keselarasan sosial. Islam juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan mengendalikan hawa nafsu. 

Berikut adalah poin-poin penting terkait agama Islam dan perilaku seksual:

1. Pernikahan sebagai Dasar:

Islam memandang pernikahan sebagai fondasi bagi hubungan seksual yang sah dan suci. 

Pernikahan, dalam konteks hukum dan agama, memiliki dasar yang kuat, baik secara syariat maupun hukum positif, yang menjadikannya sebagai pondasi bagi pembentukan keluarga dan masyarakat yang harmonis. 

Dasar Pernikahan dalam Perspektif Agama (Khususnya Islam):

a. Al-Qur'an dan Hadits:

Pernikahan dianggap sebagai ibadah yang mulia dan dianjurkan, dengan dasar hukum yang kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. 

b. Tujuan Pernikahan:

Pernikahan bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah (ketenangan, kasih sayang, dan kasih sayang). 

c. Rukun Nikah:

Dalam Islam, pernikahan sah jika memenuhi rukun nikah, yaitu ijab dan qabul (pernyataan dan penerimaan) yang sah, serta disaksikan oleh dua orang saksi yang adil. 

d. Ayat-ayat Al-Qur'an:

Beberapa ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar hukum pernikahan antara lain:

a)      Surah An-Nisa ayat 23: Ayat ini membahas tentang larangan pernikahan dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dekat. 

b)      Surah Ar-Rum ayat 21: Ayat ini menjelaskan tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT, yaitu menciptakan pasangan untuk manusia agar mereka merasa tenang dan saling mencintai. 

c)      Surah Al-Baqarah ayat 225: Ayat ini menjelaskan tentang nikah sebagai akad yang kuat (miitsaqon gholiidhon). 

 

 

e. Hadits:

Hadits-hadits yang menganjurkan pernikahan, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: "Apabila seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya". 

Dasar Pernikahan dalam Hukum Positif (Indonesia):

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan:

Undang-undang ini mengatur tentang dasar-dasar perkawinan di Indonesia, termasuk syarat-syarat sahnya perkawinan, kewajiban suami-istri, dan hak-hak anak. 

Pasal 29 UUD 1945:

Pasal ini mengatur tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan, yang menjadi dasar bagi pelaksanaan perkawinan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. 

Perkawinan Sah:

Perkawinan dianggap sah jika dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, serta dicatat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Tujuan Perkawinan:

Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

 

1.       Larangan Zina:

Perzinahan (hubungan seksual di luar nikah) adalah dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam. 

2.       Pentingnya Kehormatan:

Islam menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta menghindari perilaku seksual yang tidak pantas. 

3.       Pendidikan Seks:

Pendidikan seks yang berwawasan kemanusiaan dan Islami sangat penting untuk membentuk perilaku seksual yang baik dan bertanggung jawab. 

4.       Menjaga Iffah (Menahan Diri):

Islam mendorong umatnya untuk menahan diri dari hasrat seksual dan mengarahkan potensi tersebut ke arah yang baik. 

5.       Doa Sebelum Hubungan Seksual:

Dalam Islam, suami dan istri disarankan untuk berdoa sebelum melakukan hubungan seksual, agar anak yang lahir terhindar dari godaan setan. 

6.       Larangan Perilaku Seksual yang Menyimpang:

Islam juga melarang perilaku seksual yang menyimpang, seperti homoseksual dan lesbian. 

7.       Perilaku Pacaran:

Perilaku pacaran yang mendekati zina juga dilarang dalam Islam

 

Kamis, 27 Februari 2025

Maaf memaafkan

 Qs. Asy Syura:40

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Pada saat menjelang ramadhan ini, sudah menjadi kebiasaan kita berjabatan tangan maaf memaafkan, begitu yang kita lakukan atau yang kita ucapkan. Tapi khatib sejenak ingin mengajak kita berfikir, apa sebenar nya yang dinamai dg maaf?

Mengapa hendaknya kita memaafkan yang bermasalah.

Manusia adalah tempat nya salah dan lupa. 

Manusia bisa salah betapapun kehebatannya dan bisa lupa. Jadi itu berarti kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, bisa juga kita lakukan, bahkan dalam bentuk yang lebih besar, malahan.

Jadi oleh karena itu, jika kita enggan memaafkan orang lain, maka wajar saja kita juga tidak akan dimaafkan oleh orang lain, 

bapak2 kaumuslimin jamaah jumat yang berbahagia.

Lalu bagaimana sih kita menyikapi kesalahan orang lain terhadap diri kita?

Apabila seorang melakukan kesalahan pada seseorang, maka ada beberapa sikap yang dapat kita lakukan sebenarnya:

1. Ini perlu kita garis bawahi, bahwa sikap ini keliru, Apabila ia membalas melebihi dari yang dilakukan yang bersalah kepadanya. Itu namanya penganiayaan.

2. Membalas dg setimpal bapak2 kaumuslimin

Ini, dibenarkan oleh agama, 

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

3. Bisa juga, dia tidak membalas

Tapi dia mengembalikan kepada Allah dengan berkata: seumur hidup saya tidak akan lupakan, kelak dihari kemudian saya akan tuntut.

4. Bisa juga " saya tidak akan lupakan" tapi saya serahkan balasannya kepada allah sesuai dg keadilan nya.

Nah, semua sikap yang telah kita uraikan tadi bapak2 kaumuslimin, bukan lah maaf namanya.

Maaf adalah menghapus kesalahan, maaf adalah melupakan nya. Sehingga tidak ada lagi kesalahan itu membekas di dalam hati sanubari seseorang. Ada yang lebih tinggi dari memaafkan, yaitu membuka lembaran baru namanya bapak2 kamuslimin..


Tapak tangan awak ko pak apak kaumuslimin, kita lambangkan sebagai lembaran2 kertas putih. Pada saat seseorang berjabatan tangan dan melepaskan tangan nya itu kembali maka dia bagaikan telah membuka lembaran baru, pada siapa yang ia berjabat tangan dengan nya.

Allah mengatakan dalam alquran yang amat sangat terpuji, yang disebut dengan istilah ihsan. Allah berfirman "wallahu yuhibbul muhsiniiin" allah senang kepada orang2 yang berbuat baik kepada siapa yang bersalah kepadanya.

Ini memang tidak mudah bapak2 kaumuslimin, tapi kita minimal menyadari bahwa kita bisa pula melakukan kesalahan, sehingga terbuka pintu hati kita untuk memberi maaf bahkan berbuat baik kepada yang bersalah kepada kita.

Alquran menjanjikan, bahwa balaslah keburukan dengan kebaikan.

اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

Seandainya engkau tolak keburukan orang, engkau balas dengan kebaikan. Maka siapa yang pernah bermusuhan dengan mu akan beralih sikap nya menjadi teman yang sangat  akrab.

Ini terjadi karena perbuatan baik yang dilakukan oleh orang yang pernah dianiaya, yang pernah terhadap nya dilakukan kesalahan.

Jadi jika kita tidak memaafkan, kita rugi bapak2 kaumuslimin, bukan saja tidak mendapat teman akrab yang baru di dunia, tapi juga tidak memperoleh derajat yang tinggi di akhirat..

Oleh karena itu, menjelang ramadhan th ini datang mari kita saling maaf memaafkan..



Kamis, 13 Februari 2025

Marhaban ya Ramadan

Hari ini sudah masuk pertengahan saban

Pantunnya:
Makan roti jangan berlari
Kalau jatuh kita yang rugi
Bersihkan hati sucikan diri
Sambut Ramadhan tak lama lagi

Jalan bersama ke pasar Jumat
Jangan lupa membeli pita
Bulan Ramadhan semakin dekat
Mari kita sambut dengan suka cita

Marhaban biasa ditterjemahkan Selamat datang. Tapi kalau kita perhatikan dari segi bahasa ada 2 maknanya:
1. Rahba itu berarti tempat yang luas, seorang yang disambut dg baik dia dipersilahkan masuk di tempat yang luas, sehingga ia tidak merasa sempit. Jadi itu menggambarkan jiwa perasaan begitu lega begitu lapang menyambut suatu tamu.

Jadi kalau kita berkata marhaban ya ramadan, itu artinya kita telah siap sambut bulan ramadan dg hati yang lapang, tidak kesal, tidak cemas

"Alaaah, sabanta na nyo lah puaso lo baliak", tidak begitu.

Marhaban ya ramadan, Selamat datang ramadhan, engkau datang ditempat yang lapang, hati kami menyambut kamu dengan penuh kegembiraan tanpa kekesalan dsb.
Itu arti pertama dari marhaban ya ramadan
Allah berfirman,

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).

2. Arti kedua maraha adalah suatu tempat mengambil bekal . Sekaligus memperbaiki apa yang mesti kita perbaiki.
Oleh karena itu marhaban ya ramadan, Selamat datang bulan ramadan, kita siap mengambil bekal. Dalam perjalanan kit menuju Allah SWT. Memperbaiki yang rusak dari hati dan kelakuan kita

Jadi ada 2 inti dari marhaban ya ramadan
1. Menyambutnya dg gembira
2. Kita bersedia memperbaiki apa yang kurang baik. Dan mengambil bekal dalam perjalanan kita menuju Tuhan. Menuju Allah swt

Dalam kontek memperbaiki diri ini, di bulan ramadan
1. Ada namanya itikaf, itu mengundang jiwa seseorang untuk merenung. Ttg bagaimana yang telah dilakukan nya, dan apa yang harus diperbaiki nya. Jadi dia melakukan introspeksi sehingga perjalanan nya menuju Allah bisa aman dan Selamat.
2. Dia mengambil bekal sebanyak mungkin dalam perjalanan hidupnya menuju Allah. Bahkan salah satunya yang sangat dianjurkan adalah bersedekah.
Ketika kita bersedekah, kita sebenar nya memberikan kepada orang lain itu, dialah yang akan membawa untuk kita, sehingga kita menemukan ganjaran itu dihari kemudian.

Kaumuslimin 
Jadi inilah inti sebenarnya ketika kita berucap marhaban ya ramadan sebelum datangnya puasa atau awal puasa, kita sebenar nya sudah harus mempersiapkan diri dengan kedua makna ini, sehingga semakin baik kegiatan kita, semakin banyak bekal kita, maka akan Selamat lah perjalanan hidup kita menuju Tuhan

 mudah2n kita dapat menyambut ramadan th 2025 ini dengan hati yang lapang, hati yang bersih lahir batin.

Sabtu, 01 Februari 2025

Urgensi Agama dalam membentuk perilaku masyarakat

Agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku masyarakat, seperti nilai, norma, dan etika. Agama juga menjadi pedoman hidup bagi penganutnya, sehingga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. 

Berikut ini adalah beberapa peran agama dalam kehidupan masyarakat:

1. Membentuk kepribadian

Agama menjadi sumber nilai spiritual dan akidah yang membentuk kepribadian manusia. 

2. Membangun identitas sosial

Agama membantu individu menemukan tempatnya dalam komunitas yang lebih luas. 

3. Menciptakan perdamaian

Agama dapat membantu menciptakan perdamaian dan mengamankan keamanan di dunia dan di akhirat. 

4. Meningkatkan solidaritas

Agama dapat meningkatkan solidaritas dan mempererat ikatan kekerabatan. 

5. Mengatur tingkah laku

Agama menjadi tolak ukur yang mengatur tingkah laku penganutnya dalam kehidupan sehari-hari. 

6. Membantu menghadapi tantangan

Agama dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan dan permasalahan yang tidak dapat diatasi melalui solusi teknis atau organisasi. 

Agama dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Masyarakat menyediakan konteks sosial dan budaya tempat agama berkembang, sedangkan agama memengaruhi nilai-nilai dan norma-norma yang dianut masyarakat.