Selamat datang di blog Zainal Masri- semoga ada manfaatnya dan bernilai Ibadah disisi Nya serta menjadi cemety buat generasi yang akan datang.Amiin ya Rabbal 'Alamiin. Blog ini berisi tentang serba-serbi my prestasi-prestasi yang pernah diraih,, harapan: galilah potensi kita menjadi prestasi” jangan pernah berhenti melakukan aktifitas-aktifitas positif untuk mengukir prestasi ..Allah menciptakan manusia dengan sempurna, Allah memberi banyak potensi/kemampuan. Tugas kita adalah: mencari-menggali-menemukan-menmgembangkan dan meningkatkan kemampuan diri tersebut. Moment adalah peluang yang diberikan Allah kepada kita untuk maju, Allah tidak pernah memberi amanah/beban yang kita tidak mampu. Sukses/takdir baik diberikan kepada mereka yang optimis. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat di antara manusia lainnya. Yakinlah Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-nya. Doa adalah senjata kita yang paling Ampun. Usaha-Ikhtiar-Do,a. Kalau sabar menunggu masa, Insyaallah..��☕☕☕

Senin, 22 Desember 2025

PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

 Abstrak

Lingkungan hidup merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga kelestariannya oleh manusia. Namun, berbagai kerusakan lingkungan seperti pencemaran, deforestasi, dan perubahan iklim masih terus terjadi akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup. Karya tulis ini bertujuan untuk mengkaji peran penyuluh agama dalam pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan edukatif dan moral keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber buku, jurnal, dan peraturan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyuluh agama berperan sebagai pendidik, motivator, dan teladan dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Melalui penyampaian ajaran agama yang berwawasan lingkungan, penyuluh agama dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kata kunci: penyuluh agama, lingkungan hidup, pelestarian, kesadaran masyarakat


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lingkungan hidup memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Agama sebagai pedoman hidup mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam hal ini, penyuluh agama memiliki peran penting untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan penyuluh agama?

  2. Bagaimana pandangan agama terhadap pelestarian lingkungan hidup?

  3. Bagaimana peran penyuluh agama dalam pelestarian lingkungan hidup?

C. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui pengertian penyuluh agama.

  2. Memahami hubungan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan hidup.

  3. Mengkaji peran penyuluh agama dalam menjaga kelestarian lingkungan.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyuluh Agama

Penyuluh agama adalah individu yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk memberikan bimbingan, penerangan, dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Penyuluh agama berperan sebagai komunikator nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sosial.

B. Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Agama

Pada dasarnya, agama mengajarkan manusia untuk menjaga alam sebagai amanah dari Tuhan. Manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang bertugas memelihara dan tidak merusak lingkungan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, keseimbangan, dan kepedulian terhadap makhluk hidup menjadi dasar dalam pelestarian lingkungan.

C. Peran Penyuluh Agama dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Penyuluh agama memiliki beberapa peran penting, antara lain:

  1. Sebagai Pendidik, yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah.

  2. Sebagai Motivator, dengan mendorong masyarakat untuk berperilaku ramah lingkungan melalui ajaran agama.

  3. Sebagai Teladan, dengan menunjukkan perilaku nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

  4. Sebagai Agen Perubahan Sosial, dengan mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti kerja bakti dan penghijauan.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan moral dan spiritual. Dengan menyampaikan ajaran agama yang menekankan pentingnya menjaga alam, penyuluh agama dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

B. Saran

Diharapkan penyuluh agama dapat lebih aktif memasukkan isu lingkungan dalam materi penyuluhan. Selain itu, kerja sama antara penyuluh agama, masyarakat, dan pemerintah perlu ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan hidup yang lestari.


DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Lingkungan Hidup. (2019). Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Kementerian Agama RI. (2020). Peran Penyuluh Agama dalam Pembangunan Masyarakat. Jakarta.
Soemarwoto, O. (2018). Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.


Selasa, 09 Desember 2025

SAMBUTAN KEPALA KUA PADA ACARA MUSRENBANG NAGARI MALAMPAH

Assalamu’alaikum Wr.wb,

Yang terhormat Bapak/Ibu …

Para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh  Musrenbang yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat hadir bersama dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada hari ini.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan salam maaf dari Pak kepala KUA, beliau sangat berkeinginan sekali hadir di acara kita hari ini tapi dalam hari yang bersamaan ada acara di Lubuk Sikaping bersama kawan2 yaitu acara Tabligh Akbar dan Do’a Bersama” serta memberikan dukungan moril dan doa bagi para korban musibah banjir yang menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kita doakan semoga aktivitas beliau lancar dan acara Musrenbang kita hari ini juga berjalan lancar.

Musrenbang merupakan forum penting dan strategis bagi kita semua untuk menyusun prioritas pembangunan apa yang akan kita laksanakan ke depan. Sebagai Kepala Kantor Urusan Agama, kami memandang bahwa pembangunan tidak hanya menyangkut aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, moral, spiritual, dan penguatan ketahanan keluarga sebagai pondasi masyarakat.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan beberapa poin harapan:

1. Penguatan Program Bimbingan Keluarga. KUA berperan penting dalam memberikan layanan pra-nikah, bimbingan keluarga sakinah, dan edukasi sosial keagamaan. Kami berharap program ini mendapatkan dukungan, baik dari segi kebijakan maupun anggaran, agar mampu menyentuh masyarakat lebih luas.

2. Kolaborasi Lintas Sektor. Pembangunan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara pemerintah Nagari  kecamatan, tokoh agama, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan berdaya.

3. Peningkatan Layanan Keagamaan. KUA senantiasa berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik dalam pencatatan pernikahan, bimbingan keagamaan, maupun penyuluhan. Untuk itu, partisipasi dan masukan dari seluruh peserta Musrenbang sangat kami butuhkan.

3. Prioritas Pembangunan yang Berkeadilan. Melalui Musrenbang ini, mari kita bersama-sama merumuskan usulan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat.

Besar harapan kami agar hasil Musrenbang tahun ini dapat menjadi dokumen perencanaan yang berkualitas, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta sejalan dengan visi pembangunan daerah kita.

Sebelum kami tutup, kami mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi secara terbuka, objektif, dan penuh semangat demi terwujudnya pembangunan yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 27 November 2025

MUSIBAH DAN CARA MENYIKAPINYA

By: Zainal Masri

Hari ini kita masih suasana duka yang menimpa saudara-saudara kita, akibat musibah.

Oleh karena itu tema yang khatib hidangkan hari ini berkisar seputar musibah dan cara menyikapi nya:

Kito masih ingek 2 Minggu yang lalu sesuai pengumuman dari BMKG di Sumbar akan ada cuaca ekstrem, hujan lebat. Kalau dalam catatan nya tgl 21-29, yang kena itu 14 kab kota, bahkan dalam catatannya termasuk kab Pasaman, agam dan sekitarnya. 

Tapi kita di Pasaman walaupun cuaca ekstrem pada waktu itu, Alhamdulillah masih cukup aman. Itulah kekuasaan Allah, bisa dibagi baginya wilayah terdampak cuaca ekstrem ini.

Oleh karena itu kita ucapkan untuk seluruh tadi, innalilahi wainnailaihi Raji'un, sesungguhnya kita milik Allah dan kita kembali kepada Nya.

Semua jamaah sudah tau, karena perintah sudah banyak, bisa dibaca di WA di FB di YouTube. jadi akibat dari cuaca ekstrem kemaren itu ada yang parah ada yang setengah parah. Di Padang lubuk minturun banyak yang meninggal jembatan putus, di Solok, di Padang panjang apalagi lambah anai, dan di Agam salareh AIA 

Mudah²an kita terhindar dari musibah seperti itu bapak² kaumuslim..

Kaumuslimin...

Agama sebagai dasar dan panduan hidup kita memberikan beberapa penjelasan penting terkait soal-soal yang sangat kursial seperti ini. 

Musibah itu bahasa arab, asal katanya asoba, yusibu, mushabah, musib. artinya menimpa. Jadi apapun yang menimpa kita baik yang baik maupun tidak baik itu musibah dari asal kata nya.

Sedangkan menurut istilah oleh ulama,  musibah adalah hal hal negatif yang tidak kita senangi sampai ke kita itu disebut musibah. 

Lalu bagaimana sikap keagamaan kita??

Pertama: terima dg ikhlas 

Apapun bentuk kejadian, apakah itu bencana, Banjir, tanah longsor, gempa dan gejala alam lain yang terjadi.

Maka Sikap yang keagamaan kita yang pertama adalah kito harus meyakini bahwa peristiwa seperti ini ada rahasia Ilahi di baliknya. 

Jadi oleh karena ada rahasia Nya, kita harus mencari, dan menggali apa hikmah dibalik itu dan menyerah kan persoalan ini kepada Nya sebagai sebuah keyakinan iman kita.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝١١Musibah tidak akan terjadi kecuali atas izin Allah, jadi kalau tidak izin Allah musibah tidak akan terjadi. Walaupun kita menganggap bisa terjadi tapi Allah bisa menghindarkan itu.

Kedua:

Kita mengajak diri kita, keluarga dan masyarakat lingkungan kita untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Dalam bahasa agama disebut juga dengan Ikhtiar dengan sepenuh hati. 

Bak istilah Minang, ingek sabalum kano, maminteh sabalum anyuik,..

Kok k berpergian awak matikan kompor, kulkas... agar tidak terjadi kebakaran...

Kok ka bakendraan Wak, pakai helm..

Bagaimana caranya berikhtiar yang baik?

1. Ikhtiar batiniah 

Perbanyak berdoa, berzikir. Dan laksanakan amar makruf nahi mungkar.

Jadi jangan lupa kita berdoa agar diberi kesabaran, kekuatan dan musibah ini segera berakhir.

Perbanyak berzikir, sebab boleh jadi musibah didatangkan Allah tersebab kita melupakan Nya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۝٤١Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

2. Ikhtiar lahiriah 

Bahkan Oleh pemerintah sebelum terjadi, telah menghimbau kepada kita masyarakat, jangan panik, jangan takutnya berlebihan. Bahkan gubernur kita menghimbau bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengenali tanda2 bahaya, memantau informasi cuaca, serta menyiapkan peralatan darurat.

Oleh karena itu ikutilah SOP sebagaimana dihimbau oleh pemerintah kita. 

Ketiga

Bahwa ujian, cobaan adalah sebuah kenyataan hidup.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.


Salah satu ujian Nya adalah kecemasan, rasa takut,  Untuk mengatasinyanya disinilah perlunya arti penting agama.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".

***

Kalau kita merujuk penjelasan tersebut,  lalu kita ambil itibar, maka kita tidak perlu panik, tetap waspada, hati-hati, dan kita terus berupaya meyakinkan diri, keluarga dan masyarakat kita bahwa Allah sedang menguji kita. Oleh karena itu kita kembalikan kepada Nya.

Semoga bermanfaat.

Wallahu 'alam.